Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Politisi Korea Selatan Tuding Wanita Penyebab Pria Bunuh Diri

Ama Farah
Terakhir diupdate: 10 Juli 2024 12:59 12:59 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 10 Juli 2024 12:59
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Seorang politisi Korea Selatan dihujani kecaman setelah menuding wanita sebagai penyebab para pria banyak yang melakukan bunuh diri.

Dalam sebuah laporan, anggota Dewan Kota Seoul Kim Ki-duck berargumen bahwa peningkatan partisipasi wanita dalam dunia kerja dari tahun ke tahun membuat pria semakin kesulitan mendapatkan pekerjaan dan menemukan wanita untuk dinikahi.

Kim mengatakan belakangan ini Korea Selatan mulai menjadi sebuah masyarakat yang didominasi kaum Hawa dan keadaan seperti ini yang antara lain menyebabkan semakin banyak kaum Adam yang melakukan bunuh diri.

Korea Selatan merupakan salah satu negara dengan tingkat kasus bunuh diri tertinggi di dunia dan pada saat yang sama yang terburuk catatannya dalam kesetaraan gender.

Kim membuat kesimpulan tersebut setelah menelaah data kasus upaya bunuh diri yang dilakukan di jembatan-jembatan yang melintas di atas Sungai Han di Seoul.

Baca Juga

Halal Ditunda, Kepastian Dipertaruhkan?
Mesir Tegaskan Siap Bela Arab Saudi di Tengah Meningkatnya Serangan Houthi
Arab Saudi Tembak Jatuh 4 Drone di Riyadh dan Dua Wilayah Lain
Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran

Laporan tersebut, yang dipublikasikan di laman web resmi Dewan Kota Seoul, menunjukkan kenaikan jumlah upaya bunuh diri di Sungai Han dari 430 pada 2018 menjadi 1,035 pada 2023. Dari angka itu kalangan pria yang berusaha bunuh diri naik dari 67% menjadi 77%.

Namun, kesimpulan yang dibuat Kim terkait laporan itu, justru meresahkan bagi Song In Han, seorang profesor kesehatan mental di Universitas Yonsei Seoul.

“Berbahaya dan tidak bijaksana membuat klaim semacam ini tanpa bukti-bukti yang cukup,” kata Song kepada BBC Selasa (9/7/2024).

Song menjelaskan bahwa secara global lebih banyak pria yang melakukan bunuh diri dibandingkan wanita. Di banyak negara, termasuk Inggris, bunuh diri merupakan penyebab kematian terbanyak kaum pria berusia di bawah 50 tahun.

Menurut Prof Song, penyebab bertambahnya upaya bunuh diri di kalangan pria di Seoul perlu dikaji secara ilmiah, dan dia menyesalkan komentar yang dibuat oleh Kim yang menuding penyebabnya adalah konflik gender.

Saat ini di Korea Selatan, jumlah kaum pria yang memiliki pekerjaan purna waktu jauh lebih tinggi dibandingkan kaum wanita. Perempuan Korea Selatan yang bekerja sebagian besar melakukan pekerjaan musiman atau sementara dan paruh waktu saja. Perbedaan besaran upah yang diterima kaum pria dan wanita terus mengecil dan rata-rata saat ini wanita menerima upah 29% lebih rendah dibandingkan pria untuk pekerjaan yang sama.

Warganet Korea Selatan menuding pernyataan Kim tersebut “tidak berdasar dan misoginistis”.

Partai Keadilan menuduh Kim dengan seenaknya menyalahkan kaum wanita yang di Korea Selatan saat ini masih berjuang untuk menghapuskan diskriminasi gender. Mereka meminta Kim menarik pernyataannya dan melakukan analisis yang lebih lengkap dan mendalam tentang penyebab masalah tersebut.

Ketika dihubungi oleh BBC untuk dimintai komentar, Kim mengaku tidak bermaksud untuk bersikap kritis terhadap masyarakat yang didominasi kaum Hawa, dia sekedar menyampaikan pendapat pria tentang konsekuensinya terhadap masyarakat.

Yuri Kim, direktur Korean Women’s Trade Union, menuding para politisi dan pembuat kebijakan bahkan tidak berusaha untuk memahami dab mengatasi berbagai tantangan yang dihadapi oleh wanita di masyarakat. Mereka justru lebih suka menjadikan wanita sebagai kambing hitam.

“Menyalakan wanita karena memasuki dunia kerja hanya akan memperpanjang ketidakseimbangan di masyarakat,” kata Kim kepada BBC.

Saat ini wanita mencakup 20% dari jumlah seluruh anggota Parlemen Korea Selatan, dan 29% dari seluruh jumlah anggota di dewan-dewan daerah.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Korea Selatan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Konflik Tokoh Al-Irsyad dengan Kalangan Ba’alawi Tahun 1936
Tulisan selanjutnya East Wing Tempat Balkon Ikonik Istana Buckingham Bisa Dikunjungi Wisatawan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah

Berita
16 Oktober 2026 14:56
Pilot Berkewarganegaraan Indonesia, Pesawat Ethiopian Airlines Dilarang Mendarat di ‘Israel’
Mesir Tegaskan Siap Bela Arab Saudi di Tengah Meningkatnya Serangan Houthi
Arab Saudi Tembak Jatuh 4 Drone di Riyadh dan Dua Wilayah Lain
Zionis Sebut Belanda Sarang Anti-Semit usai Suporter ‘Israel’ Dilarang Tandang

Terbaru

  • Halal Ditunda, Kepastian Dipertaruhkan?
  • Mesir Tegaskan Siap Bela Arab Saudi di Tengah Meningkatnya Serangan Houthi
  • Arab Saudi Tembak Jatuh 4 Drone di Riyadh dan Dua Wilayah Lain
  • Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun

17 Oktober 2026 10:07
Berita

Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon

17 Oktober 2026 09:35
Berita

Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera

16 Oktober 2026 15:36
Berita

Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta

16 Oktober 2026 14:29
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?