Hidayatullah.com– Tiga bocah dan tiga orang dewasa tewas di sebuah sekolah di kota Nashville, negara bagian Tennessee, Amerika Serikat akibat tembakan membabi buta yang dilakukan oleh seorang wanita trans pria. Polisi yang menggeledah rumahnya menemukan banyak senjata api (senpi).
Penembakan terjadi di The Covenant School, sebuah sekolah swasta Kristen untuk anak berusia 3 sampai 11 tahun. Tiga bocah yang menjadi korban semuanya berusia 9 tahun.
Pelaku diidentifikasi sebagai Audrey Hale, wanita berusia 28 tahun tetapi mengidentifikasi dirinya sendiri sebagai seorang pria. Dia tewas akibat tembakan aparat.
Awalnya, polisi mengatakan Hale adalah seorang perempuan tetapi kemudian menyebutnya sebagai transgender, lansir BBC.
Seorang jubir kepolisian kepada Washington Post mengatakan bahwa Hale “secara biologis adalah wanita, yang di profil media sosialnya, menggunakan kata ganti pria”.
Polisi pertama kali dipanggil agar segera datang ke lokasi kejadian pada pukul 10:13 waktu setempat hari Senin (27/3/2023).
Tiga senpi, termasuk sebuah senapan serbu semi-otomatis, dibawa pelaku ketika dia melakukan aksinya sebelum berhasil dinetralisir oleh petugas.
Penggeledahan yang dilakukan atas sebuah mobil yang diparkir dekat lokasi kejadian membuat aparat yakin dia adalah bekas murid di sekolah itu.
Polisi berbicara kepada ayah pelaku saat dilakukan penggeledahan terhadap sebuah rumah di dekat lokasi kejadian yang terdaftar sebagai alamat tempat tinggal pelaku.
Kepala Kepolisian Nashville John Drake mengatakan petugas menemukan manisfesto dan peta yang menggambarkan bagaimana rencana penembakan itu akan dilakukan, termasuk jalan masuk dan jalan keluar yang akan dilewati oleh pelaku.
Sebelum melancarkan aksinya, pelaku juga sudah melakukan pengintaian dan pengamatan situasi lokasi kejadian.
Dari hasil penggeledahan di rumah pelaku, petugas menemukan lebih banyak senjata, di antaranya senapan yang telah digergaji dan senapan kedua.
Norma Hale, ibu pelaku, kepada jurnalis televisi ABC News mengatakan bahwa situasinya sangat sulit dan meminta agar privasinya dihormati.
Sekolah yang berafiliasi dengan gereja Presbyterian itu berlokasi di kawasan kelas atas, di selatan wilayah Nashville bagian tengah.
Serangan ini merupakan insiden penembakan massal ke-129 yang terjadi di Amerika Serikat sejak awal tahun 2023, menurut Gun Violence Archive, organisasi nirlaba yang melacak dan mengumpulkan data kekerasan dengan senjata api di negeri Paman Sam itu.
Menurut data yang dikumpulkan Education Week, sejak awal 2023 sampai akhir pekan lalu saja sudah terjadi 12 insiden penembakan di sekolah di Amerika Serikat.*




