Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Remaja Iran Meninggal Setelah Koma Diduga Bersitegang dengan Polisi Moral Soal Hijab

Ama Farah
Terakhir diupdate: 29 Oktober 2023 16:35 4:35 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 29 Oktober 2023 16:35
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Seorang remaja putri Iran yang mengalami koma, setelah sebelumnya pada awal bulan ini bersitegang dengan polisi moral awal perkara hijab, telah meninggal dunia, menurut laporan media pemerintah dan para aktivis.

Armita Geravand, 16, pingsan setelah menaiki kereta metro (semacam kereta komuter di Jakarta) di Teheran pada 1 Oktober.

Para aktivis menuduh polisi moral menyerangnya karena tidak mengenakan jilbab, tetapi pihak berwenang bersikeras gadis itu jatuh pingsan.

Armita meninggal dunia pada Sabtu pagi pekan lalu setelah mengalami “kerusakan otak”, menurut laporan media pemerintah IRNA seperti dilansir BBC hari Sabtu (28/10/2023).

Sementara kantor berita Borna, yang berafiliasi dengan Kementerian Pemuda, mengatakan Armita meninggal dunia setelah dirawat di ruang intensif selama 28 hari.

Baca Juga

Bandara Riyadh Kembali Melayani Penerbangan Internasional
Sebagian Pecahan Rudal Balistik Houthi Jatuh di Mekah
Gereja di Yordania Diserang, Raja Abdullah Janji akan Menuntut Balas
Didanai Beijing, Pentagon Anggap Confucius Institutes Ancaman Bagi Keamanan Negara AS
Lebih dari 100 Juta Nama Dihapus dari Daftar Pemilih India, Mayoritas Muslim

Sejauh ini belum ada konfirmasi dari pihak orangtua Armita.

Kelompok peduli HAM berbasis di Norwegia yang fokus pada minoritas etnis Kurdi di Iran, Hengaw, mengatakan menerima laporan bahwa Armita menjadi korban dari kekerasan aparat dalam penegakan aturan berhijab dan meninggal dunia setelah dirawat di rumah sakit selama 28 hari.

Hengaw menyeru dilakukannya pemeriksaan oleh tim medis independen dari Médecins Sans Frontières (MSF) dan International Committee of the Red Cross (ICRC)  untuk menyelidiki kematiannya.

Kabar kematian Armita mengingatkan banyak warga Iran akan kasus kematian Mahsa Amini, yang meninggal di rumah sakit pada September 2022 setelah mengalami koma akibat luka yang dideritanya selama di tahanan di Teheran. Mahsa Amini, gadis berusia 22 tahun keturunan Kurdi ditangkap polisi moral saat berkunjung ke Teheran dengan alasan mengenakan hijab tetapi tidak sesuai dengan aturan yang berlaku.

IRNA melaporkan bahwa kepala bagian belakang Armita Geravand terbentur tepian peron ketika pingsan di stasiun kereta Shohada di Teheran.

“Malangnya, dia mengalami koma selama beberapa waktu setelah menderita kerusakan otak. Dia meninggal beberapa menit yang lalu,” imbuh IRNA.

Direktur utama perusahaan pengelola metro Teheran membantah adanya pertikaian verbal maupun konflik fisik antara Armita dengan para penumpang atau petugas atau pejabat kereta.

Rekaman kamera pengawas yang dirilis oleh pihak berwenang Iran menunjukkan Armita, dengan kepala (rambut) tidak tertutup kerudung, menaiki kereta bersama dua remaja putri lain. Beberapa saat kemudian, salah satu gadis itu berjalan mundur dari kereta dan membungkuk.

Dia dan beberapa penumpang lainnya kemudian terlihat menggendong Armita yang tidak sadarkan diri dengan memegangi lengan dan kakinya sebelum membaringkannya di lantai peron.

Tidak ada rekaman dari dalam kereta atau pintu masuk stasiun yang dirilis.

Hengaw menuduh Armita mengalami koma setelah diserang oleh petugas khusus yang berpatroli mengawasi penggunaan hijab atau jilbab.

Foto Armita yang diposting Hengaw di media sosial dua hari setelah dia pingsan menunjukkan gadis itu berbaring telentang di tempat tidur dengan kepala diperban dan diikatkan pada sesuatu yang tampaknya seperti selang pernapasan.

Armita dinyatakan mati otak pada hari Ahad lalu. Ayahnya Bahman Geravand mengatakan kepada Hengaw kala itu bahwa dokter mengatakan tidak ada harapan hidup bagi putrinya.

Hengaw mengatakan remaja putri itu tidak menjalani operasi bedah apapun setelah dilarikan ke rumah sakit dengan alasan kondisinya terlalu rapuh.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Armita GeravandhijabiranjilbabTeheran
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Zionis Habiskan Jutaan Dolar untuk Propaganda Serangan Gaza di YouTube, Ini Rincianya!
Tulisan selanjutnya Anak Tidak Masuk Sekolah Orangtua di Afrika Selatan Terancam Masuk Bui

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Terus Langgar Gencatan Senjata, Serangan ‘Israel’ Bunuh 4 Warga Palestina

Berita
22 Oktober 2026 13:22
Sepakati ‘Badr’, Indonesia Perkuat Kerjasama Pertahanan dengan Turki, Qatar dan Pakistan
Lebih dari 100 Juta Nama Dihapus dari Daftar Pemilih India, Mayoritas Muslim
Cegah Data Jatuh ke Tangan ‘Israel’, Malaysia Larang ASN Pakai Waze
Makin Banyak Pemukim ‘Israel’ yang Hindari Wajib Militer, Jumlahnya Tembus 110.000

Terbaru

  • Bandara Riyadh Kembali Melayani Penerbangan Internasional
  • Sebagian Pecahan Rudal Balistik Houthi Jatuh di Mekah
  • Gereja di Yordania Diserang, Raja Abdullah Janji akan Menuntut Balas
  • Didanai Beijing, Pentagon Anggap Confucius Institutes Ancaman Bagi Keamanan Negara AS
  • Lebih dari 100 Juta Nama Dihapus dari Daftar Pemilih India, Mayoritas Muslim
  • Yunani Sahkan Larangan Media Sosial bagi Anak di bawah 15 tahun
  • Dua Tentara Penjajah ‘Israel’ Tewas dalam Baku Tembak di Tepi Barat
  • Cegah Data Jatuh ke Tangan ‘Israel’, Malaysia Larang ASN Pakai Waze
  • Kelas SPI: Teguh dengan Konsep Din, Lawan Penyimpangan Literasi
  • Jihad Santri di Era Modern

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Yunani Sahkan Larangan Media Sosial bagi Anak di bawah 15 tahun

24 Oktober 2026 12:58
Berita

Dua Tentara Penjajah ‘Israel’ Tewas dalam Baku Tembak di Tepi Barat

24 Oktober 2026 10:13
Berita

Kelas SPI: Teguh dengan Konsep Din, Lawan Penyimpangan Literasi

23 Oktober 2026 20:19
Berita

Jelang Pemilu ‘Israel’, Trump Dukung Netanyahu Terpilih Kembali

20 Oktober 2026 21:55
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?