Hidayatullah.com– Sementara Cina menegaskan, kasus flu burung itu telah menyebabkan berjangkitnya penyakit yang telah merenggut enam orang di negaranya.
Kementrian Pertanian Cina membenarkan bahwa telah ditemukan enam lagi wabah virus flu burung jenis H5N1 di provinsi Hubei, Shaanxi, Gansu, Hunan, Guangdong dan Zhejiang.
Juga dilaporkan ada tiga kasus baru yang dicurigai flu burung, yakni di Guangxi dan Guangdong.
Pemerintah lokal di daerah-daerah yang baru terjangkiti penyakit itu segera memulai pemusnahan ayam dan mengambil langkah-langkah karantina.
Sementara itu, sekitar 12-ribu ekor ayam telah dibinasakan di sebuah peternakan di negarabagian Delaware, Amerika timurlaut.
Hal itu telah mendorong Jepang, Malaysia, Singapura dan Korea Selatan memberlakukan larangan sementara terhadap impor ayam dari seluruh Amerika, dan Hong Kong melarang impor ayam dari negarabagian Delaware.
Selain Cina, Jepang kembarin memberlakukan larangan produk makanan dari negeri adidaya tersebut. Kemarin, Menteri Pertanian Jepang Yoshiyuki Kamei mengumumkan larangan impor daging ayam AS.
Larangan tersebut dikeluarkan setelah ditemukannya kasus flu burung di sebuah peternakan di Delaware, AS, akhir pekan lalu. Menurut Kamei, larangan itu merupakan langkah awal untuk menghindari penyebaran penyakit flu burung ke Jepang.
Selama ini, AS menjadi supplier unggas terbesar keempat bagi Jepang. Kamei menambahkan, pihaknya sudah mendapatkan konfirmasi dari AS terkait kasus tersebut. Dia belum bisa memastikan sampai kapan larangan itu diberlakukan.
Menteri Pertanian Delaware Michael Scuse membenarkan adanya penemuan kasus flu burung di wilayahnya tersebut. Menurut dia, virus penyakit itu yang menyerang peternakan di AS berbeda dari yang menyerang di Asia saat ini.
Virus yang menyerang di AS diidentifikasikan sebagai virus H7 yang menurut Scuse tidak seganas yang melanda Asia, yakni H5SN. Dia menegaskan bahwa H7 tidak berbahaya bagi manusia. “Meski begitu, pemerintah sudah memerintahkan pembunuhan terhadap 12.000 ayam,” jelasnya.
Penjelasan itu tidak membuat Tokyo percaya begitu saja. Kalangan media Jepang melaporkan bahwa negeri tersebut menutup impor unggas dari tiga negara bagian, yaitu Delaware, Rhode Island, dan Connecticut.
Sehari sebelumnya, tetangga Jepang, Korea Selatan, melakukan hal yang sama. Menteri pertanian dan kehutanan Negeri Ginseng itu lebih dulu mengumumkan larangan impor unggas AS.
Larangan Jepang dan Korsel tersebut bisa jadi memukul peternak unggas AS sebagaimana yang dialami peternak sapi setelah munculnya kasus sapi gila pada awal tahun lalu. Tidak kurang dari sepuluh persen kebutuhan unggas Jepang dipasok AS.
Persentase tersebut sama dengan 550 ribu ton unggas selama setahun. Jepang juga menghentikan impor unggasnya dari dua supplier utamanya, Thailand dan China. Suplai unggas ketiga negara tersebut memenuhi 70 persen total impor Jepang atas komoditas itu. (afp/abcn)