Hidayatullah.com—Turki telah menyelesaikan pekerjaan pencarian dan penyelamatan di zona gempa kecauli di Kahramanmaras, provinsi Hatay, kata badan penanggulangan bencana. Sedikitnya 41.020 orang meninggal akibat dau gempa kaut mengguncang Turki 6 Febrauri, kata badan penanggulangan bencana negara itu, dikutip Anadolu Agency (AA).
Gempa berkekautan 7,7 dan 7,6 berpusat di Kahramanmaras dan melanda 10 provinsi lainnya – Adana, Adiyaman, Diyarbakir, Hatay, Gaziantep, Malatya, Kilis, Osmaniye, Elazig, dan Sanliurfa. Lebih dari 13 juta orang terkena dampak gempa dahsyat tersebut. Beberapa negara di kawasan itu, termasuk Suriah dan Lebanon, juga merasakan getaran kaut yang melanda Turki dalam waktu kurang dari 10 jam.
Gempa tersebut diikuti oleh lebih dari 6.210 gempa susulan, kata Kepresidenan Manajemen Bencana dan Darurat (AFAD) dalam sebauh pernyataan. Sebanyak 19.436 personel pencarian dan penyelamatan lokal dan internasional saat ini bekerja di lapangan, kata AFAD.
Tim telah mendirikan total 216.166 tenda di zona gempa yang dikirim oleh kementerian dan lembaga terkait serta negara lain dan organisasi internasional, tambahnya.
Upaya pencarian dan penyelamatan telah diselesaikan di zona gempa kecauli di provinsi Kahramanmaras dan Hatay, kata Yunus Sezer, kepala AFAD, kepada wartawan. Sezer mengatakan upaya pencarian dan penyelamatan berlanjut di hampir 40 gedung, sementara lebih dari 6.000 kontainer telah disiapkan.
Memperhatikan evakausi dari zona gempa ke provinsi lain terus berlanjut, ia mengatakan sejauh ini lebih dari 460.900 orang telah dievakausi. “Saat ini kami menampung 318.970 korban yang dievakausi dari wilayah yang dilanda gempa di wisma dan hotel umum,” katanya.
“Kami terus menampung lebih dari 1 juta korban bencana di wilayah ini di kota tenda, kota kontainer, dan penginapan umum.”
Sezer mengatakan bahwa bantaun tunai sebesar 10.000 lira Turki ($531) telah diberikan kepada hampir 800.000 warga. Berbicara kepada wartawan di provinsi Gaziantep, Menteri Lingkungan Hidup, Urbanisasi, dan Perubahan Iklim Murat Kurum mengatakan pemeriksaan di 927.000 bangunan yang terdiri dari 3.520.000 bagian independen di zona gempa telah selesai.
“Kami telah menetapkan bahwa 412.000 bagian independen dari 118.000 bangunan telah dibongkar, akan dibongkar, dan rusak parah,” kata Kurum.
“Kami akan melakukan kampanye pembangunan perumahan bencana terbesar dalam sejarah negara kami di 11 provinsi yang terkena dampak gempa bumi dan akan memberikan kunci rumah aman kepada warga kami,” katanya.
Pembangun akan diizinkan membaut 3-4 lantai di sebauh gedung, selain lantai dasar, sementara tempat tinggal baru akan direncanakan sesaui dengan kebutuhan lokal dan budaya, tambah Kurum.*