Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Bikin Sayembara Pembunuhan Greet Wilders, Mantan Atlet Kriket Pakistan Diadili

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 30 Agustus 2023 10:17 10:17 am
Nashirul Haq
Dipublikasikan 30 Agustus 2023 11:00
Bagikan
Geert Wilder pernah mengeluarkan manifesto satu halaman menyerukan ‘de-islamisasi total di Belanda’
Bagikan

Hidayatullah.com – Seorang mantan pemain kriket internasional asal Pakistan diadili pada hari Selasa di Belanda atas tuduhan menghasut pembunuhan anggota parlemen anti-Islam Geert Wilders, dengan jaksa penuntut menuntut hukuman 12 tahun penjara jika terbukti bersalah.

Jaksa penuntut umum Belanda mengatakan bahwa Khalid Latif, 37 tahun, yang masih berada di Pakistan, telah 21.000 euro ($23.000) dalam sebuah video online dari tahun 2018 bagi siapapun yang membunuh Geert Wilders.

Anggota parlemen Belanda anti Islam itu sempat membatalkan kompetisi kartun Nabi Muhammad setelah demonstrasi terjadi, terutama di Pakistan, dan politisi sayap kanan itu dibanjiri ancaman pembunuhan.

“Latif mencoba menggerakkan orang lain untuk membunuh Tuan Wilders dan membalas kontes kartun tersebut,” kata jaksa penuntut F. A. Kuipers kepada para hakim.

“Tidak hanya tujuannya untuk mengakhiri hidup manusia dengan kekerasan, tetapi dengan seruannya dia mencoba membungkam seorang wakil Belanda,” katanya pada sidang pengadilan, yang diadakan di gedung pengadilan dengan keamanan tinggi di dekat bandara Schiphol.

Baca Juga

Bentuk Kantor Urusan Keagamaan, Menhan AS Kaitkan Perang Fisik dengan Pertempuran Spiritual
Menteri PertahananAS Kutip Alkitab dan Serukan Perang terhadap “Kaum Islamis”
Aljazair Berlakukan Hukuman Mati Bagi Arsonis Penyebab Kebakaran Hutan dan Lahan
Intelijen Maroko Dituding Mematai Jurnalis dan Aktivis HAM
Amerika Serikat Usir Dua Diplomat Iran Usai Sidang Majelis Umum PBB

“Menyerukan pembunuhan untuk mencegah kompetisi kartun dan menawarkan sejumlah uang untuk membunuh penyelenggara kompetisi tersebut, harus dihukum sangat berat sejauh yang diketahui oleh Jaksa Penuntut Umum,” tambah Kuipers, sebelum meminta hukuman 12 tahun penjara.

Baik Latif maupun pengacara tidak hadir di ruang sidang.

Kedutaan Besar Pakistan di Den Haag tidak memberikan komentar langsung setelah sidang dan Latif tidak dapat segera dihubungi untuk dimintai komentar.

Kuipers mengatakan jaksa penuntut telah mencoba sejak 2018 untuk berbicara dengan pemain kriket tersebut dan menyerahkan permintaan bantuan hukum kepada Islamabad, tetapi tidak berhasil.

Belanda tidak memiliki perjanjian mengenai bantuan hukum dengan Pakistan, katanya.
“Pertanyaan-pertanyaan yang kami miliki untuk Latif masih belum terjawab,” kata Kuipers.

Wilders, yang berada di pengadilan selama persidangan, mengatakan kepada para hakim bahwa ancaman pembunuhan terhadap dirinya meningkat setelah rencananya untuk mengadakan kompetisi kartun yang kontroversial itu.

Dikenal karena komentar-komentarnya yang pedas tentang Islam, Wilders telah berada di bawah perlindungan negara selama 24 jam sejak tahun 2004.

“Apapun pendapat Anda tentang kompetisi kartun ini, tidak ada alasan untuk menaruh harga mati di atas kepala seseorang untuk itu,” kata Wilders.

Menanggapi Latif secara pribadi, Wilders, yang dikenal dengan tatanan rambut bouffant peroksida, mengatakan “seruan Anda agar saya dibunuh tidak akan pernah membungkam saya.”

Namun pada saat itu, rencana untuk mengadakan kontes tersebut mendapat kecaman luas di dalam negeri, dengan para politisi, media lokal, dan masyarakat biasa mengecam ide tersebut sebagai tindakan yang tidak perlu untuk memusuhi Muslim.

Seruan Latif bergema di dunia nyata, kata Kuipers.

Pengadilan Belanda pada tahun 2019 menjatuhkan hukuman 10 tahun penjara kepada seorang pria Pakistan yang merencanakan pembunuhan terhadap Wilders setelah kontes tersebut dibatalkan.

Pria yang diidentifikasi sebagai Junaid I. ditangkap pada tahun 2018 di sebuah stasiun kereta api di Den Haag setelah dia mengunggah sebuah video di Facebook di mana dia mengatakan bahwa dia ingin “mengirim Wilders ke neraka” dan mendesak orang lain untuk membantu. Vonis akan dijatuhkan pada 11 September.*

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Ancaman PembunuhanBelandaGeert Wilderpembenci Islampolitisi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Panggilan Adzan New York New York Perbolehkan Kumandang Adzan Hari Jumat
Tulisan selanjutnya Festival Budaya Jawa – Melayu Diadakan di Singapura

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

UNIDA Gontor Kukuhkan 4 Guru Besar Baru, Dorong Tradisi Keilmuan

Berita
29 September 2026 20:47
Siti Hasmah Mohamad Ali, Istri Mahathir Mohamad Wafat di Usia 100
Studi: Kopi Dikaitkan dengan Penurunan Risiko Kanker dan Sirosis Hati
Iraq Dapat Pengecualian dari Sanksi Amerika Terkait Penerbangan Iran dari dan ke Najaf
Bulldozer, Masjid, dan Bayang-Bayang Israel di India

Terbaru

  • Bentuk Kantor Urusan Keagamaan, Menhan AS Kaitkan Perang Fisik dengan Pertempuran Spiritual
  • Menteri PertahananAS Kutip Alkitab dan Serukan Perang terhadap “Kaum Islamis”
  • Aljazair Berlakukan Hukuman Mati Bagi Arsonis Penyebab Kebakaran Hutan dan Lahan
  • Intelijen Maroko Dituding Mematai Jurnalis dan Aktivis HAM
  • Amerika Serikat Usir Dua Diplomat Iran Usai Sidang Majelis Umum PBB
  • Lima Orang Didakwa di Prancis Terkait Pendanaan Hamas
  • Amerika Serikat Umumkan Kontrak $24,4 Miliar untuk Mempercepat Produksi Rudal
  • Dua Pria Iran Didakwa Berencana Serang Yahudi Manchester
  • Pakar Filsafat Islam Ini Membedah 7 Cacat Nalar Kaum Ateis
  • Ateis dan Mitos Kecerdasan: Membedah Cacat Logika dalam Gagasan Ketiadaan Tuhan

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Lima Orang Didakwa di Prancis Terkait Pendanaan Hamas

4 Oktober 2026 14:46
Berita

Amerika Serikat Umumkan Kontrak $24,4 Miliar untuk Mempercepat Produksi Rudal

4 Oktober 2026 14:22
Yahudi Inggris
Berita

Dua Pria Iran Didakwa Berencana Serang Yahudi Manchester

4 Oktober 2026 13:54
Berita

Pakar Filsafat Islam Ini Membedah 7 Cacat Nalar Kaum Ateis

3 Oktober 2026 20:41
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?