Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Hamas dan Pejuang Palestina Terima Gencatan Senjata, ‘Israel’ Tetap Ingin Serang Rafah

Ahmad
Terakhir diupdate: 7 Mei 2024 06:42 6:42 am
Ahmad
Dipublikasikan 7 Mei 2024 06:37
Bagikan
Hamas setujui proposal gencatan senjata
Bagikan

Hidayatullah.com—Gerakan Perlawanan Islam (Hamas) dan faksi pembebasan Palestina hari ini menyetujui proposal gencatan senjata dengan mediator Qatar-Mesir-Turki.

Wakil Ketua Hamas, Dr Khalil Al Hayya menginformasikan rincian proposal yang mereka terima dengan Jaminan AS. Di antara isinya adalah gencatan senjata diusulkan AS selama 6 minggu.

Ada sebanyak 3 fase dalam perjanjian,   dimulai dengan perjanjian gencatan senjata selama 42 hari, orang yang diculik, termasuk tentara, akan dibebaskan oleh Hamas, adanya pembebasan tahanan Palestina di penjara ‘Israel’ (nama dan nomornya belum disepakati) dan pemulangan pengungsi.

Menurut Gulf Times, kesepakatan yang diterima Hamas awalnya disetujui penjajah ‘Israel’ hingga 2 hari lalu. Satu-satunya perubahan yang diinginkan Hamas adalah dimasukkannya kata-kata yang dapat dianggap sebagai “gencatan senjata tanpa batas waktu dan penghentian pertempuran.”

Para analis politik melihat proposal ini sabagai bentuk kecerdasan Hamas dan pukulan besar bagi Benyamin Netanyahu, yang akan mengharuskannya mengalami kekalahan politik besar jika dia menyetujui atau menolak proposal tersebut.

Baca Juga

Iran Bidik Aset AS di Eropa Jika Trump Perluas Konflik
Kemenhaj Usulkan BPIH 2027 Sebesar Rp107,34 Juta per Jamaah
1.300 Dapur MBG Ditutup, DPR Tegaskan Keselamatan Anak Jangan Pernah Jadi Kompromi
LBH Hidayatullah Berikan Edukasi Hukum di Lapas Kembang Kuning Nusakambangan
Kiai Cholil Nafis Ajak Umat Islam Tak Terlena Medsos dan Kembali Membaca Buku

Sementara Hamas dan faksi perlawanan telah menyetujui proposal gencatan senjata, reaksi berbeda datang dari Kabinet perang ‘Israel’.

Mengutip pernyataan dari kantor Perdana Menteri ‘Israel’ Benjamin Netanyahu Kabinet Perang ‘Israel’ dengan suara bulat menyetujui operasi militer di Kota Rafah di Gaza selatan pada Senin malam.

“Kabinet Perang dengan suara bulat memutuskan malam ini bahwa ‘Israel’ akan melanjutkan operasinya di Rafah, untuk menerapkan tekanan militer terhadap Hamas guna mempercepat pembebasan tahanan kami dan mencapai tujuan perang lainnya,” bunyi pernyataan tidak lama setelah Hamas menerima proposal Mesir-Qatar-Turki mengenai gencatan senjata guna menghentikan pembantaian di Gaza.

Kantor Netanyahu mengatakan proposal Hamas “jauh dari tuntutan penting ‘Israel’,” namun ‘Israel’ akan mengirim tim perunding ke Mesir.

Reaksi kemarahan dari ‘Israel’ muncul setelah persetujuan Hamas. Keluarga tahanan memblokir jalan dan mendesak Netanyahu segera menyetujui tawaran Hamas.

BREAKING: MOTHER OF HOSTAGE SAYS THEY WILL BURN ISRAEL TO THE GROUND IF THET DON’T AGREE CEASEFIRE

Familie members of the hostages have blocked Begin Road in Tel Aviv. pic.twitter.com/thqO5H9hmB

— Sulaiman Ahmed (@ShaykhSulaiman) May 6, 2024

Keluarga para tahanan penjajah berdemonstrasi di depan markas Kementerian Angkatan Darat ‘Israel’ “Kirya” di Tel Aviv. Mereka mencoba mengadakan demonstrasi massal untuk menuntut persetujuan pemerintah penjajah terhadap perjanjian tersebut.

Saluran berbahasa Ibrani Kan mengatakan puluhan demonstran menutup jalan-jalan utama di kota Beersheba, menuntut persetujuan kesepakatan pembebasan tawanan.

“Hamas menyetujui kesepakatan itu, dan sekarang saatnya mengembalikan mereka kepada kami, jika tidak kami akan membakar ‘Israel’,” katanya Ibu tawanan ‘Israel’, Tsingukur,  kepada Hebrew Channel 12.

Sumber lain di kabinet penjajah mengatakan bahwa persetujuan Hamas dianggap sebagai tipuan untuk menunjukkan ‘Israel’ sebagai pihak yang menolak kesepakatan tersebut.

Hebrew Channel 13 mengutip pejabat penjajah, bahwa Hamas telah menyetujui rancangan undang-undang Mesir yang lebih lunak dan tidak dapat diterima oleh ‘Israel’.

Sementara itu, Jurnalis Anas Hassan menyatakan, persetujuan Hamas akan menyulitkan posisi Benyamin Netanyahu. “Netanyahu berada dalam masalah. Jika dia menyetujui proposal tersebut, dia akan kehilangan haknya dan jatuh. Jika dia berperang, dia akan kehilangan dukungan internasional dan jatuh,” katanya dikutip Palestine Information Centre (PIC).

Celebrating in Rafah after hama*s acceptance of the ceasefire proposal. pic.twitter.com/BhPPEXwjaD

— Muhammad Smiry 🇵🇸 (@MuhammadSmiry) May 6, 2024

Di saat yang sama, ribuan warga Gaza di perbatasan Rafah turun jalan merayakan pengumuman Hamas dan faksi pembebasan Palestina terkait gencatan senjata.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:gencatan senjataGerakan Perlawanan IslamHAMASHeadlineisraelpalestinaRafah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Tiga Warga India Ditangkap Terkait Pembunuhan Tokoh Separatis Sikh di Kanada
Tulisan selanjutnya Hamas Beberkan Isi Proposal Gencatan Senjata dengan Mediator Qatar dan Mesir

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pakai Toilet Umum Kaum Hawa Disuruh Bayar Kaum Adam Gratis, Wanita Austria Ini Menggugat

Berita
16 Agustus 2026 10:55
UEA Putuskan Hubungan Dagang, Iran Peringatkan Negara Teluk Tidak Bantu Amerika
MAI Sampaikan 14 Rekomendasi untuk RUU Perampasan Aset
Syair Ahmad Baktsir dan Detak Jantung Diplomasi Kemerdekaan RI di Kairo
Persatuan Ulama Muslim Internasional Sambut Pakta Pertahanan Mekkah, Serukan Aliansi Umat Islam

Terbaru

  • Iran Bidik Aset AS di Eropa Jika Trump Perluas Konflik
  • Kemenhaj Usulkan BPIH 2027 Sebesar Rp107,34 Juta per Jamaah
  • 1.300 Dapur MBG Ditutup, DPR Tegaskan Keselamatan Anak Jangan Pernah Jadi Kompromi
  • LBH Hidayatullah Berikan Edukasi Hukum di Lapas Kembang Kuning Nusakambangan
  • Kiai Cholil Nafis Ajak Umat Islam Tak Terlena Medsos dan Kembali Membaca Buku
  • Gaza Kembali Puncaki Daftar Wilayah Paling Mematikan bagi Pekerja Kemanusiaan
  • Luncurkan Buku Sejarah Peradaban Islam, Buya Amirsyah Tekankan Pentingnya Adab dan Ibrah Sejarah
  • Jubir Parlemen Iran Berkunjung ke Baghdad, Iraq Minta Diperbolehkan Melewati Selat Hormuz
  • Suriah Tangkap Seorang Pejabat Keamanan Bashar al-Assad
  • Portugal Melarang Burqa

Mungkin Anda Juga Suka

Bantuan Kemanusiaan IHH
Berita

Gaza Kembali Puncaki Daftar Wilayah Paling Mematikan bagi Pekerja Kemanusiaan

20 Agustus 2026 13:00
Berita

Luncurkan Buku Sejarah Peradaban Islam, Buya Amirsyah Tekankan Pentingnya Adab dan Ibrah Sejarah

20 Agustus 2026 11:35
Berita

Jubir Parlemen Iran Berkunjung ke Baghdad, Iraq Minta Diperbolehkan Melewati Selat Hormuz

19 Agustus 2026 23:35
Berita

Suriah Tangkap Seorang Pejabat Keamanan Bashar al-Assad

19 Agustus 2026 19:29
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?