Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Turki Minta Interpol Tangkap 4 Komandan Zionis Terkait Kasus Mavi Marmara

Ama Farah
Terakhir diupdate: 27 Mei 2014 06:33 6:33 am
Ama Farah
Dipublikasikan 27 Mei 2014 06:33
Bagikan
4 petinggi militer Zionis yang diminta Turki agar ditangkap oleh Interpol dalam kasus Mavi Marmara.
Bagikan

Hidayatullah.com—Sebuah pengadilan Turki memerintahkan penangkapan atas 4 komandan tentara Zionis Israel yang dianggap terlibat dalam serangan atas kapal bantuan menuju Gaza, Mavi Marmara, pada Mei 2010.

Pengadilan Kejahatan Serius Ke-7 di Istanbul juga memutuskan pada Senin 26 Mei kemarin untuk meminta Interpol mengeluarkan Red Notice agar mantan panglima angkatan bersenjata Zionis Jenderal Gabi Ashkenazi, mantan kepala staf AL Eliezer Alfred Marom, mantan kepala intelijen Mayjen Amos Yadlinir dan mantan kepala intelijen angkatan udara Brigjen Avishai Levi yang diadili secara in absentia ditangkap.

Menurutp pengadilan, perintah penangkapan itu penting dikeluarkan sebagai prosedur hukum, sebab keempat terdakwa tidak menghadiri sidang dan juga tidak merespon surat pemanggilan yang dikirimkan kepada mereka melalui departemen terkait di Kementerian Kehakiman Turki.

Tidak ada orang dari Kedutaan Israel di Ankara yang bersedia dimintai komentar soal itu, lansir Hurriyet (26/5/2014).

Kepada AFP seorang pejabat Zionis, yang tidak mau diungkap identitasnya, menyebut keputusan pengadilan Turki itu sebagai “provokasi menggelikan.”

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Jika ini adalah pesan yang ingin disampaikan Turki kepada Israel, maka itu sangat dipahami,” kata pejabat tersebut menolak menjelaskan lebih lanjut apakah itu artinya Israel bersedia untuk rekonsiliasi.

Kementerian Luar Negeri Turki mengeluarkan pernyataan yang mengatakan “proses hukumnya masih berlanjut” dan “keputusannya sedang dikaji oleh pakar-pakar hukum.”

Dalam sidang tanggal 26 Mei, Bulent Yildirim kepala Humanitarian Relief Foundation (IHH), yayasan pemilik kapal Mavi Marmara, mengatakan penggugat berharap “hukum ditegakkan.”

“Pengadilan belum mengeluarkan putusan. Sepanjang yang saya lihat, banyak hal ditunda disebabkan adanya laporan soal kesepakatan [antara Turki dan Israel],” kata Yildrim.

Jaksa penuntut Turki meminta agar keempat pejabat tinggi Zionis itu dihukum penjara seumur hidup atas perannya dalam serangan itu, menyusul gugatan oleh 33 keluarga warga Turki yang terbunuh di atas kapal Mavi Marmara.

Pasukan Zionis membunuh 10 aktivis kemanusiaan warga negara Turki dalam serangan terhadap kapal Mavi Marmara pada 31 Mei 2010.

Serangan itu menyulut kecaman internasional dan mengeruhkan hubungan diplomatik Ankara-Tel Aviv.

Pemerintah Ankara mengusir duta besar Israel, menuntut pemerintah Zionis meminta maaf secara resmi dan membayar kompensasi, serta menghentikan blokade atas Jalur Gaza.

IHH bersama keluarga korban menggugat keempat petinggi Zionis itu ke pengadilan pidana.

Berdasarkan penyelidikan yang dilakukannya sendiri Zionis Yahudi menyatakan serangan tersebut tidak melanggar hukum internasional.

Pembicaraan soal kompensasi dimulai pada Maret 2013, setelah Zionis menyampaikan permintaan maaf resmi kepada Turki, setelah didesak Barack Obama presiden Amerika Serikat sekutunya.

Bulan April kemarin Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan pihaknya siap untuk menormalisasi hubungan dengan Zionis.

Pihak berwenang Turki belum lama ini mengatakan mereka hampir mencapai kesepakatan dengan Israel soal pembayaran kompensasi bagi korban yang meninggal. Tetapi Tel Aviv mengatakan pembayaran kompensasi bisa dilakukan dengan syarat gugatan hukum atas tentaranya dicabut.

“Kami tidak akan membatalkan gugatan. Kami percaya para penjahat harus diajukan ke meja hijau,” kata Serkan Nergis, seorang jurubicara IHH kepada AFP. “Kalaupun kami menyerah, maka keluarga korban tidak akan menyerah.” imbuhnya.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Produk Coklatnya Mengandung Babi, JMM Akan Tuntut Cadbury
Tulisan selanjutnya Gedung Putih Tak Sengaja Ungkap Nama Kepala CIA di Kabul

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Berita
2 Juni 2026 21:41
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Terbaru

  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?