Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Survei Membuktikan Tidak Mudah Bagi Muslim untuk Tinggal di Uni Eropa

Ama Farah
Terakhir diupdate: 24 Oktober 2024 17:32 5:32 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 24 Oktober 2024 17:31
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Muslim di Eropa sudah mengalami peningkatan diskriminasi bahkan sejak sebelum serangan 7 Oktober 2023 oleh Hamas terhadap Israel, yang juga mendorong kebencian terhadap Muslim, menurut badan HAM Uni Eropa hari Kamis (24/10/2024).

Beberapa negara Uni Eropa melaporkan adanya peningkatan tindakan anti-Muslim dan anti-Semit sejak 7 Oktober 2023, ketika Hamas menyerang Israel, yang kemudian melancarkan serangan terhadap penduduk Gaza, menurut European Union Agency for Fundamental Rights (FRA).

“Kami mengetahui adanya laporan dari beberapa negara Uni Eropa, yang menyoroti lonjakan kebencian anti-Muslim — serta anti-Semitisme — setelah serangan Hamas,” kata juru bicara FRA Nicole Romain, seperti dilansir AFP.

Namun bahkan sebelum itu, “semakin sulit menjadi seorang Muslim di Uni Eropa,” kata FRA dalam laporan terbarunya.

Hampir satu dari setiap dua Muslim di Uni Eropa mengalami rasisme dan diskriminasi dalam kehidupan sehari-hari mereka, yang merupakan peningkatan tajam dari 39 persen yang ditemukan FRA pada survei sebelumnya tahun 2016.

Baca Juga

Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Diskriminasi terhadap Muslim tertinggi tercatat di Austria, Jerman dan Finlandia.

“Kita menyaksikan lonjakan yang mengkhawatirkan dalam rasisme dan diskriminasi terhadap Muslim di Eropa,” kata direktur FRA Sirpa Rautio.

“Hal ini dipicu oleh konflik di Timur Tengah dan diperburuk oleh retorika anti-Muslim yang tidak manusiawi yang kita lihat di seluruh benua ini,” imbuh Rautio.

Laporan terbaru FRA itu merupakan hasil survei dari 9.600 Muslim di 13 negara Uni Eropa antara Oktober 2021 dan Oktober 2022.

“Wanita, pria, dan anak-anak Muslim menjadi sasaran bukan hanya karena agama mereka, tetapi juga karena warna kulit dan etnis atau latar belakang imigran mereka,” catat FRA.

Kaum muda Muslim yang lahir di Uni Eropa dan wanita yang mengenakan hijab merupakan kelompok yang paling terdampak, imbuhnya.

Survei tersebut mencatat adanya peningkatan rasisme anti-Muslim terutama di pasar kerja dengan “dampak berantai pada bidang kehidupan lainnya, seperti perumahan, pendidikan atau perawatan kesehatan.

”Dua dari lima orang, atau 41 persen, memiliki kualifikasi yang terlalu tinggi untuk pekerjaan mereka dibandingkan dengan 22 persen orang pada umumnya, kata FRA. Maksudnya, Muslim cenderung mendapatkan pekerjaan rendahan meskipun kualifikasi pendidikannya tinggi.

Sepertiga rumah tangga responden Muslim berjuang untuk memenuhi kebutuhan dibandingkan dengan 19 persen rumah tangga pada umumnya, dan mereka dua kali lebih mungkin tinggal di perumahan yang padat, lapor FRA.

Sekitar 26 juta Muslim tinggal di Uni Eropa, atau mencakup sekitar lima persen dari total populasi Uni Eropa, kata FRA, mengutip estimasi mutakhir yang tersedia yaitu tahun 2016 dari Pew Research Center.

Kebanyakan Muslim Uni Eropa tinggal di negara Prancis dan Jerman.Jumlah Muslim di Uni Eropa meningkat “secara signifikan kurun beberapa tahun terakhir disebabkan banyaknya orang yang melarikan diri dari konflik di Afghanistan, Iraq, dan Suriah,” imbuh laporan tersebut.

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Muslim
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pengamat: Sumber Maraknya Judi Online Dipengaruhi Influencer
Tulisan selanjutnya Israel Tuduh Jurnalis Al Jazeera sebagai Pejuang Palestina ‘Israel’ Tuding Jurnalis Al Jazeera sebagai Pejuang Hamas

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Feature

Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026

Feature
30 Mei 2026 17:30
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam

Terbaru

  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

4 Juni 2026 09:00
Berita

Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

4 Juni 2026 08:06
Berita

Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

3 Juni 2026 16:00
Berita

Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

3 Juni 2026 13:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?