Hidayatullah.com—Iraq berencana mengurangi impor minyak masak (goreng) dari Turki akibat ketegangan kedua negara, kata seorang pejabat kementerian perdagangan dan laporan koran setempat Al-Bayina Al-Jadida, lansir Reuters Kamis (24/12/2015).
Seorang juru bicara kementerian mengatakan pemerintah Baghdad akan memangkas secara bertahap impor minyak masak dari Turki, yang diberikan cuma-cuma kepada rakyat lewat program bantuan pangan.
“Rencananya adalah mengganti minyak Turki dengan minyak produksi dalam negeri dan minyak dari negara-negara lainnya,” kata jubir itu tanpa menjelaskan alasan penghentian impor.
Koran terbitan Baghdad Al-Bayina Al-Jadida mengatakan tindakan itu dimaksudkan sebagai protes atas pengerahan pasukan Turki di bagian utara Iraq. Turki mengatakan pasukan tambahan dikirim guna menlindungi personel militernya yang sedang melatih pasukan Kurdi Iraq dan militan Iraq supaya dapat memerangi ISIS. Turki pekan lalu mengatakan sudah memindahkan sebagian tentaranya, namun Iraq meminta Ankara menarik diri sepenuhnya dari wilayahnya.
Juru bicara kementerian mengatakan bahwa Turki sudah menjadi pemasok seluruh minyak goreng untuk rakyat yang disalurkan Kementerian Perdagangan Iraq lewat program bantuan pangan selama bertahun-tahun.
Impor minyak goreng dari Turki oleh perusahaan-perusahaan swasta Iraq tidak akan terdampak oleh keputusan tersebut, kata juru bicara kementerian itu, tanpa mengungkap berapa banyak jumlah minyak goreng yang diimpor pemerintah dari Turki setiap tahunnya.
Dalam konferensi pers di Baghdad hari Kamis (24/12/2015) Menteri Perindustrian Iraq Mohammed Al-Daraji mengatakan produksi minyak masak Iraq mulai tahun depan harus ditingkatkan, sebab pabrik-pabrik tua milik kementerian perindustrian akan diremajakan.
Pejabat sementara Menteri Perdagangan Iraq Mohammed Shia Al-Sudani pekan lalu membicarakan kemungkinan pembelian minyak goreng dari Armenia ketika bertemu dengan Dubes Karen Krikorian, kata jubir kementerian. Seorang pejabat dari Kedubes Armenia di Baghdad mengkonfirmasi adanya pertemuan itu tanpa memberikan penjelasan lebih lanjut.*