Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

22 Perwakilan Pesantren Pelatihan Ilmu Makhtutat di Institute of Arabic Manuscripts Mesir

Ahmad
Terakhir diupdate: 3 Desember 2024 14:35 2:35 pm
Ahmad
Dipublikasikan 3 Desember 2024 15:31
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Sebanyak 22 kiai Muda Indonesia telah menyelesaikan seluruh tahapan Pelatihan Makhtutath (Kepengarangan Turats) di Mesir. Program ini diselenggarakan Kementerian Agama RI bekerja sama dengan Institute of Arabic Manuscripts Mesir.

Pelatihan tahkik manuskrip yang diikuti oleh para pimpinan Pondok Pesantren se-Indonesia atas kerja sama Kementerian Agama RI dengan Institut Manuskrip Arab-Kairo selama 3 minggu, bertempat di Institut Manuskrip di Kairo,  demikian kutip akun IG Atdikbud KBRI Kairo.

Giat akademik pelatihan Makhtutath berlangsung sejak 1 sampai 26 November 2024, setara 22 pertemuan dan 42 jam pelatihan. Giat ini dibiayai Dana Abadi Pesantren pada Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren berkolaborasi dengan LPDP 2024.

Acara penutupan berlangsung pada Selasa (26/11/2024) di Mesir. Hadir, Prof. Dr. Abdul Sattar Al-Halluji, Dr. Ahmed Abdul Basith (dewan pengajar di Institute of Arabic Manuscripts Mesir), Dr. Abdul Muta’ali (Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Kairo), serta 20 ulama’ muda yang berasal dari Ma’had Aly Pesantren se-Indonesia.

Prof. Dr. Abdul Sattar Al-Halluji menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Agama Republik Indonesia yang telah memilih Institute of Arabic Manuscripts Mesir sebagai tempat pelatihan.

Baca Juga

ISIS Klaim Serangan di Aleppo yang Tewaskan 2 Tentara Suriah
Produksi Minyak Iraq Diperkirakan Normal Dalam Dua Bulan
Dicabut, Zelensky Kembalikan Medali Penghargaan dari Polandia
Pentagon Perlu $80 Miliar untuk Tutup Biaya Perang Iran dll
Dua Ledakan di Jalan Raya Khyber Pakhtunkhwa Sedikitnya 7 Orang Tewas

Dia menjelaskan bahwa meskipun Indonesia bukanlah negara yang berbahasa Arab, tapi dengan mayoritas penduduknya yang bergama Islam tentu juga bertanggung jawab dalam mengkaji makhtutoth ini. Karena peran umat Islam di mana pun akan memiliki dampak yang perlu diperhitungkan dalam menjaga peradaban ilmu keislaman.

“Ilmu makhtutath ini sebuah pengetahuan tambahan yang penting. Tidak hanya dipelajari oleh orang berbahasa Arab saja tapi mereka yang serius mengkaji tentang Islam. Lihatlah Ibnu Sina sebagai pelopor ilmu medis, dan mayoritas ulama hadits seperti Bukhari, Muslim, dan Abu Dawud bukanlah orang Arab. Ulama tafsir seperti Zamakhsyari, al-Razi, dan ilmuwan seperti al-Biruni, mereka-mereka inilah meskipun bukan orang Arab adalah contoh tokoh-tokoh yang memberikan kontribusi besar bagi peradaban Islam,” ujarnya.

Prof. Abdul Sattar berharap pelatihan ini dapat memotivasi peserta untuk terus menjaga dan melestarikan bahasa Arab, bahasa yang menjadi wahyu Al-Qur’an. Ia menekankan pentingnya mempelajari turats (warisan ilmiah) agar bermanfaat bagi umat Islam.

“Saya berharap setelah mengikuti daurah ini, kalian akan menyadari tanggung jawab besar untuk menjaga bahasa ini. Usahakan untuk terus mempelajari turats agar ilmu ini berguna bagi umat. Semoga itu menjadi amal jariyah bagi kita di akhirat nanti,” pesan Prof Abdul Sattar.

Hal senada disampaikan Dr. Abdul Muta’ali selaku Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Kairo. Menurutnya, Ilmu Makhtutath ini merupakan ilmu yang penting untuk dipelajari. Bahkan kemajuan Eropa yaitu renaissance berawal dari ilmu makhtutath.

“Sewaktu saya menulis tesis, saya membahas perbandingan pemikiran Niccolo Machiavelli dan Ibnu Khaldun. Dari perjalanan saya membaca dan mencari buku Niccolo Machiavelli sampai ke Perpustakaan di Sorbonne, saya menemukan ternyata Niccolo Machiavelli membaca buku Muqaddimah Ibnu Khaldun. Dari sini disimpulkan bahwa renaissance di Eropa sangat terpengaruh dengan ilmu makhtutath. Maka sungguh luar biasa, anda-anda ini mempelajari ilmu makhtutath. Saya berharap semoga Anda-Anda ini bisa membawa masa depan bagi Indonesia dan peradaban Islam,” kata Dr. Abdul Muta’ali.

Dr. Ahmed Abdul Basith, selaku penanggung jawab pelatihan, menyampaikan permohonan maaf jika sering mengingatkan tentang pentingnya belajar. Menurutnya, belajar adalah kewajiban setiap muslim di setiap waktu. ‘Siapa yang tidak merasakan kehinaan dalam menuntut ilmu, ia akan merasakan kehinaan dalam kebodohan sepanjang hidupnya.’

“Saya berharap kalian akan terus belajar dan memperhatikan apa yang kami sampaikan,” ungkapnya. Ia juga menyampaikan harapannya agar program ini dapat dilanjutkan dan semakin banyak peserta yang dapat mengikutinya di masa depan.

Perwakilan peserta, Ahmad Zuhairuz Zaman, Mudlir Ma’had Aly As-Sunniyah Jember Jawa Timur, menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang mendalam kepada Kementerian Agama Indonesia atas program beasiswa non-gelar Kepengarangan Turats di Mesir yang sangat bermanfaat. Zuhair juga mengucapkan terima kasih kepada Pimpinan Institute of Arabic Manuscripts atas pelatihan selama sebulan ini, yang mendatangkan para ahli ilmu tahqiq dari berbagai universitas di Kairo dan Iskandariah.

“Kami berterima kasih kepada Kementerian Agama dan seluruh pihak yang telah mendukung kelancaran program ini. Semoga ilmu yang kami peroleh dapat kami amalkan bersama santri-santri Ma’had Aly di daerah kami. Kami juga menyampaikan terima kasih khusus kepada Dr. Ahmed Abdul Basith yang telah mendampingi kami dengan penuh kesabaran,” ujar perwakilan peserta dikutip laman Kemenag.

Wahyudi Rahman, salah satu peserta dan juga Naib Mudir Ma’had Aly Sumatera Thawalib Parabek Sumatera Barat , mengungkapkan rasa optimisnya dengan berkata, “Bila bulan sabit telah muncul, tak akan lama lagi purnama akan datang. 20 ulama’ yang terpilih ini akan menjadi motor penggerak dalam penelitian dan tahqiq karya ulama Nusantara. Ini adalah kabar gembira bagi Kementerian Agama dan seluruh pondok pesantren di Nusantara.”

Dengan penutupan acara ini, diharapkan semangat untuk melanjutkan studi yang berkaitan dengan makhtutath dan penelitian turats akan terus berkobar, serta memberi kontribusi positif bagi pengembangan ilmu pengetahuan Islam di Indonesia.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Kepengarangan Turatskiai MudaMesirpondok pesantren Makhtutath
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Alfabet Tertua di Dunia, Berusia 4.000 Tahun, Ditemukan di Tanah Syam
Tulisan selanjutnya Lufthansa Tangguhkan Penerbangan ke ‘Israel’ Hingga Januari 2025

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Produksi Minyak Iraq Diperkirakan Normal Dalam Dua Bulan

Berita
21 Juni 2026 14:19
Dicabut, Zelensky Kembalikan Medali Penghargaan dari Polandia
Khalwat Digital, Fenomena Pacaran Era Media Sosial
MUI Serukan Masyarakat Lawan Gerakan Normalisasi LGBT
Pesepakbola Paraguay Jadi yang Pertama Diusir dari Lapangan Piala Dunia karena Menutup Mulut

Terbaru

  • ISIS Klaim Serangan di Aleppo yang Tewaskan 2 Tentara Suriah
  • Produksi Minyak Iraq Diperkirakan Normal Dalam Dua Bulan
  • Pakar Bilang Suplemen Harian Lebih Banyak Bahaya Dibandingkan Manfaat
  • Dicabut, Zelensky Kembalikan Medali Penghargaan dari Polandia
  • Pentagon Perlu $80 Miliar untuk Tutup Biaya Perang Iran dll
  • Dua Ledakan di Jalan Raya Khyber Pakhtunkhwa Sedikitnya 7 Orang Tewas
  • Pesepakbola Paraguay Jadi yang Pertama Diusir dari Lapangan Piala Dunia karena Menutup Mulut
  • Pengadilan Penjarakan Orang Tua dari Bocah Pelaku Penembakan di Sekolah Beograd Serbia 2023
  • Label Teroris untuk Palestine Action Dibenarkan Pengadilan Banding Inggris
  • Amerika Serikat Hentikan Pendanaan Program HIV di Afrika Selatan

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Pengadilan Penjarakan Orang Tua dari Bocah Pelaku Penembakan di Sekolah Beograd Serbia 2023

20 Juni 2026 11:27
Berita

Label Teroris untuk Palestine Action Dibenarkan Pengadilan Banding Inggris

20 Juni 2026 10:49
Berita

Amerika Serikat Hentikan Pendanaan Program HIV di Afrika Selatan

20 Juni 2026 09:58
Berita

Hujan Hitam di Moskow Usai Ukraina Bombardir Pengilangan Minyak Rusia

19 Juni 2026 15:34
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?