Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Perang di Sudan 13 Juta Orang Kehilangan Tempat Tinggal Separuh Penduduk Kurang Gizi

Ama Farah
Terakhir diupdate: 28 November 2024 17:28 5:28 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 28 November 2024 17:28
Bagikan
Beginilah kondisi kelaparan di Sudan Selatan
Bagikan

Hidayatullah.com– Peperangan di Sudan, yang dimulai 20 bulan lalu, mengakibatkan salah satu bencana kemanusiaan paling parah di dunia menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa. Lebih dari 13 juta orang mengungsi akibat konflik itu, dan lebih dari separuh dari 45 juta penduduk Sudan mengalami kekurangan gizi akut dengan delapan juta orang di antaranya dalam kondisi kritis.

Menurut laporan reporter Radio France Internationale (RFI) di Sudan hari Rabu (27/11/2024), rumah sakit Al-Shuhada di daerah Bahri di bagian utara pinggiran ibu kota Khartoum, belum lama ini direbut oleh tentara reguler Sudan dari tangan pasukan paramiliter Rapid Support Forces (RSF).

Tidak jauh dari rumah sakit itu, penduduk mengalami malnutrisi dan kelaparan, yang sekarang merenggut nyawa lebih banyak dibandingkan perang itu sendiri.

“Kedua putri saya meninggal karena kelaparan,” kata Selwa Zakaria kepada RFI. “Yang pertama empat bulan lalu – dia berusia 12 tahun. Yang kedua – berusia satu setengah tahun – meninggal seminggu yang lalu. Kami tidak punya apa-apa untuk dimakan.” Ibu malang itu sedang menunggu staf medis di depan pintu unit pelayanan gizi di RS Al-Shuhada.

Fatima Haroun petugas yang merawat bayi-bayi kurang gizi sedang menimbang berat badan satu per satu bayi yang dijaganya.

Baca Juga

Malaysia akan Putus Aliran Listrik dan Air Bangunan Ilegal Termasuk di Penampungan Rohingya
Kapalnya Ditembak Dekat Oman India Panggil Diplomat Amerika Serikat
Seorang Ibu Gugat OpenAI Terkait Kematian Putrinya Usai Curhat ke ChatGPT
Kelompok Hacker Terkait Iran Klaim Retas Drone FBI
Jelang Musim Panas UEA Sediakan 12 Ribu Tempat Istirahat Ber-AC untuk Pekerja Luar Ruangan

“Pada bulan September saja, kami mencatat 20 kematian anak di bawah usia 5 tahun,” katanya kepada reporter RFI. ”Kami menghadapi situasi kelaparan level 1. Namun, tidak seorang pun menyadari betapa seriusnya kasus-kasus yang kami tangani di sini. Saya pernah menerima satu keluarga yang, ketika mereka tidak punya apa pun untuk dimakan, mereka mengambil lumpur Sungai Nil untuk dimakan!”

Sosok-sosok yang tampak kelaparan juga menunggu di lobi rumah sakit. Seorang anak laki-laki bernama Fayad, yang tubuhnya hanya tinggal tulang dan kulit, sedang dirawat oleh Dokter Imad.

“Ketika saya menerimanya di ruang gawat darurat, dia dalam keadaan mengalami dehidrasi, hipotensi,” kata dokter tersebut kepada RFI. “Dia kekurangan gula, air, semuanya.”

Dokter itu bertanya kepada Fayad apakah dia bisa bicara. Anak itu tidak dapat menjawab. Bibirnya nyaris tidak bergerak.

Warga Sudan yang berhasil melarikan diri dari daerah yang sedang dilanda pertempuran tiba dalam kondisi kritis.

Azza Hussein belum lama menyelamatkan diri dari daerah Samarab, sekitar satu kilometer dari rumah sakit Al-Shuhada.

“Tidak ada makanan. Pasar-pasar kosong, Orang sekarat di mana-mana,” katanya kepada RFI.“Di lingkungan kami, dalam dua minggu saja sudah ada 150 orang yang meninggal. Contohnya, tetangga saya meninggal karena disentri mendadak, ada juga yang meninggal karena air sumur [kotor]. Ada juga karena demam berdarah. Pemakaman dilakukan dengan secepat mungkin supaya jasad-jasad tidak menjadi sumber penularan penyakit,” paparnya.

Pada kondisi normal, penyakit-penyakit tersebut tidak membunuh jika diobati sebagaimana mestinya, namun kondisi kelaparan menjadikannya sebagai pengundang maut, menurut direktur rumah sakit tersebut Hadil El-Hassan.

Akibat malnutrisi dan kelaparan, sistem kekebalan tubuh masyarakat sangat lemah.

Di seluruh Sudan, perang telah menyebabkan kehancuran di mana-mana, terjadi penjarahan di pabrik-pabrik dan pasar-pasar. Masyarakat terkepung peperangan tanpa akses terhadap makanan.

“Kami tidak bisa mengirimkan makanan kepada mereka,” kata El-Hassan.

Dia menyerukan supaya koridor kemanusiaan dibuka, khususnya ke wilayah-wilayah yang dikuasai Rapid Support Forces.

Dalam kondisi kekacauan meluas seperti sekarang ini, sulit untuk mengetahui berapa banyak orang yang mati karena kelaparan.

“Mereka merupakan korban ikutan dari perang,” imbuhnya.

Di dalam wilayah Sudan sekitar 11 juta irang menjadi pengungsi di negaranya sendiri, sementara dua juta lainnya mengungsi ke negara-negara tetangga.

Sebagian besar warga Sudan merasa benar-benar terabaikan.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:kelaparanSudah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Inilah Tingkatan-Tingkatan Iman Manusia
Tulisan selanjutnya Pejabat dan Pengusaha Iraq Terdakwa Korupsi $2,5 Miliar Dikirim ke Penjara

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Jelang Musim Panas UEA Sediakan 12 Ribu Tempat Istirahat Ber-AC untuk Pekerja Luar Ruangan

Berita
13 Juni 2026 09:49
Emil Salim Dorong MUI Perluas Dakwah Ekologis ke Kalangan Menteri Kabinet
BPJPH Dorong Pelaku Usaha Urus Sertifikat Halal Jelang Wajib Halal 2026
Timur Tengah Kian Memanas, Iran Tutup Wilayah Udara usai Serangan ke ‘Israel’
Penjajah ‘Israel’ Lancarkan Serangan di Berbagai Wilayah Gaza, 10 Orang Syahid

Terbaru

  • Malaysia akan Putus Aliran Listrik dan Air Bangunan Ilegal Termasuk di Penampungan Rohingya
  • Kapalnya Ditembak Dekat Oman India Panggil Diplomat Amerika Serikat
  • Seorang Ibu Gugat OpenAI Terkait Kematian Putrinya Usai Curhat ke ChatGPT
  • Kelompok Hacker Terkait Iran Klaim Retas Drone FBI
  • Jelang Musim Panas UEA Sediakan 12 Ribu Tempat Istirahat Ber-AC untuk Pekerja Luar Ruangan
  • Sikap Prof. H. M. Rasjidi terhadap Jabatan
  • Mengukir Senyum, Merajut Persaudaraan: Hangatnya Kebersamaan Qurban di Dukuh Kwarasan
  • Haflah Parade Tasmi’ Al-Qur’an, Momentum Mencetak Generasi Penghafal Al-Qur’an
  • China Tangkap Akademisi WN Amerika dengan Tuduhan Spionase
  • Pasokan Avtur Saudi ke Eropa Melebihi Sebelum Penutupan Selat Hormuz

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Mengukir Senyum, Merajut Persaudaraan: Hangatnya Kebersamaan Qurban di Dukuh Kwarasan

12 Juni 2026 21:48
Berita

Haflah Parade Tasmi’ Al-Qur’an, Momentum Mencetak Generasi Penghafal Al-Qur’an

12 Juni 2026 21:40
Berita

China Tangkap Akademisi WN Amerika dengan Tuduhan Spionase

12 Juni 2026 21:12
Berita

Pasokan Avtur Saudi ke Eropa Melebihi Sebelum Penutupan Selat Hormuz

11 Juni 2026 18:23
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?