Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Menag: ICMI Harus jadi Partner Mencari Jalan Keluar Masalah Umat

Ahmad
Terakhir diupdate: 16 Desember 2024 14:52 2:52 pm
Ahmad
Dipublikasikan 16 Desember 2024 14:52
Bagikan
Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI)
Bagikan

Hidayatullah.com—Menteri Agama Republik Indonesia, Prof Dr Nasarudin Umar mengharapkan agar Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) dapat menjadi partner Kementerian Agama (Kemenag) dalam membangun dan memberikan jalan keluar bagi masalah-masalah keumatan di Indonesia.

“Ketika diangkat sebagai Menteri Agama, saya gelisah melihat umat di Indonesia saat ini dan butuh teman untuk berpikir. Karena itu ICMI saya harapkan jadi partner saya di Kemenag dalam membangun umat dan memberikan solusi yang sesuai berdasarkan landasan akademis yang kuat,” kata Menag dalam sambutannya di Silaknas ICMI 2024, hari Ahad, (15/12/ 2024) di IPB International Convention Center, Bogor.

Menag Nasaruddin melihat bahwa ada yang tidak simetris dalam penerapan agama sebagai mitos dan penerapannya sebagai logos atau sesuatu yang terukur.

“Agama itu sebagai sebuah mitos, tapi mitos itu harus diangkat menjadi sebuah logos yang bisa diukur. Dan logos itu nanti harus diangkat lagi menjadi sebuah etos. Jadi dari logos menjadi etos yang basic-nya adalah mitos,” tutur Menag

Dirinya berhipotesis bahwa semakin dekat umat dengan ajaran agamanya, pasti semakin aman negeri ini. Tapi semakin berjarak umat dengan ajaran agamanya, pasti risikonya banyak sekali.

Baca Juga

AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang

“Karena itu, tantangan kita juga sekarang ini adalah bagaimana mengartikulasikan agama di dalam kehidupan sehari-hari, dan disitulah ranah ICMI sebagai cendekiawan muslim,” tutur Menag.

Lebih lanjut, Menag Nasaruddin Umar juga mengutip tesis seorang Sosiolog Agama Max Weber bahwa tidak mungkin kita bisa mengubah suatu prilaku tanpa mengubah sistem etos, etika masyarakat. “Dan tidak mungkin kita bisa mengubah etika, tanpa melakukan peninjauan terhadap teologi masyarakat,” kata Menag.

Karena itu, ICMI diharapkan kedepannya akan memberi masukan dan gagasan positif dan produktif terkait masalah keumatan kepada Kemenag, kata Nasaruddin.

“Jika ini berjalan dengan baik, maka akan luar biasa hasilnya bagi bangsa ini. Saya seringkali melihat banyak orang berpikir hanya soal kebutuhan dan keinginan, namun belum dilengkapi dengan landasan akademik atau teori yang tepat, padahal berharap juga harus ada teorinya,” kata Menag.

Dirinya memotret situasi di Kementeriannya, bahwa ada banyak hal yang sebenarnya mubazir karena di Kemenag hanya bekerja bagi masing-masing kepentingannya saja tanpa peduli, apakah itu bermanfaat bagi umat atau tidak.

“Contohnya adalah apakah hasil penelitian di bagian Litbang bisa diimplementasikan ke umat atau tidak, lalu berapa persen hasil penelitian ini dimanfaatkan oleh umat termasuk banyak disertasi, tesis dan skripsi di Perguruan Tinggi yang tidak banyak digunakan oleh umat,” terang Menag.

Pengelolaan Dana Haji

Dalam kesempatan tersebut, Menag juga meminta secara khusus ICMI dapat terlibat dalam solusi pengelolaan dana haji yang tepat guna dan memberikan manfaat bagi umat.

“Contohnya adalah pembayarn Dam (denda akibat kesalahan dalam berhaji) yang biasanya dibayarkan dengan memotong kambing di Tanah Suci, ketika saya diskusi dengan kementerian Haji Saudi, mereka menjelaskan bahwa Dam itu menjadi beban tersendiri bagi mereka karena harus menyediakan banyak kambing dan mengelola limbah pemotongannya yang juga tidak mudah,” ungkap Nazarudin.

Karena itu, saat dirinya mengusulkan agar Dam itu dialihkan untuk dialihkan penyembelihannya di Indonesia, mereka sangat setujua dan merasa terbantu jika itu dapat dilaksanakan.

“Bayangkan jika itu disembelih dan didistribusikan di Indonesia, maka berapa besar manfaatnya bagi rakyat Indonesia dan berapa banyak peternak kambing dan petani yang akan diuntungkan secara ekonomis,” kata Nasarudin.

Namun masalahnya menurut Menag, justeru pada fatwa Majelis Ulama yang mengharamkan mengambil nilai manfaat dari dana haji itu dan pendapat ulama yang menyatakan dam harus disembelih di Makkah.

“Di sinilah peran ICMI untuk menjelaskan landasan ilmiah, jika dam ini dapat dikelola di Indonesia,” pungkas Menag Nasarudin.

ICMI akan selalu hadir untuk memberikan solusi dan kontribusi terbaik bagi bangsa Indonesia. ICMI yang berlandaskan ke-Islaman dan ke-Indonesiaan berbasis kecendekiaan akan selalu berperan aktif mendorong kebaikan untuk bangsa dan negara.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:ICMIIkatan Cendekiawan Muslim se-IndonesiaKeumatanMenagMenteri Agama
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya 110 Warga Palestina Syahid Dibunuh ‘Israel’ pada Akhir Pekan Ini
Tulisan selanjutnya Dominasi Platform Digital menjadi Tantangan Besar Media Indonesia  

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Tak Mau Angkut Senjata 'Israel', Lufthansa Tetapkan Embargo
BeritaIptekes

Nyamuk Datang Naik Pesawat Dua Pekerja Bandara Jerman Meninggal Karena Malaria

Berita Iptekes
27 Agustus 2026 23:34
Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
Mengapa Kolombia Ingin Pulihkan Hubungan dengan ‘Israel’?
DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah
Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September

Terbaru

  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing

2 September 2026 15:07
Berita

Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia

1 September 2026 12:00
Berita

Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya

1 September 2026 09:01
Berita

Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya

31 Agustus 2026 22:46
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?