Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Tiga Warga India Ditangkap Terkait Pembunuhan Tokoh Separatis Sikh di Kanada

Ama Farah
Terakhir diupdate: 6 Mei 2024 16:18 4:18 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 6 Mei 2024 16:15
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Tiga warga negara India ditangkap dan dikenai dakwaan dalam kasus pembunuhan seorang tokoh separatis Sikh di Kanada, yang memicu ketegangan diplomatik di antara kedua negara.

Hardeep Singh Nijjar, 45, ditembak mati pada 18 Juni 2023 oleh sejumlah pria bertopeng. Lokasi penembakan terjadi di area parkir tempat peribadatan kaum Sikh, Guru Nanak Sikh Gurdwara di Surrey, sekitar 30 kilometer ke arah timur dari kota Vancouver.

Saat memberikan pengumuman hari Jumat (3/5/2024), Superintendent Mandeep Mooker mengatakan ketiga orang tersangka itu adalah Karan Brar, 22, Kamal Preet Singh, 22, and Karan Preet Singh, 28.

Mereka tinggal di Edmonton, Alberta, di mana mereka ditangkap. Menurut dokumen pengadilan, ketiganya dijerat dakwaan pembunuhan tingkat pertama, serta konspirasi untuk melakukan pembunuhan.

Mereka sudah tinggal di Kanada selama tiga sampai lima tahun, kata polisi.

Baca Juga

Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Investigasi masih terus berlanjut, termasuk penyelidikan tentang kemungkinan keterlibatan negara atau pemerintah India pimpinan PM Narendra Modi dalam pemenuhan tersebut.

Nijjar merupakan tokoh separatis Sikh yang secara terbuka mengkampanyekan pendirian Khalistan — kampung halaman independen baginkaum Sikh di daerah negara bagian Punjab, India.

Pada tahun 1970-an, kaum Sikh melancarkan pemberontakan di India, dengan korban tewas ribuan orang. Aksi pemberontakan dihentikan pada dekade selanjutnya.

India menganggap Nijjar sebagai seorang teroris yang memimpin kelompok militan separatis.

Orang-orang yang dekat dengan Nijjar mengatakan dia pernah mendapatkan peringatan dari dinas intelijen Kanada sebelum kematiannya, bahwa dia berada di dalam daftar “target pembunuhan” dan dia juga menerima sejumlah ancaman mati.

Moninder Singh, anggota British Columbia Gurdwaras Council yang berteman dengan Nijjar selama 15 tahun, mengatakan kepada BBC News bahwa  komunitas Sikh sangat berterima kasih kepada pihak berwenang atas perkembangan penyelidikan kasus ini.

Tiga bulan setelah Nijjar dibunuh, Perdana Menteri Justin Trudeau dalam pidatonya di majelis rendah parlemen Kanada House of Commons, mengatakan bahwa aparat kemanan sedang menelusuri kemungkinan keterlibatan pemerintah India dalam pembunuhan tersebut.

Pernyataan Trudeau itu mendapatkan kecaman keras dari India yang memaksa Kanda untuk mengurangi jumlah diplomatnya di Delhi.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:IndiakanadaSikh
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Banjir di Rio Grande do Sul Brazil 75 Orang Tewas >100 Hilang
Tulisan selanjutnya Hamas dan Pejuang Palestina Terima Gencatan Senjata, ‘Israel’ Tetap Ingin Serang Rafah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Berita
3 Juni 2026 16:00
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

4 Juni 2026 08:06
Berita

Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

3 Juni 2026 13:00
Berita

MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

3 Juni 2026 12:08
Berita

Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

3 Juni 2026 09:20
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?