Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Hanya 2 Diplomat Korea Selatan yang Bertugas di Timur Tengah Fasih Berbahasa Arab

Ama Farah
Terakhir diupdate: 10 Oktober 2024 19:36 7:36 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 10 Oktober 2024 19:32
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah dengan bentrokan militer antara Israel dan Iran, terungkap bahwa hanya 2 diplomat Korea yang ditempatkan di kawasan itu yang fasih berbahasa Arab.

Angka ini mengkhawatirkan, mengingat Korea memiliki 19 misi diplomatik di Timur Tengah. Artinya, hanya satu dari 10 kedutaan yang memiliki diplomat yang mampu berkomunikasi dalam bahasa setempat, lapor The Korea Times Sabtu (5/10/2024).

Menurut anggota parlemen dari Partai Demokrat Korea Wi Sung-lac, Kementerian Luar Negeri hanya memiliki 4 diplomat yang fasih berbahasa Arab, dua ditempatkan di kantor pusat kementerian dan dua ditugaskan di Timur Tengah.

Korea Selatan memiliki kedutaan besar di 17 negara Timur Tengah – termasuk di Israel, Iran dan Libanon – dan konsulat di Dubai dan Jeddah.Kementerian Luar Negeri mengatakan bahwa mereka, yang disebutnya sebagai ahli bahasa, direkrut melalui program khusus untuk diplomasi regional atau pakar sektor publik.

Namun, kritik dari dalam maupun luar kementerian menunjukkan bahwa kemampuan bahasa asing, terutama bahasa kedua seperti bahasa Arab, menurun secara keseluruhan. Per tahun lalu, hanya 19 persen diplomat Korea Selatan yang ditempatkan di negara-negara yang bukan berbahasa Inggris mampu berbicara bahasa lokal.

Baca Juga

Akmal Sjafril: Lembaga Dakwah Perlu Banyak Diskusi
Raja Charles Kunjungi Masjid Cambridge, Erdogan: Langkah Penting Lawan Islamofobia
Starmer Mundur Burnham Menjadi Perdana Menteri Inggris Ke-7 Kurun Satu Dekade
Buya Amirsyah Ajak Seniman Muslim Bangun Peradaban Bangsa Melalui Kebudayaan Islam
AS Lancarkan Gelombang Serangan ke Iran, Ledakan Terdengar di Sejumlah Kota

Meskipun kementerian memiliki sistem untuk menilai dan mendidik diplomat dalam bahasa asing utama seperti Inggris, Prancis, dan Jerman, pelatihan untuk bahasa-bahasa lain seperti Arab dan Vietnam belum memadai.

Seorang pejabat senior mengatakan bahwa hanya “ada sedikit insentif bagi mereka yang mengkhususkan diri dalam bahasa seperti bahasa Arab, karena belum tentu mereka mendapatkan penugasan yang bergengsi.”

Beberapa diplomat bahkan mengatakan bahwa lebih menguntungkan untuk fokus mempelajari bahasa yang digunakan di pos-pos global utama.

“Apabila Korea benar-benar ingin menjadi negara penting dunia, kita harus memprioritaskan perekrutan dan pengembangan diplomat yang memahami bahasa dan budaya di kawasan utama,” kata Wi.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:bahasa ArabKorea Selatan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Faksi Hamas dan Fatah Bertemu di Mesir Membahas Genosida ‘Israel’ di Gaza
Tulisan selanjutnya Omar bin Laden Diperintahkan Angkat Kaki dari Prancis

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Artikel

Pena Muballigh Menentukan Masa Depan Peradaban Islam

Artikel
21 Juli 2026 07:00
Kelompok Houthi Nyatakan Blokade Laut terhadap Arab Saudi
Empat Negara Islam Sepakat Hidupkan Kembali Jalur Kereta Hijaz Warisan Utsmaniyyah
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo

Terbaru

  • Akmal Sjafril: Lembaga Dakwah Perlu Banyak Diskusi
  • Raja Charles Kunjungi Masjid Cambridge, Erdogan: Langkah Penting Lawan Islamofobia
  • Starmer Mundur Burnham Menjadi Perdana Menteri Inggris Ke-7 Kurun Satu Dekade
  • Buya Amirsyah Ajak Seniman Muslim Bangun Peradaban Bangsa Melalui Kebudayaan Islam
  • AS Lancarkan Gelombang Serangan ke Iran, Ledakan Terdengar di Sejumlah Kota
  • Empat Negara Islam Sepakat Hidupkan Kembali Jalur Kereta Hijaz Warisan Utsmaniyyah
  • Pena Muballigh Menentukan Masa Depan Peradaban Islam
  • Kelompok Houthi Nyatakan Blokade Laut terhadap Arab Saudi
  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina

20 Juli 2026 17:00
Berita

Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’

20 Juli 2026 14:30
Berita

Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah

20 Juli 2026 12:51
Berita

Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat

20 Juli 2026 11:05
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?