Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Lampaui India, Arab Saudi Jadi Negara dengan Pertumbuhan Ekonomi Tercepat 2022

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 1 Februari 2023 22:20 10:20 pm
Nashirul Haq
Dipublikasikan 2 Februari 2023 05:00
Bagikan
Review proyek NEOM di provinsi Tabuk, Arab Saudi untuk menciptakan komunitas yang futuristik dan berkelanjutan
Bagikan

Hidayatullah.com — Arab Saudi telah melampaui India sebagai negara dengan pertumbuhan ekonomi paling cepat di dunia, dengan tingkat pertumbuhan sektor non-minyak tercepat dalam satu tahun.

Daftar isi
  • Tahun 2023
          • Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Ekonomi non-minyak per tahun Arab Saudi tumbuh 6,2 selama kuartal keempat pada 2022, tertinggi sejak kuartal ketiga 2021, menurut Otoritas Umum untuk Statistik. Ekonomi minyak naik 6,1 persen, data yang dirilis pada Selasa menunjukkan.

Secara keseluruhan, ekonomi tumbuh sekitar 8,7 persen tahun lalu, menurut pemerintah Saudi, sejalan dengan perkiraan dari Dana Moneter Internasional (IMF), menempatkan negara kaya minyak jauh di depan tingkat pertumbuhan India, sejumlah 6,8 persen.

Berbicara di Forum Ekonomi Dunia di Davos pada bulan Januari, Kristalina Georgieva, kepala IMF, mengatakan dana tersebut memandang tingkat pertumbuhan Arab Saudi “dengan rasa terima kasih” sebagai keuntungan bagi ekonomi dunia.

Dilansir MEE pada Selasa (01/02/2023), Arab Saudi menorehkan beberapa pertumbuhan ekonomi tercepat dalam beberapa dekade akibat perang Ukraina yang menaikkan harga energi.

Baca Juga

Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Pertumbuhan ekonomi Arab Saudi menonjol pada saat sebagian besar dunia bersiap menghadapi resesi. Arab Saudi dan negara-negara Teluk lainnya umumnya menghindari inflasi global terburuk dalam sejarah, yang diperburuk oleh kenaikan harga energi.

Kerajaan menggunakan pendapatan dari minyak untuk melanjutkan proyek-proyek besar seperti mega-kota Neom senilai $500 miliar, bandara baru di Riyadh, dan Proyek Laut Merah.

Riyadh juga menawar mineral strategis dan aset pertambangan di luar negeri sambil berinvestasi dalam segala hal mulai dari anime Korea hingga saham teknologi AS. Pada tahun 2021, mengakuisisi klub sepak bola Inggris, Newcastle United.

Tahun 2023

Dana Investasi Publik Arab Saudi (PIF), yang diketuai oleh Putra Mahkota Mohammed bin Salman, menjadi garis tedepan dalam upaya mendiversifikasi ekonomi kerajaan dari ketergantungannya pada bahan bakar fosil.

Putra mahkota telah memperkenalkan beberapa reformasi sosial, membuka kerajaan konservatif hingga hiburan barat dan berusaha membuatnya lebih menarik bagi bisnis global, bahkan saat ia melakukan tindakan keras terhadap perbedaan pendapat di dalam negeri.

Sementara IMF memuji kemajuan Arab Saudi dalam mendiversifikasi ekonominya, penurunan pertumbuhan kerajaan tahun 2023 baru-baru ini menunjukkan bagaimana bahan bakar fosil terus mendominasi ekonominya.

Pada hari Selasa, IMF memperkirakan Arab Saudi akan tumbuh sebesar 2,6 persen pada tahun 2023, berkinerja buruk di wilayah yang lebih luas, dan menandai penurunan 1,1 poin persentase dari perkiraan dana Oktober.

“Penurunan peringkat untuk 2023 terutama mencerminkan produksi minyak yang lebih rendah sejalan dengan kesepakatan melalui OPEC+, sementara pertumbuhan non-minyak diperkirakan akan tetap kuat,” kata IMF dalam sebuah laporan.*

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:arab saudiimfminyakPertumbuhan Ekonomi Arab Saudi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kemenag akan Bentuk Sindikasi PTKIN pada Pengarusutamaan Moderasi Beragama
Tulisan selanjutnya upaya pembunuhan erdogan Ketua Parlemen Malaysia Sebut Erdogan ‘Juara Umat Islam’

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis

Berita
2 Juni 2026 17:20
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara

Terbaru

  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

3 Juni 2026 09:20
Berita

Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

3 Juni 2026 06:00
Berita

Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

2 Juni 2026 21:41
Berita

Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

2 Juni 2026 19:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?