Hidayatullah.com– Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan mengutarakan harapan permintaan maaf dari Mahmoud Abbas setelah pemimpin Palestina itu menolak undangan untuk mengunjungi Turki.
“Sebagian partai politik di negara saya mengatakan ‘pemerintah seharusnya mengundang presiden Palestina ke Turki dan memberikannya kesempatan untuk berbicara di parlemen,’ Siapa yang bilang ke Anda bahwa kami tidak melakukannya?” kata Erdogan dalam suatu acara di kota Rize di bagian utara Turki pada hari Sabtu (27/7/2024), seperti dilansir Hurriyet Daily News.
Erdogan menegaskan bahwa Abbas tidak datang meskipun sudah ada undangan dari Turki.
“Tuan Abbas, maaf, tapi seharusnya dia yang lebih dulu meminta maaf kepada kami… Kami menunggu, mari kita lihat apakah dia bisa datang,” kata Erdogan.
“Dia mungkin datang atau mungkin tidak datang. Namun, kami sudah mengutarakan apa yang perlu dikatakan atas nama rakyat Palestina dan saudara kami orang Palestina di manapun berada, di setiap pertemuan.”
Ketua komisi keadilan parlemen Turki Cüneyt Yüksel sebelumnya mengkonfirmasi bahwa Turki sudah mengundang Abbas untuk berbicara di parlemen.
Kelompok Fatah pimpinan Abbas dan kelompok Hamas pada 23 Juli di Beijing sepakat untuk membentuk sebuah pemerintahan bersama sebagai upaya untuk mengakhiri perseteruan politik yang sudah berlangsung lama.
Upaya-upaya pembuatan kesepakatan seperti itu sebelumnya selalu gagal, sehingga banyak pihak meragukan negosiasi yang disponsori China itu dapat terwujud seperti yang diharapkan.*