Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Ketua Umum PBNU: NU Tidak Pernah Berebut Jabatan

Ahmad
Terakhir diupdate: 12 Agustus 2023 20:58 8:58 pm
Ahmad
Dipublikasikan 12 Agustus 2023 21:10
Bagikan
Ketua PBNU Yahya Cholil Staquf
Bagikan

Hidayatullah.com—Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) K.H. Yahya Cholil Staquf menyatakan bahwa Nahdlatul Ulama (NU) tidak pernah meminta ataupun merebut jabatan.

Dalam keterangan tertulis diterima di Jakarta, Jumat, Gus Yahya, sapaan karib Yahya Cholil Staquf memastikan PBNU akan selalu istikamah memperjuangkan kepentingan agama, bangsa, dan dunia yang bukan sekadar kepentingan organisasi maupun kepentingan perorangan.

“NU dari dulu tidak pernah minta. Dari dulu kiai kita tidak pernah menyodor-nyodorkan untuk merebut jabatan,” kata Gus Yahya saat membuka Rapat Kerja Nasional Lembaga Kesehatan NU di Semarang, Jumat (11/8/2023) dikutip laman Antara News.

Sejak awal kemerdekaan, kata Gus Yahya, NU tidak pernah mementingkan golongan dan keluarga. Ia pun mengatakan NU selalu mementingkan bangsa dan negara, seperti di detik-detik kemerdekaan.

“Dulu itu menjelang kemerdekaan RI, di tengah intens-nya pergulatan persiapan kemerdekaan dengan PPKI dan BPUPKI, di mana di situ K.H. Wahid Hasyim (ayah Gus Dur) putra Hadratusyech K.H. Hasyim Asyari menjadi salah seorang tokoh utama panitia 9,” ucapnya.

Baca Juga

Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera

Lebih lanjut, Gus Yahya menceritakan bahwa ketika itu terdapat seorang perwira Jepang bernama Naobuharo Ono yang merupakan seorang Muslim.

“Dia ini bertanya pada Hadratusyech, ‘Kiai kalau nanti Indonesia sudah merdeka betul, siapa menurut Kiai yang pantas memimpin negara yang baru lahir ini?’,” cerita Yahya Staquf.

“Kiai Hasyim dengan tanpa ragu-ragu menjawab ‘Insinyur Soekarno’. Padahal, putranya sendiri ini (K.H. Wahid Yasyim) tokoh utama. Kenapa ndak disebut? Ya, kalau bisa Wahid Hasyim. Beliau dengan tanpa ragu menyebut Insinyur Soekarno,” sambung dia.

Menurut dia, ketegasan Hadratusyech itu adalah murni karena ia melihat yang terbaik untuk memimpin Indonesia pada waktu itu adalah Insinyur Soekarno (Bung Karno, red).

“Maka, NU harus selalu berpikir tentang apa yang terbaik di bangsa dan negara ini, bukan untuk NU sendiri. Kita tidak peduli dari mana asalnya, yang penting yang terbaik untuk bangsa dan negara,” tuturnya.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:HeadlineJabatanNahdlatul UlamaNUPBNUYahya Cholil Staquf
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ketum PKB: Biaya untuk Calon Legislatif di DKI Jakarta Mencapai Rp40 Miliar
Tulisan selanjutnya 107 Lembaga Halal Luar Negeri Ajukan Mutual Recognition

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pilot Berkewarganegaraan Indonesia, Pesawat Ethiopian Airlines Dilarang Mendarat di ‘Israel’

Berita
13 Oktober 2026 13:01
PBB Catat Kenaikan Angka Kemiskinan Dunia, 1 Miliar Orang Terdampak
Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

Terbaru

  • Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
  • Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
  • Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
  • IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta

16 Oktober 2026 14:29
Berita

Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat

15 Oktober 2026 18:48
Berita

Majelis Ulama Indonesia Tetap Tegas Tolak Konser Andrea Bocelli

15 Oktober 2026 14:10
Berita

Arab Saudi Batalkan Hukuman Mati Pria Sri Lanka Penghina Nabi Muhammad

14 Oktober 2026 16:55
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?