Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Vatikan Kirim ke Bolivia Buku Harian Mendiang Pendeta Tersangka Pencabulan 85 Anak

Ama Farah
Terakhir diupdate: 23 Juni 2023 17:40 5:40 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 23 Juni 2023 17:40
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Vatikan mengirim ke Bolivia buku harian milik seorang mendiang pendeta tersangka pencabulan anak-anak di negara Amerika Selatan itu.

Alfonso Pedrajas, seorang pendeta Jesuit yang diduga mengaku mencabuli puluhan anak di bawah umur di Bolivia sejak tahun 1970-an.

Dalam sebuah pernyataan yang dirilis hari Kamis (22/6/2023), Society of Jesus of Bolivia mengatakan buku harian itu dikirimkan kepada mereka oleh Vatican’s Dicastery for the Doctrine of Faith — yang menangani kasus-kasus kejahatan seksual oleh rohaniwan Katolik — dan kemudian buku itu diserahkan ke kantor kejaksaan di kota Cochabamba, di mana pencabulan-pencabulan oleh pendeta Alfonso Pedrajas terjadi.

Society of Jesus, sebutan lain kalangan Jesuit,  mengatakan pihaknya akan meminta salinan dari buku harian yang ditulis oleh Pedrajas itu, yang meninggal pada tahun 2009, guna mengetahui isi lengkapnya. Pasalnya, hanya beberapa cuplikan saja dari buku itu yang dirilis pada bulan April oleh koran terkemuka Spanyol El Pais, yang pertama kali mewartakan perihal keberadaan buku harian itu.

Di dalam buku tersebut, konon, Pedrajas mengaku telah mencabuli 85 anak di bawah umur, kebanyakan di sekolah asrama di Cochabamba antara 1970-an dan 1990-an.

Baca Juga

AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang

Buku harian itu tiba di Bolivia kurang dari satu pekan setelah Paus Fransiskus mengirimkan surat untuk Presiden Luis Arce, guna menyampaikan keprihatinannya dan dia mengatakan “kecewa” dengan banyaknya tuduhan pelecehan seksual yang dilakukan oleh para pendeta. Di dalam surat itu Paus Fransiskus berjanji bahwa pihak gereja akan bekerja sama dengan aparat hukum Bolivia.

Beberapa hari setelah kasus Pedrajas mencuat ke publik, Paus Fransiskus dikabarkan mengirimkan seorang penyelidik unggulan Vatikan ahli dalam kasus kejahatan seksual ke Bolivia. Jordi Bertomeu, seorang pendeta asal Spanyol, sebelumnya pernah memimpin investigasi kasus kejahatan seksual yang dilakukan oleh para pendeta Katolik di Chile dan Paraguay.

Bertomeu berada di Bolivia selama dua hari dan tidak mengeluarkan pernyataan apapun kepada media. Gereja Katolik Bolivia mengklarifikasi bahwa kunjungan tersebut tidak terkait dengan skandal pedofilia tetapi telah direncanakan sebelumnya.

Sejauh ini, sedikitnya ada 12 investigasi yudisial yang dilakukan terhadap rohaniwan Katolik di Bolivia. Salah satunya sudah tuntas di pengadilan di mana seorang pendeta dijatuhi hukuman penjara 10 tahun dalam dakwaan pemerkosaan, kata Bolivian Episcopal Conference.

Dalam beberapa kasus, pendeta yang menjadi tersangka sudah meninggal dunia.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Alfonso PedrajasBoliviaHeadlinepencabulanvatikan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Putra Bungsu Aung San Suu Kyi Minta Militer Melepaskan Ibunya
Tulisan selanjutnya Pawai Kebanggaan di Yerusalem Palestina Politisi Yahudi Sebut LGBT Lebih Berbahaya Daripada ISIS

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bahtsul Masail Qanuniyah Muktamar ke-35 NU akan Bahas RUU Perampasan Aset

Berita
28 Agustus 2026 12:20
Genosida Rwanda: Pengadilan Belanda Penjarakan Seorang Tersangka Seumur Hidup
Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September
Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika
Mayat Hanyut Hingga ke India, Korban Jiwa Banjir Nepal-China 750 dan >3.000 Orang Hilang

Terbaru

  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing

2 September 2026 15:07
Berita

Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia

1 September 2026 12:00
Berita

Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya

1 September 2026 09:01
Berita

Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya

31 Agustus 2026 22:46
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?