Kebakaran di Islamic Center kota Tacoma, Washinton, Amerika Serikat terjadi tepat sebelum memasuki waktu shalat Maghrib, ungkap saksi mata
Hidayatullah.com — Sebuah kebakaran mencurigakan menimpa masjid di University Place pada Senin. Hal itu memaksa pengelola masjid menghentikan layanan dan kegiatan di bangunan tersebut.
Kebakaran di Islamic Center Tacoma, Amerika Serikat terjadi tepat sebelum memasuki waktu shalat Maghrib. Dua orang yang berada di dalam ketika kebakaran berhasil dievakuasi, dan tidak ada yang terluka.
Departemen Sheriff Pierce County sudah memulai penyelidikan untuk mencari tahu sumber kebakaran pada Kamis (14/10/2021). Deputi Jeffrey Papen mengungkapkan saksi mata melihat seseorang, yang diduga menyalakan api, melarikan diri dari tempat kejadian.
Abdulhakim Mohamed, imam di Islamic Center Tacoma, mengakui kebakaran itu mengejutkan pengelola masjid. Kebakaran menyebabkan bangunan itu tidak dapat di gunakan, dan belum dapat di pastikan kapan layanan dan kegiatan dapat kembali normal.
“Kami kecewa,” kata Mohamed. “Allah punya rencanaNya sendiri. Kami belum tahu itu apa. Kami merencanakan apa yang kami bisa sekarang. Fokus utama kami saat ini adalah menemukan tempat alternatif untuk layanan kami.”
Satu-satunya Islamic Center di Daerah
Di ketahui, petugas pemadam kebakaran mendapat laporan kebakaran pada pukul 20:10 di Bridgeport Way West 2010. Petugas yang datang menemukan asap keluar dari atap bangunan, ungkap juru bicara Kantor Pemadam Kebakaran West Pierce, Jenny Weekes.
Weekes menyebut dia tidak yakin sejauh mana kerusakan akibat kebarakan, tetapi bagian dalam dan luar gedung mengalami kerusakan akibat asap, air dan api.
Islamic Center adalah satu-satunya masjid di daerah Tacoma, kata Mohamed. Masjid terdekat berikutnya berjarak sekitar 40 menit berkendara, dan beberapa lansia yang tinggal di dekat Islamic Center di Tacoma tidak memiliki sarana untuk bepergian menuju ke sana.
Sehari-hari Islamic Center di gunakan untuk shalat lima waktu, kajian malam dan pembelajaran untuk anak-anak. Mohamed meminta warga Muslim untuk mendoakan masjid mereka, sementara para pemimpin Muslim mencari tempat alternatif.
“Kami berusaha keras untuk memastikan bahwa orang memiliki tempat untuk berdoa, apakah itu di rumah atau di suatu tempat, karena layanan tidak dapat berhenti,” kata Mohamed. “Apalagi di saat-saat seperti ini adalah saat kita semakin dekat dengan Tuhan, bukan lebih jauh”.*