Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Uskup Agung Jason Welby Tidak Lagi Diakui Sebagai Kepala Gereja Anglikan Sedunia

Ama Farah
Terakhir diupdate: 21 Februari 2023 09:21 9:21 am
Ama Farah
Dipublikasikan 21 Februari 2023 09:21
Bagikan
Uskup Agung Canterbury Justin Welby, pemimpin tertinggi Gereja Anglikan.
Bagikan

Hidayatullah.com– Para tokoh gereja Anglikan di sebagian negara berkembang termasuk Sudan Selatan, Uganda dan Republik Demokratik Kongo, mengatakan bahwa mereka tidak lagi mengakui Justin Welby, yang menjabat uskup agung Canterbury saat ini, sebagai kepala Gereja Anglikan sedunia.

Sikap mereka bermula dari keputusan dewan pengurus Church of England, Sinode Umum, yang memperbolehkan pemberkatan gereja bagi pasangan homoseksual atau perkawinan sesama jenis. Church of England bisa dibilang “Vatikan-nya” penganut ajaran Kristen Anglikan.

Global South Fellowship of Anglican Churches (GSFA), yang mengklaim sebagai corong suara bagi 75% pengikut Gereja Anglikan di seluruh dunia, mengatakan dalam sebuah pernyataan hari Senin (20/2/2023) bahwa Church of England telah “keluar dari ajaran gereja yang selama ini mereka anut” dan mendiskualifikasi dirinya sendiri sebagai “gereja induk” dari persekutuan Anglikan.

Pernyataan itu, yang ditandatangani oleh 10 primata, mengatakan “GFSA tidak lagi dapat mengakui uskup agung Canterbury saat ini, Rt Hon & Most Revd Justin Welby, sebagai pemimpin ‘junjungan’ dari persekutuan global ini.”

Church of England, serta gereja-gereja Anglikan lain di Skotlandia, Wales, Amerika Serikat dan New Zealand, yang memperbolehkan perkawinan sesama jenis atau memberkatinya telah “mengambil jalan ajaran yang sesat”, kata pernyataan itu. “Hal ini menghancurkan hati kami.”

Baca Juga

SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza

Welby belum lama ini mengatakan kepada para rohaniwan “bawahannya” agar pemberkatan bagi pasangan yang melakukan perkawinan sesama jenis diperbolehkan, meskipun hal itu diakuinya bertentangan dengan keyakinan dan tata cara ajaran Gereja Anglikan yang dipegang selama ini. Keputusan itu merupakan sikap kompromi terhadap desakan untuk mengakui hak-hak kaum LGBT.

Namun keputusan ambigu itu justru menimbulkan kemarahan di kalangan jemaat.

Bagi mereka yang menganggap dirinya progresif, keputusan itu menunjukkan bahwa Church of England tetap memandang kaum LGBT sebagai “warga kelas dua”. Sementara kalangan konservatif marah karena menilai gereja telah berpaling dari ajaran yang sejati perihal perkawinan dan seksualitas.

Welby menyambut baik sikap baru gereja perihal perkawinan sesama jenis, tetapi dia sendiri mengaku tidak akan memberikan pemberkatan kepada mereka semata-mata demi menjaga persatuan global Gereja Anglikan.

Welby juga dikabarkan mengatakan kepada para anggota parlemen Inggris bahwa dia lebih memilih Church of England dibubarkan daripada melihat gereja secara global terpecah belah dalam hal seksualitas ini.

Segera setelah Sinode Umum mengakhiri pertemuan mereka di London, Jason Welby terbangbke Accra, ibu kota Ghana, guna menemui para tokoh gereja aliran Anglikan.

“Saya dipanggil dua kali ke parlemen (Inggris) dan diancam” akan diambil tindakan agar gereja bersedia memberikan pengakuan terhadap perkawinan sesama jenis, kata Welby di Accra.

Setelah pemungutan suara di Sinode Umum selesai, Henry Ndukuba, uskup agung Church of Nigeria yang mewakili sekitar seperti jemaat Anglikan dunia, mengatakan bahwa sikap gereja soal LGBT tersebut merupakan “penyimpangan” dan hal itu menjelaskan kemunduran, kehilangan dan ketidakrelevanan

Church of England di dunia Barat yang sekuler dan masyarakatnya semakin meninggalkan ajaran gereja belakangan ini.

Jackson Ole Sapit, uskup agung Church of Kenya, mengkritik “suara-suara sekuler yang semakin kuat mencengkram Church of England” dan dia mengatakan “sedih dengan penyimpangan gereja induk dari ajaran gereja yang sejati”.

Stephen Kaziimba, uskup agung Uganda, berkata, “Church of England telah berpaling dari keyakinan Anglikan dan sekarang merengkuh ajaran sesat”.

Pernyataan pada hari Senin dari GSFA mengatakan penarikan dukungan mereka untuk Welby sebagai pemimpin gereja global harus diterima olehnya sebagai “teguran dalam cinta”, lapor The Guardian.

Sejak menjadi uskup agung Canterbury 10 tahun yang lalu, Welby telah berusaha untuk menyatukan gereja global dalam menghadapi ketidaksepakatan pahit perihal seksualitas. Pendekatannya adalah mencoba membujuk para uskup, klerus, dan jemaat paroki untuk “berjalan bersama” meskipun ada perbedaan yang tampaknya tidak dapat didamaikan.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:church of EnglandHeadlineinggrisJason Welby
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Turki Kembali Diguncang Dua Gempa Baru Berkekuatan M 6,4 dan 5,8 di Hatay
Tulisan selanjutnya Fiqih Peradaban: Dunia dan Nusantara sebelum Kehadiran Islam

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Berita
15 Juli 2026 21:25
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar
Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat

Terbaru

  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang

18 Juli 2026 11:26
Berita

Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air

18 Juli 2026 10:48
Berita

Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

18 Juli 2026 09:49
Berita

Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf

18 Juli 2026 09:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?