Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Dewan Kerjasama Teluk Ingin Adopsi Visa ‘Schengen’ Seperti Eropa

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 16 Mei 2023 11:27 11:27 am
Nashirul Haq
Dipublikasikan 16 Mei 2023 13:00
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com — Dewan Kerjasama Teluk (GCC) dan negara-negara anggotanya akan menerapkan visa terpadu seperti visa “Schengen” Uni Eropa untuk turis dan pebisnis.

Keinginan tersebut terungkap dalam diskusi panel berjudul “Masa Depan Perjalanan untuk GCC” yang menjadi bagian dari kegiatan Arabian Travel Market yang berlangsung di Dubai. Nantinya visa “Schengen” akan diterapkan untuk warga negara, penduduk, turis dan pengunjung bisnis dari 35 negara Arab dan asing.

GCC merupakan blok dagang yang terdiri dari enam negara Arab di Teluk Persia. Anggotanya ialah Bahrain, Kuwait, Oman, Qatar, Arab Saudi dan Uni Emirat Arab.

Menurut media regional, Menteri Pariwisata Bahrain, Fatima Al Sairafi, mengatakan bahwa diskusi masih berlangsung di antara negara-negara GCC di tingkat menteri tentang cara mendapatkan visa semacam itu.

“Kami melihat hal itu terjadi segera karena kami melihat orang-orang yang terbang dari luar negeri ke Eropa biasanya menghabiskan waktu mereka di beberapa negara daripada di satu negara. Kami benar-benar melihat nilai yang dapat diberikan oleh hal ini, bukan untuk setiap negara, tetapi untuk kita semua”, ujarnya.

Baca Juga

Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Dengan sistem visa terpadu yang dilaporkan bertujuan untuk meningkatkan pariwisata dan memfasilitasi perjalanan di dalam kawasan, warga negara dari 35 negara – yang belum ditentukan – akan dapat mengunjungi Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA), Bahrain, Kuwait, Qatar dan Oman dengan satu visa. Penduduk GCC juga dapat melakukan perjalanan bebas visa ke seluruh negara anggota, seperti halnya warga negara.

Samira Al Gharib, Asisten Wakil Menteri Pariwisata Kementerian Perdagangan Kuwait, juga menegaskan bahwa rencana untuk “visa pariwisata terpadu” sedang dipertimbangkan oleh kementerian dalam negeri negara-negara anggota blok itu, dan bahwa itu “menargetkan pengunjung yang sering ke GCC”. Dia membantah bahwa sistem visa baru akan diterapkan tahun depan, dengan alasan kendala yang harus diatasi sebelum diperkenalkan.

Menurut beberapa laporan, alasan utama munculnya gagasan visa terpadu di GCC adalah Piala Dunia FIFA 2022 yang diadakan di Qatar, yang menurut Pusat Studi dan Penelitian Teluk Arab (CSRGulf), sangat menguntungkan semua negara Teluk dalam hal mereka sektor ekonomi dan pariwisata.*

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Dewan Kerjasama TelukGCCPiala Dunia QatarVisa BersamaVisa Schengen
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ahli Badr yang Mulia
Tulisan selanjutnya Dinilai Manipulatif,  Cuitan Pendukung Feminis jadi Sorotan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Artikel

‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

Artikel
3 Juni 2026 05:00
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

4 Juni 2026 08:06
Berita

Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

3 Juni 2026 16:00
Berita

Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

3 Juni 2026 13:30
Berita

Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

3 Juni 2026 13:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?