Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Indonesia Penghasil Sampah Pakaian Terbesar Kedua, Sampai 37 Ton Per Bulan

Ahmad
Terakhir diupdate: 27 Februari 2023 13:11 1:11 pm
Ahmad
Dipublikasikan 27 Februari 2023 13:00
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Indonesia merupakan penghasil sampah pakaian terbesar kedua di dunia. CEO Indonesia Fashion Parade (IFP) Athan Siahaan mengungkapkan, sampah pakaian yang dihasilkan mencapai 37 ton per bulan.

Untuk itu, ia akan menggelar IFP 2023 pada Juni mendatang akan mengangkat tema rejuvination atau peremajaan. Tema itu diangkat atas dasar keprihatinan dirinya atas tingginya sampah pembuatan pakaian di Indonesia.

“Lewat tema rejuvination kami berharap nantinya, akan ada dorongan untuk bisa mengurangi sampah. Sampah pakaian dapat dimanfaatkan sebagai produk fashion,” kata Athan dikutip RRI di Jakarta, Ahad (26/2/2023).

Ia menjelaskan, mengusung tema rejuvination merupakan tema yang cukup menantang. Pasalnya, tidak mudah mendesain pakaian dengan bahan bermotif tidak lengkap.

“Ini memang tema yang menantang karena memang tidak mudah. Tapi kalau kita mau mengasah kemampuan kita, ini akan bisa jadi karya yang luar biasa,” paparnya.

Baca Juga

Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat

​Selain menampilkan busana berbahan dasar rejuvination, IFP juga melibatkan banyak pelaku fashion tidak hanya dari dalam namun juga dari luar negeri. Total ada 6 negara terlibat di IFP 2023 yang akan digelar pada Juni 2023, diantaranya, Indonesia, Malaysia, Vietnam, Filipina, Kazakstan, dan Australia.

Sementara itu, Pengerajin Batik Bekasi, Dewi Marda menjelaskan, sampah dari hasil produksi batik yang yang ia geluti jumlahnya tidaklah sedikit. “Pada gelaran IFP 2023, hasil sampah yang selama ini saya kumpulkan didesain dan dibentuk menjadi busana untuk ditampilkan,” kata dia.

Di tempat yang sama, Pengerajin dan Desainer asal Sumatera Utara, Linda Panggabean menambahkan, dalam IFP 2023 menghadirkan busana berbahan Ulos Sadum yang merupakan kain khas Batak. Ulos Sadum diambil lantaran memiliki corak penuh warna yang menggambarkan keindahan dunia.

“Orang Batak selalu punya Ulos dan itu menumpuk di lemari. Karena setiap acara adat kita berganti Ulos. Makanya kemudian saya coba rancang busana dari bahan Ulos,” paparnya.

Selain menampilkan busana berbahan dasar rejuvination, IFP juga melibatkan banyak pelaku fashion tidak hanya dari dalam namun juga dari luar negeri. Total ada 6 negera terlibat di IFP 2023 yang akan digelar pada Juni 2023.

Sekedar Informasi, Indonesia Fashion Parade (IFP) 2023 akan kembali digelar dalam beberapa bulan ke depan dengan mengusung tema “Rejuvination”. Sejumlah pelaku fashion dan desainer akan terlibat dalam event tahunan tersebut.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:sampah pakaian
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Masjid Raya Sheikh Zayed Solo Segera Dibuka, Warga Non-Muslim Boleh Datang, Ini Syaratnya!
Tulisan selanjutnya Pidato Din Syamsuddin di Aljazair: Dunia Islam Perlu Merancang Strategi Peradaban

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air

Berita
18 Juli 2026 10:48
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital
Iran Lancarkan Serangan Balasan ke Pangkalan Militer AS di Timur Tengah, Ketegangan Regional Memanas
MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda

Terbaru

  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf

18 Juli 2026 09:30
Berita

Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya

17 Juli 2026 15:23
Berita

Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak

17 Juli 2026 14:04
Berita

Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

15 Juli 2026 21:36
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?