Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Alfabet Tertua di Dunia, Berusia 4.000 Tahun, Ditemukan di Tanah Syam

Ahmad
Terakhir diupdate: 3 Desember 2024 14:31 2:31 pm
Ahmad
Dipublikasikan 3 Desember 2024 15:15
Bagikan
Alfabet tertua di dunia berusia 4.000 tahun ditemukan di Suriah (Bumi Syam)
Bagikan

Hidayatullah.com—Para arkeolog menemukan tulisan alfabet tertua di dunia yang terukir pada silinder tanah liat seukuran jari yang ditemukan dalam penggalian makam di Suriah atau yang kita kenal dengan Tanah Syam.

Peneliti di Universitas Johns Hopkins di Amerika Serikat menemukan tulisan tersebut berasal dari sekitar tahun 2400 SM.  Penemuan tersebut dipresentasikan pada pertemuan tahunan American Society of Overseas Research.

“Tulisan alfabet mengubah cara orang hidup, cara mereka berpikir, cara mereka berkomunikasi,” kata arkeolog Glenn Schwartz, yang berada di balik penemuan silinder tanah liat sebagaimana dikutip wionews

Menurut para ahli, bentuk tulisan ini kemungkinan telah merevolusi bahasa karena dapat diakses oleh orang-orang yang berada di luar elit sosial dan bangsawan.

“Abjad merevolusi tulisan dengan membuatnya dapat diakses oleh orang-orang di luar keluarga kerajaan dan elit sosial. Tulisan abjad mengubah cara orang hidup, cara mereka berpikir, cara mereka berkomunikasi,” kata Schwartz dalam siaran pers.

Baca Juga

perang skala penuh
Zionis ‘Israel’ Habiskan Hampir Rp3.673 Triliun untuk Perang sejak 7 Oktober
Jadi Target, Koresponden Al Arabiya Tewas di Mukalla Yaman
Amerika Serikat Kembali Buka Kedutaannya di Kuwait Usai Serangan Iran
Tujuh Negara Eropa Menyeru RSF untuk Menghentikan Segera Kekerasan di Sudan
Prancis Umumkan Kasus Pertama Ebola di Wilayahnya

“Dan penemuan baru ini menunjukkan bahwa orang-orang bereksperimen dengan teknologi komunikasi baru jauh lebih awal dan di lokasi yang berbeda dari yang kita bayangkan sebelumnya,” tambahnya.

Berbicara tentang silinder tanah liat yang dipanggang ringan, tempat tulisan abjad terukir, Dr. Schwartz mengatakan: “Dan penemuan baru ini menunjukkan bahwa orang-orang bereksperimen dengan teknologi komunikasi baru jauh lebih awal dan di lokasi yang berbeda dari yang kita bayangkan sebelumnya.”

Berdasarkan perforasi kecil yang ada pada silinder tanah liat, para ilmuwan mengatakan bahwa kemungkinan besar itu terikat pada objek lain.

“Mungkin mereka merinci isi sebuah wadah, atau mungkin dari mana wadah itu berasal, atau siapa pemiliknya,” jelas Dr. Schwartz.

“Tanpa sarana untuk menerjemahkan tulisan itu, kita hanya bisa berspekulasi,” tambahnya.

Para peneliti menggunakan teknik penanggalan karbon untuk memastikan bahwa makam, artefak, dan tulisan tersebut semuanya berasal dari tahun 2400 SM.

“Sebelumnya, para ilmuwan mengira alfabet ditemukan di atau sekitar Mesir sekitar tahun 1900 SM,” kata Dr. Schwartz.

i

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:alfabetBumi SyamsuriahUniversitas Johns Hopkins
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Iran Lepaskan Rapper Toomaj Salehi Setelah Hukuman Matinya Dibatalkan
Tulisan selanjutnya 22 Perwakilan Pesantren Pelatihan Ilmu Makhtutat di Institute of Arabic Manuscripts Mesir

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Prancis dan Jerman Sepakat Kelola Bersama Perusahaan Senjata KNDS

Berita
23 Juni 2026 00:02
Seorang Pemimpin ISIS Terbunuh Dalam Serangan Amerika di Suriah
Pelajaran dari Kejatuhan Keir Starmer: Belum Sampai ke Pantai
Ledakan di Fasilitas Gas Terbesar Qatar Merenggut 13 Nyawa
Amerika Serikat Kembali Buka Kedutaannya di Kuwait Usai Serangan Iran

Terbaru

  • Zionis ‘Israel’ Habiskan Hampir Rp3.673 Triliun untuk Perang sejak 7 Oktober
  • Krisis Makna di Era Modern dan Jalan Kembali kepada Wahyu
  • Jadi Target, Koresponden Al Arabiya Tewas di Mukalla Yaman
  • Pelajaran dari Kejatuhan Keir Starmer: Belum Sampai ke Pantai
  • Amerika Serikat Kembali Buka Kedutaannya di Kuwait Usai Serangan Iran
  • Tujuh Negara Eropa Menyeru RSF untuk Menghentikan Segera Kekerasan di Sudan
  • Prancis Umumkan Kasus Pertama Ebola di Wilayahnya
  • Italia Geram Sekjen NATO Ungkap Perannya Bantu Amerika dalam Perang Iran
  • Seorang Pemimpin ISIS Terbunuh Dalam Serangan Amerika di Suriah
  • Iman, Ilmu, dan Amal: Tiga Pilar Kebangkitan Umat

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Italia Geram Sekjen NATO Ungkap Perannya Bantu Amerika dalam Perang Iran

25 Juni 2026 12:11
Berita

‘Israel’ Gelontorkan Dana untuk Ubah Situs Arkeologi Palestina Jadi Situs Yahudi

24 Juni 2026 17:00
Berita

Trump Sebut Dana Iran yang Dibebaskan Akan Dipakai Beli Produk AS

24 Juni 2026 16:20
Mossad
Berita

Turki Tangkap 209 Orang di Ankara Jelang KTT NATO

23 Juni 2026 21:41
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?