Hidayatullah.com–Geert Wilders dan kaum homo sudah dimaklumi kebenciannya terhadap Islam. Dan kini keduanya ingin beraksi, berbuat sesuatu guna menunjukkan ketidaksetujuan mereka atas pembangunan masjid di bekas lokasi menara WTC, New York.
Sebagaimana dilansir Radio Netherland (10/8/2010), Wilders menyatakan ingin berpidato di Ground Zero, saat peringatan 9/11 September mendatang. Wilders akan berpidato di hadapan para pengunjuk rasa yang memprotes rencana pembangunan Pusat Islam, beberapa blok dari tempat terjadinya tragedi 9/11. Ia diundang oleh organisasi Stop Islamisasi Amerika, yang didukung oleh politisi konservatif Amerika seperti Newt Gingrich dan Sarah Palin.
“Kita tak bisa melepaskan diri dari ideologi-ideologi totaliter yang ingin menghancurkan kita. Dan di masa kini ideologi totaliter yang ingin menghancurkan kita adalah Islam. Kita harus bangkit dan melawannya,” kata Wilders.
Wilders tidak peduli dengan suara-suara di dalam negeri yang menentang keinginan tersebut. Ia bahkan membantah Menlu Maxime Verhagen yang mengimbau agar Wilders bersikap moderat di New York.
“Kesepakatannya: di satu sisi saya tetap mengemukakan pendapat, baik soal New York maupun soal masjid mengerikan yang akan dibangun di sana. Dan pada gilirannya Verhagen boleh menyatakan pendapatnya, termasuk menyatakan ketidaksetujuannya dengan saya. Itu perjanjian ‘agree to disagree’ – dan itu bagus.”
Wilders memang semakin menjadi-jadi menunjukkan kebenciannya pada Islam dengan menggunakan posisi politiknya, terlebih setelah partainya menang pemilu di Belanda baru-baru ini.
Tapi lucunya, sebagaimana dilansir Radio Netherland, Kemenlu Belanda secara tidak langsung sebenarnya ikut membayar biaya pembangunan Islamic Center di New York tersebut. Oleh karena Den Haag telah mengucurkan dana 1 juta euro untuk kajian wanita di American Society for Muslim Advancement.
Bar Homo di WTC
Tidak ingin ketinggalan, seorang presenter TV Amerika yang juga terkenal dengan anti-Islamnya, mengumumkan berniat membuka bar untuk kaum homoseksual di sebelah Pusat Islam yang rencananya akan dibangun dekat Ground Zero di New York.
Menurut jejak suara, 53% penduduk New York menentang pembukaan Pusat Islam di lokasi tersebut. Banyak yang menganggapnya sebagai penghinaan terhadap kematian 2750 korban serangan World Trade Center, 11 September 2001.
Sedangkan yang lain mendukung rencana proyek tersebut, dengan maksud untuk menciptakan persaudaraan antara umat, karena pusat itu akan membuka pintu bagi semua orang, tanpa melihat agama dan jenis kelamin.
Menurut penggagas bar homo Greg Gutfeld, pembawa acara Fox News, dengan alasan yang terakhir itulah ia mengambil inisatifnya, yaitu didasarkan semangat persaudaraan. [di/rnw/hidayatullah.com]