Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Pendeta Berpengaruh di Ghana Menikahi Gadis di Bawah Umur, Masih 12 Tahun

Ama Farah
Terakhir diupdate: 4 April 2024 23:48 11:48 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 5 April 2024 03:30
Bagikan
Pendeta tradisional (63 tahun) yang berpengaruh di Ghana memicu kemarahan karena menikahi gadis di bawah umur, 12 tahun
Bagikan

Hidayatullah.com—Seorang pendeta tradisional berusia 63 tahun yang berpengaruh telah memicu kemarahan di Ghana karena menikahi seorang gadis berusia 12 tahun.  Yang mengejutkan, sang pendeta sudah memilihnya sebagai calon pengantin saat gadis itu baru berusia enam tahun.

BBC melaporkan bahwa pendeta Nuumo Borketey Laweh Tsuru XXXIII menikahi istri barunya dalam upacara adat yang diadakan baru-baru ini.

Nuumo Borketey Laweh Tsuru XXXIII, adalah tokoh gereja dan pemimpin spiritual di daerah Nungua di ibu kota Accra, menikahi anak tak dikenal itu dalam sebuah upacara besar pada hari Sabtu.

Rekaman pernikahan tersebut dibagikan oleh saluran berita lokal dan menunjukkan gadis muda itu mengenakan gaun putih sederhana dan topi baja yang serasi. “Suami” barunya juga terlihat memasang karangan bunga hijau di kepalanya.

Gambar-gambar upacara pernikahan, yang dihadiri oleh banyak komunitas pendeta, memicu kemarahan publik dari banyak warga Ghana yang menyatakan bahwa praktik yang disebutnya ilegal.

Baca Juga

Bentuk Kantor Urusan Keagamaan, Menhan AS Kaitkan Perang Fisik dengan Pertempuran Spiritual
Menteri PertahananAS Kutip Alkitab dan Serukan Perang terhadap “Kaum Islamis”
Aljazair Berlakukan Hukuman Mati Bagi Arsonis Penyebab Kebakaran Hutan dan Lahan
Intelijen Maroko Dituding Mematai Jurnalis dan Aktivis HAM
Amerika Serikat Usir Dua Diplomat Iran Usai Sidang Majelis Umum PBB

Polisi dengan cepat merespons dan mengungkapkan bahwa anak tersebut telah ditempatkan di bawah perlindungan mereka,  lapor BBC.

Di Ghana, usia minimum yang sah untuk menikah adalah 18 tahun, namun negara Afrika Barat ini memiliki sejarah kompleks dengan praktik tradisional yang berbahaya menurut Pusat Kesehatan dan Hak Asasi Manusia FXB di Universitas Harvard.

Pernikahan anak secara eksplisit dikriminalisasi di Ghana sebagai bagian dari Undang-Undang Anak tahun 1998.

Menghadapi kritik, tokoh masyarakat setempat mengatakan banyak orang tidak memahami adat dan tradisi mereka.

Usia minimum resmi untuk menikah di Ghana adalah 18 tahun dan pernikahan usia anak dilaporkan mengalami penurunan, meskipun hal ini masih terjadi.

Menurut kampanye global LSM Girls Not Brides, 19 persen anak perempuan di Ghana menikah sebelum mencapai usia 18 tahun dan lima persen menikah sebelum ulang tahun ke 15.

Kritikus mendesak pihak berwenang untuk membatalkan pernikahan tersebut dan menyelidiki pendeta Tsuru.

Para pemimpin masyarakat adat Nungua, tempat asal gadis dan pendeta tersebut, mengutuk penolakan publik terhadap pernikahan ini, dengan mengatakan bahwa kritik tersebut “muncul karena ketidaktahuan.”

Kantor pendeta berpengaruh membela pernikahan ini, dengan mengatakan bahwa acara itu hanya seremonial,  kutip Yahoo News.

Seorang tokoh masyarakat setempat, Nii Bortey Kofi Frankwa II pada hari Ahad mengatakan peran gadis itu sebagai istri pendeta adalah “murni tradisi dan adat istiadat”.

Ia menambahkan, gadis tersebut memulai upacara untuk menjadi istri seorang pendeta enam tahun lalu namun proses tersebut tidak mengganggu pendidikannya.

Gadis itu diperkirakan akan menjalani ritual kedua untuk menguduskannya dalam peran barunya sebagai istri imam besar. Upacara tersebut juga akan mempersiapkannya untuk tanggung jawab rumah tangga seperti melahirkan, lapor media lokal.

Sebuah rekaman pernikahan ini dibagikan oleh saluran berita lokal,  menunjukkan gadis muda itu mengenakan gaun putih sederhana dan topi baja yang serasi.

Namun rekaman tersebut, yang dilaporkan menunjukkan para wanita yang menyuruh gadis tersebut berpakaian menggoda untuk suaminya dalam bahasa lokal Ga, telah menimbulkan kekhawatiran banyak orang.

Polisi telah berusaha meyakinkan masyarakat yang bersangkutan, dengan menyatakan bahwa kontak juga telah dilakukan dengan menteri anak-anak dan departemen kesejahteraan sosial untuk memastikan anak berusia 12 tahun tersebut mendapatkan dukungan yang diperlukan.

Tsuru adalah seorang “Gborbu Wulomo” atau pendeta adat tinggi di komunitas adat Nungua di kota Accra. Otoritas pemerintah belum memberikan tanggapan terhadap pernikahan kontroversial tersebut.

Hukum Ghana mengakui pernikahan adat, namun tidak mengizinkan pernikahan anak atas nama budaya atau tradisi.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:di bawah umurGadisGhanaHeadlineNuumo Borketey Laweh Tsuru XXXIIpendeta
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Korban Syahid di Gaza Mendekati 33.000 Orang
Tulisan selanjutnya Pemerintahan Joe Biden Kembali Kirim Ribuan Bom untuk ‘Israel’

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

“Jihad Korporat”, Babak Baru Serangan Politikus India terhadap Muslim

Berita
3 Oktober 2026 15:37
Intelijen Inggris Peringatkan Akademisi Supaya Putuskan Hubungan dengan Institusi China
Iran Gantung Dua Demonstran Antipemerintah
KH. Abdullah Said dalam Liputan Majalah Panji Masyarakat
Jurnalis Ini Dipenjara Usai Kritik Menteri India soal Pembongkaran Masjid

Terbaru

  • Bentuk Kantor Urusan Keagamaan, Menhan AS Kaitkan Perang Fisik dengan Pertempuran Spiritual
  • Menteri PertahananAS Kutip Alkitab dan Serukan Perang terhadap “Kaum Islamis”
  • Aljazair Berlakukan Hukuman Mati Bagi Arsonis Penyebab Kebakaran Hutan dan Lahan
  • Intelijen Maroko Dituding Mematai Jurnalis dan Aktivis HAM
  • Amerika Serikat Usir Dua Diplomat Iran Usai Sidang Majelis Umum PBB
  • Lima Orang Didakwa di Prancis Terkait Pendanaan Hamas
  • Amerika Serikat Umumkan Kontrak $24,4 Miliar untuk Mempercepat Produksi Rudal
  • Dua Pria Iran Didakwa Berencana Serang Yahudi Manchester
  • Pakar Filsafat Islam Ini Membedah 7 Cacat Nalar Kaum Ateis
  • Ateis dan Mitos Kecerdasan: Membedah Cacat Logika dalam Gagasan Ketiadaan Tuhan

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Lima Orang Didakwa di Prancis Terkait Pendanaan Hamas

4 Oktober 2026 14:46
Berita

Amerika Serikat Umumkan Kontrak $24,4 Miliar untuk Mempercepat Produksi Rudal

4 Oktober 2026 14:22
Yahudi Inggris
Berita

Dua Pria Iran Didakwa Berencana Serang Yahudi Manchester

4 Oktober 2026 13:54
Berita

Pakar Filsafat Islam Ini Membedah 7 Cacat Nalar Kaum Ateis

3 Oktober 2026 20:41
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?