Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Salju di Puncak Everest Menipis, Ratusan Jasad Pendaki Tersingkap

Ama Farah
Terakhir diupdate: 30 Juni 2024 00:44 12:44 am
Ama Farah
Dipublikasikan 29 Juni 2024 17:36
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Di lereng-lereng Everest salju dan es yang semakin menipis akibat perubahan iklim mengungkap ratusan jasad pendaki yang tewas saat berusaha menaklukkan puncak gunung tertinggi di dunia itu.

Tahun ini satu tim bergerak memanjat puncak setinggi 8.849 itu, bukan untuk menaklukkannya, tetapi mereka mempertaruhkan nyawanya untuk membawa turun sisa-sisa mayat pendaki yang kehilangan nyawanya gunung tertinggi di dunia itu.

Sejauh ini lima sudah dievakuasi dari puncak Everest, Lhotse dan Nuptse – termasuk satu yang hanya tinggal kerangka saja – dalam program bersih-bersih Himalaya yang dicanangkan oleh pemerintah Nepal.

Meskipun salju menipis upaya evakuasi itu bukan pekerjaan mudah. Anggota tim butuh waktu berjam-jam untuk memecahkan es dengan kapak, yang harus sesekali disiram dengan air mendidih supaya tidak membeku terperangkap es.

“Disebabkan dampak pemanasan global, (mayat dan sampah) menjadi lebih terlihat seiring dengan menipisnya lapisan salju,” kata Aditya Karki, seorang mayor tentara Nepal, yang memimpin tim beranggotakan 12 personel militer dan 18 pendaki gunung.

Baca Juga

AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang

Lebih dari 300 orang tewas di gunung tersebut sejak ekspedisi dimulai pada tahun 1920-an, delapan orang tewas pada musim pendakian tahun ini saja.

Masih banyak jasad yang tersisa. Ada yang tersembunyi di balik salju, ada juga yang terperosok di celah-celah yang dalam.

Lainnya, yang masih ada yang mengenakan perlengkapan pendakian berwarna-warni, yang telah menjadi landmark dalam perjalanan menuju puncak.

Mayat-mayat itu ada yang diberi nama panggilan seperti “Sepatu Bot Hijau” dan “Putri Tidur”.

Karki berkata, “Orang-orang percaya bahwa mereka memasuki ‘ruang Ilahi’ ketika mendaki gunung, tetapi jika mereka melihat mayat dalam perjalanan ke atas, hal itu dapat berdampak negatif.”

Banyak di antara mauat ditemukan di area yang dikenal sebagai “zona kematian”, di mana udara tipis dan kadar oksigen rendah sehingga meningkatkan risiko penyakit ketinggian, lapor AFP (27/06/2024)

Pendaki harus memiliki asuransi, namun misi penyelamatan atau pemulihan apa pun penuh dengan bahaya.

Satu jasad, yang terbungkus es hingga bagian badannya, membutuhkan waktu 11 jam untuk dilepaskan dari es.

Tim hatus menggunakan air mendidih untuk melonggarkan cengkraman es kemudiah memecahkannya dengan kapak.

“Sangat sulit sekali,” kata Tshiring Jangbu Sherpa, yang memimpin misi pengambilan jasad tersebut.

“Mengeluarkan jasadnya satu masalah, membawanya turun ke bawah masalah lain lagi.”

Sherpa mengatakan sebagian jasad ditemukan dalam keadaan seperti mereka baru saja meninggal – masih berpakaian lengkap, berikut dengan sepatu es dan harness-nya.

Satu jasad tampak seperti tidak tersentuh sama sekali, hanya kehilangan satu sarung tangan.

Pengambilan mayat di ketinggian merupakan topik kontroversial di kalangan komunitas pendaki.

Biayanya ribuan dolar, dan dibutuhkan hingga delapan orang penyelamat untuk setiap jasad. Bobot mayat bisa lebih dari 100 kilogram (220 pon), dan di dataran tinggi seperti Himalaya, kemampuan seseorang untuk membawa beban berat sangat terpengaruh. 

Namun, Karki mengatakan upaya evakuasi mayat-mayat tersebut perlu dilakukan.

“Kita harus membawa mereka kembali sebanyak mungkin,” katanya. “Jika kita terus meninggalkan mereka, gunung-gunung kita akan berubah menjadi kuburan,” tegasnya.

Sherpa mengatakan bahwa menurunkan satu mayat dari dekat puncak Lhotse setinggi 8.516 meter – puncak tertinggi keempat di dunia – sejauh ini merupakan salah satu tantangan tersulit. Jasad yang akan diturunkan biasanya dimasukkan ke dalam kantong mayat, kemudian dimasukkan ke dalam kereta seluncur plastik untuk diseret ke bawah.

“Jasadnya membeku dengan posisi tangan dan kaki terbentang,” ujarnya.

“Kami harus membawanya turun ke Kamp Tiga, setelah di sana barulah jasad bisa dimasukkan ke dalam kereta seluncur untuk ditarik.”

Rakesh Gurung, dari departemen pariwisata Nepal, mengatakan duanjasad sudah menjalani identifikasi awal dan pihak berwenang sedang menunggu hasil tes lengkap untuk memastikan.

Mayat yang sudah dibawa turun saat ini disimpan di ibu kota Nepal, Kathmandu. Mayat yang tidak teridentifikasi kemungkinan akhirnya akan dikremasi.

Kampanye bersih-bersih puncak-puncak Himalaya ini, dengan anggaran lebih dari $600.000, mengerahkan 171 pemandu dan kuli asal Nepal untuk membawa turun 11 ton sampah.

Tenda berwarna menyolok, peralatan pendakian yang dibuang, tabung-tabung gas kosong, dan bahkan kotoran (tahi) manusia mengotori dan mencemari rute yang sering dilalui pendaki menuju puncak.

“Sampah tahun ini mungkin bisa dibawa turun sendiri oleh para pendaki gunung,” kata Karki. “Tetapi siapa yang akan membawa turun sampah-sampah lama?”*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:EverestHimalayaNepal
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Wapres: Pesantren Diharapkan Jadi Pusat Pendidikan, Dakwah dan Pemberdayaan Masyarakat
Tulisan selanjutnya Liga Arab Tak Lagi Sebut Hizbullah ‘Organisasi Teroris’

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Presiden Iran: Jangan Biarkan Wilayah Negara Muslim Dipakai Menyerang Sesama

Berita
28 Agustus 2026 09:20
‘Israel’ Persenjatai Geng Kriminal untuk Rampok dan Usir Warga Palestina di Gaza
DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah
Sering Rugikan Pabrik Senjata ‘Israel’, Palestine Action Ditetapkan AS sebagai “Kelompok Teroris”
Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi

Terbaru

  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing

2 September 2026 15:07
Berita

Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia

1 September 2026 12:00
Berita

Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya

1 September 2026 09:01
Berita

Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya

31 Agustus 2026 22:46
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?