Hidayatullah.com— Dai kondang dan ulama muda Muhammadiyah, Ustadz Adi Hidayat (UAH) masuk menjadi Wakil Ketua I Majelis Tabligh PP Muhammadiyah Periode 2022-2027. Keberadaan UAH akan membantu posisi Faturrahman Kamal selaku Ketua Majelis Tabligh PP Muhammadiyah Dr Fathurrahman Kamal untuk bidang dakwah global.
“Beliau wakil saya untuk dakwah global, “ demikian pernyataan Faturrahman Kamal kepada hidayatullah.com, Selasa (28/2/2023).
Dai muda Muhammadiyah yang juga Founder Al-Fahmu Institute menyambut gembira masuknya Adi Hidayat di jajaran kepengurusan Majelis Tabligh PP Muhammadiyah.
Menurutnya, masuknya Adi Hidayat merupakan energi positif dan bisa mendorong kader Muhammadiyah lebih menguasai khasanah turats keislaman. “Masuknya UAH di pengurusan Majelis Tabligh merupakan satu hal yang sangat positif, insya Allah akan membawa kesegaran dari perubahan besar untuk mendorong mubaligh Muhammadiyah di seluruh pelosok dan lebih menguasai khasanah turash keisalaman. Sealin itu memperluas jejaring dan kaderisasi tabligh di tanah air,” ujarnya kepada hidayatullah.com.
Terpilihnya pendiri pusat kajian Islam Quantum Akhyar Institute ini sesuai Surat Keputusan terbaru, Majelis Tabligh PP Muhammadiyah menetapkan susunan Ketua, Wakil Ketua I sampai VI, juga terdapat Sekretaris, Wakil Sekretaris I sampai IV, serta Bendahara dan Wakil Bendahara I sampai II.
Majelis Tabligh adalah salah satu Unsur Pembantu Pimpinan (UPP). Di antara tugasnya adalah mempergiat dan menggembirakan dakwah Islam, memperteguh iman, menggembirakan dan memperkuat ibadah serta mempertinggi akhlak mulia.
Majelis Tabligh juga memiliki struktur lanjutan pada bidang berbeda seperti Bidang I: Tabligh Global dan Kerja Sama; Bidang II: Riset, Inovasi dan Publikasi; Bidang III: Pemberdayaan Korps Mubaligh dan Kemasjidan; Bidang IV: Pendidikan, Pelatihan, dan Kaderisasi Mubaligh; serta Bidang V: Pembinaan Remaja dan Keluarga.
Keluarga NU
Di acara Tabligh Akbar Menyongsong Muktamar ke-48 Muhammadiyah-‘Aisyiyah, Sabtu (8/10/2022) di Edutorium KH Ahmad Dahlan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Adi mengajak para kader tidak malu menjadi warga Muhammadiyah.
dimana pun, kapanpun, dan berkiprah dalam suasana apapun jangan pernah sungkan untuk mengatakan bahwa dirinya adalah kader Persyarikatan Muhammadiyah.
“Saya ingin menegaskan kembali supaya tidak ada statemen yang diucapkan oleh Pak Rektor dan Prof. Dadang Kahmad tadi. Adi Hidayat adalah kader tulen Muhammadiyah,” ucapnya respon pernyataan yang disampaikan Rektor UMS, Prof Dr Sofyan Anif dan Ketua PP Muhammadiyah.
Sebelumnya, di depan jamaah, Prof Dadang Kahmad menyampaikan Adi hidayat adalah kader tulen Muhammadiyah nomer kartu angota 10.2584.05960676.
Lahir 11 September 1984 di Kabupaten Pandeglang, pria lulusan Internasional Islamic Call College Triopoli Libya (2005–2009) sangat popular di kalangan anak-anak muda dan muslim perkotaan.
Dalam acara “Simposium Nasional Satu Abad Nahdhatul Ulama” yang diselenggarakan PAN Jatim, di Sheraton Surabaya Hotel, Sabtu (18/2/2023, Adi Hidayat mengaku lahir dari keluarga Nahdhatul Ulama (NU), yang disekolahkan di Muhammadiyah.
Di acara yang ikut dihadiri Ketua PBNU Yahya Cholil Tsaquf dan Ulil Abshar Abdala, ia mengaku menikah dengan seorang wanita Lasem Rembang, yang ibunya satu susuan dengan Kiai Sahal ke atas.
Ia juga mengatakan masih nyambung keluarga dengan K.H. Ahmad Bahauddin Nursalim, lebih dikenal sebagai Gus Baha dan KH Abdul Qoyyum Manshur (Gus Qoyyum), putra dari KH. Mansur Kholil yang merupakan pengasuh PP An-Nur Lasem, Kabupaten Rembang.
“Jadi saya ke keluarganya Gus Qoyyum ke Gus Baha kalau ditelusuri nyambung dari istri itu bir rodho’ah (satu susuan). Jadi Gus Qoyyum itu kalau memanggil saya Dik Adi. Kalau telponan ke saya, beliau bilang, Dek Adi Apa kabar?,” ujar Adi Hidayat.*