Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Stafnya Melakukan Kejahatan Seksual di Kongo, WHO Beri Uang $250 kepada Korban

Ama Farah
Terakhir diupdate: 18 November 2023 15:41 3:41 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 18 November 2023 15:41
Bagikan
Pendeta Katolik Miguel pajares akhirnya meninggal di Madrid, Spanyol, setelah terinfeksi virus Ebola di Liberia.
Bagikan

Hidayatullah.com– Dokumen internal menunjukkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memberikan uang $250 kepada masing-masing korban kejahatan seksual yang dilakukan oleh staf kesehatan yang ditugaskannya di Kongo.

Dr. Gaya Gamhewage ditugaskan WHO berangkat ke Kongo untuk menangani skandal seks yang melibatkan orang-orang yang dipekerjakan WHO saat wabah Ebola merebak di negara itu. Lebih dari 100 perempuan lokal menjadi korban, dan skandal tersebut merupakan yang terbesar dalam sejarah WHO.

Menurut laporan hasil kunjungan Dr. Gamhewage pada bulan Maret, salah satu korban yang ditemuinya melahirkan bayi cacat yang membutuhkan perawatan medis khusus. Artinya, selain menanggung beban sebagai korban pencabulan wanita malang itu juga harus menanggung biaya pengobatan bayinya, di salah satu negara termiskin di dunia.

Untuk membantu korban seperti dia, WHO telah membayar $250 masing-masing kepada setidaknya 104 perempuan di Kongo, yang mengatakan bahwa mereka telah dicabuli atau dieksploitasi secara seksual oleh staf yang ditugaskan menanggulangi wabah Ebola.

Jumlah uang yang diterima masing-masing korban itu kurang dari pengeluaran satu hari untuk staf yang dipekerjakan Perserikatan Bangsa-Bangsa di ibukota Kongo – dan $19 lebih banyak dari apa yang diterima Dr. Gamhewage per hari selama kunjungan tiga harinya ke Kongo – menurut dokumen internal yang dilihat Associated Press.

Baca Juga

Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera

Jumlah tersebut untuk menutup biaya hidup selama kurang dari empat bulan di negara di mana, menurut dokumen WHO, banyak orang bertahan hidup dengan pendapatan kurang dari $2,15 per hari.

Uang $250 tersebut tidak diberikan begitu saja. Untuk mendapatkannya, wanita bersangkutan harus menuntaskan kursus atau pelatihan memulai aktivitas “mata pencaharian sendiri”. Skema itu sepertinya dibuat sedemikian rupa untuk mengakali kebijakan PBB yang menegaskan “tidak membayar” korban untuk menyelesaikan masalah tersebut.

Banyak wanita Kongo yang menjadi korban kejahatan seksual staf WHO masih belum menerima bantuan apapun. Dalam sebuah dokumen rahasia WHO bulan lalu disebutkan bahwa sekitar sepertiga korban yang berhasil diidentifikasi “sulit untuk ditemukan di mana keberadaannya”. Lembaga kesehatan di bawah PBB itu mengatakan hampir setengah dari korban menolak bantuan (uang) yang ditawarkannya, lapor Associated Press Selasa (14/11/2023).

Jumlah total $26.000 yang sejauh ini sudah diberikan kepada para korban, setara sekitar 1% dari dana $2 juta yang dianggarkan WHO untuk para korban pencabulan oleh stafnya terutama di Kongo.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:EbolaKejahatan SeksualKongowanitaWHO
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Komisi Anti-Inses: Tiap 3 Menit Satu Anak Dicabuli di Prancis
Tulisan selanjutnya (Video) Keji! ‘Israel’ Lakukan Pembantaian di Sekolah yang Jadi Penampungan Ribuan Pengungsi, Korban Mencapai 200

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Zionis Sebut Belanda Sarang Anti-Semit usai Suporter ‘Israel’ Dilarang Tandang

Berita
13 Oktober 2026 17:01
Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
Wakaf Al-Qur’an: Menghadirkan Cahaya Qur’an bagi Santri di Tolitoli
Serangan Drone Paramiliter Sudan Tewaskan 41 Orang Dekat Perbatasan Ethiopia

Terbaru

  • Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
  • Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
  • Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
  • IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah

16 Oktober 2026 14:56
Berita

Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat

15 Oktober 2026 18:48
Berita

IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

15 Oktober 2026 16:32
Berita

Majelis Ulama Indonesia Tetap Tegas Tolak Konser Andrea Bocelli

15 Oktober 2026 14:10
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?