Hidayatullah.com — Mantan wakil Perdana Menteri Yordania mengatakan bahwa Kerajaan harus siap “berhadapan langsung” dengan Zionis Israel, lapor Quds Press.
Komentar mantan wakil Perdana Menteri, Mamdouh Al-Abadi, itu menanggapi pernyataan Menteri Keuangan Israel Bezalel Smotrich yang mengklaim bahwa tidak ada bangsa seperti Palestina.
“Israel harus meminta maaf secara resmi atas pernyataan [Smotrich],” kata Al-Abadi kepada Quds Press. Dia menyebut tanggapan pemerintah Yordania terhadap pernyataan menteri Yahudi itu lemah.
“Kita harus bersiap untuk berhadapan langsung dengan Israel. Kita harus siap untuk wajib militer karena agenda semua pihak Israel termasuk menduduki Yordania,” tambah Al-Abadi, lansir MEMO pada Kamis (23/03/2023).
Dia bahkan meminta pemerintah untuk memutuskan hubungan dengan entitas pendudukan karena pernyataan Smotrich “membunuh perjanjian Perdamaian Wadi Araba.”
Sementara, mantan kepala Pengadilan Yordania mengatakan bahwa hubungan antara Yordania dan Israel tidak akan berhasil selama ada Benjamin Netanyahu. “Masa depan hubungan antara Yordania dan Israel akan terus gagal selama Benjamin Netanyahu menjadi perdana menteri,” ujar Jawad Anani.
Untuk pertama kalinya, tambahnya, kementerian luar negeri di Amman mengklasifikasikan pernyataan tentang Yordania dan Palestina oleh seorang menteri Israel sebagai bertentangan dengan kesepakatan damai.
Anani mengatakan bahwa Netanyahu harus meminta maaf secara resmi atas pernyataan Smotrich karena dia adalah salah satu menteri dalam pemerintahan koalisinya. Dia juga meminta Yordania untuk meminta AS dan Uni Eropa untuk mengambil posisi tegas tentang apa yang dikatakan sayap kanan ekstrem itu, karena itu mengancam perjanjian damai yang ditandatangani mendiang Raja Hussein dan Perdana Menteri Israel Yitzhak Rabin pada 1994.*