Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Tsaqafah

Meninjau Kembali Relativisme Tafsir

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 14 Oktober 2021 21:59 9:59 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 15 Oktober 2021 05:00
Bagikan
Relativisme tafsir
Tafsir quran karim oleh prof h mahmud junus ... cetakan ke 15 ... 1973 m
Bagikan

Paham relativisme seringkali digunakan untuk mendekonstruksi bangunan-bangunan keilmuan Islam, tidak terkecuali ilmu tafsir

Oleh: Dr. Henri Shalahuddin, MIRKH

Hidayatullah.com | AL-QURAN adalah kitab suci yang diakui dan dihormati oleh segenap orang muslim. Ia adalah hudaa (baca: petunjuk) kehidupan seorang muslim, di dunia dan juga di akhirat. Secara ijma’, Al-Quran adalah sumber rujukan utama kaedah dan hukum yang diikuti oleh seorang muslim. 

Para ulama kita terdahulu merumuskan suatu disiplin ilmu yang digunakan secara khusus untuk memhami isi kandungan Al-Quran. Biasanya disebut sebagai ‘uluum at-tafsiir.

Ilmu tafsir adalah salah satu ilmu alat yang paling penting dalam disiplin ilmu-ilmu syar’i. Perannya sebagai metode untuk menyarikan makna-makna yang terdapat dalam Al-Quran menjadikannya tidak bisa begitu saja disamakan dengan konsep tadabbur. Jika tadabbur dimnugkinkan untuk dilakukan oleh setiap mukmin. Maka tafsir Al-Quran harus dilakukan oleh seseorang yang benar-benar kompeten. 

Baca Juga

Buya Hamka
Buya Hamka: Hari Raya sebagai Cermin Kekuatan Batin Bangsa
Salaf Saleh dan Tafsir Kata Ulil Amri
Ulama Sufi dan Islam Nusantara
Amalan di Bulan Muharram yang Dapat Kita Lakukan
Pengaruh Freemason dalam Wacana Pluralisme Agama (2)

Secara umum, kualifikasi seorang penafsir berkisar pada pemahaman yang mendalam akan ilmu-ilmu syar’i dalam Islam, selain penguasaan jiwa dari nafsu dan kebersihan niat. Secara Al-Quran diturunkan dalam bahasa Arab, sudah pasti seorang penafsir harus menguasai bahasa tersebut. Mulai dari nahw (gramatika), sharf (morfologi), balaaghah (sastra), dalaalah (semantik), ashwaat (fonetik), qiraat, dan tentu saja pemahaman luas tentang kata-kata dna maknanya dalam bahasa Arab. 

Pembahasan yang terdapat dalam Al-Quran berkisar pada banyak hal. Mulai dari qashash yang mewajibkan seorang penafsir untuk mengetahui sejarah umat-umat terdahulu. Al-Quran juga termasuk sumber sirah nabawiyah di mana hal itu perlu dicocokkan dengan kronologi yang didapatkan dari sumber-sumber berupa hadis. Hal ini berkaitan dengan pemahaman akan asbaab an-nuzuul beberapa ayat, yang nantinya bisa berpengaruh terhadap istinbath hukum dari ayat-ayat tersebut. Penguasaan terhadap riwayat-riwayat yang bersambung sanadnya sampai Rasul ﷺ menjadi begitu penting.

Tafsir Al-Quran adalah sebuah produk seorang manusia. Dengan begitu, macam penafsiran menjadi beragam tergantung worldview sang penafsir. Adalah sebuah keharusan bahwa seorang penafsir Al-Quran memiliki pandangan alam yang benar terhadap realitas di sekitarnya. Jika ia berasal dari kelompok yang menyimpamg dari Ahlussunnah wal jamaah, bisa dipastikan akan ditemukan catatan-catatan yang perlu diperhatikan dari karyanya. Seperti halnya al-Kassyaaf milik az-Zamakhsyari. Apalagi jika yang menulis tafsir adalah seseorang yang telah terpapar oleh pandangan hidup asing.

Relativisme dalam Tafsir

Singkatnya, relativisme adalah suatu cara pandang bahwa kebenaran bersifat relatif. Ia bisa berubah-ubah pada setiap tempat dan masa. Hasilnya, setiap orang, berilmu atau tidak, bisa menggambarkan dengan apapun tentang apapun sekenanya. Dan itu bisa dianggap benar. 

Sejarahnya bisa kita tilik dari kasus munculnya para sofis pada zaman Yunani Kuno. Mereka adalah segolongan ornag yang hidupnya diisi dengan memanipulasi kebenaran untuk kepentingan pragmatis dengan retorika bodong. 

Mereka tidak peduli dengan kebenaran. Menurut mereka, kebenaran hanyalah alat, ia tak perlu diperjuangkan dan dibakukan. Kebenaran yang hakiki tidak mungkin kita capai. Maka tak perlu saling menyalahkan pendapat yang lain

Pada masa kini, paham relativisme seringakali digunakan untuk mendekonstruksi bangunan-bangunan keilmuan Islam, tidak terkecuali ilmu tafsir. Para pengusungnya beranggapan bahwa pembacaan teks suci (baca: Al-Quran) harus terus dilakukan sepanjang zaman, karena ia akan senantiasa berubah

Pada Abad Pertengahan Eropa, muncul disiplin ilmu yang diturunkan dari paham tersebut, ia dinamai hermeneutika. Secara bahasa, ia bermakna tafsir. 

Namun objeknya adalah bibel yang memang asalnya sudah kita yakini bermasalah. Meski Al-Quran dan bibel sama-sama dianggap suci oleh orang-orang yang mengimaninya. Tapi tetap saja terdapat perbedaan-perbedaan krusial di antara keduanya. 

Al-Quran memiliki otensitas yang terverifikasi sejak empat belas lebih abad yang lalu, sedangkan bibel tidak. Dan masih banyak perbedaan-perbedaan lain yang tak kalah pentingnya.

So-called intelektual di Indonesia membawa pemahaman Nasr Hamid Abu Zayd yang memakai hermeneutika dalam wacana pemikirannya. Mereka mencoba mencari solusi atas “ketertinggalan” yang dihadapi umat muslim dengan mengotak-atik qath’iyyaat dan mutasyaabihaat di dalam Al-Quran, yang malah berujung pada ifsaad, walaupun mereka tidak menyadarinya.*

Peneliti INSISTS

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Al Qur’anrelativismetafsir
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya produk halal Perkuat Sinergi, Indonesia – Agentina Jalin MoU Jaminan Produk Halal
Tulisan selanjutnya Islamic Center Tacoma Islamic Center Tacoma Dibakar, Warga Muslim Tidak Bisa Shalat

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal

Berita
31 Mei 2026 05:00
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram

Terbaru

  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Mungkin Anda Juga Suka

ArtikelTsaqafah

Pengaruh Freemason dalam Wacana Pluralisme Agama (1)

5 Januari 2023 13:30
Tsaqafah

Ijtihad sebagai Solusi Persoalan Umat

29 Desember 2022 19:00
Tsaqafah

Bahaya Sekularisasi dan Sekularisme

26 Desember 2022 13:45
Tsaqafah

Loss of Adab, Kebingungan Ilmu dan Pemimpin Palsu

18 Desember 2022 18:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?