Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Diduga Korban Perdagangan Manusia Puluhan Pria Ethiopia Dikurung dalam Keadaan Telanjang

Ama Farah
Terakhir diupdate: 11 Januari 2025 20:38 8:38 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 11 Januari 2025 20:38
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Aparat Kepolisian Afrika Selatan menyelamatkan puluhan pria Ethiopia yang diyakini korban perdagangan manusia di Johannesburg, setelah sekelompok orang memecahkan kaca dan merampok sebuah bar untuk melarikan diri dari sebuah rumah di mana mereka dikurung dalam keadaan telanjang.

Tiga orang ditangkap dengan dugaan perdagangan manusia dan kepemilikan senjata api ilegal pada Kamis malam (9/1/2025) setelah para tetangga yang mendengar keributan di Sandringham, daerah pinggiran Johannesburg, menghubungi pihak kepolisian, menurut pernyataan unit kejahatan serius Hawks.

Polisi mendorong masyarakat untuk melapor apabila melihat orang yang telanjang di daerah tersebut.Sekitar 60 pria Ethiopia dikurung dalam keadaan telanjang di sebuah rumah, lapor stasiun televisi lokal eNCA seperti dilansir The Guardian Jumat (10/1/2025).

Kamera televisi menunjukkan darah berceceran di bawah sebuah jendela terbuka di bagian depan rumah tersebut. Polisi mengatakan 11 orang dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. Sejumlah orang Ethiopia masih belum berhasil diamankan petugas.

“Petunjuk yang kami miliki menandakan bahwa ini adalah masalah perdagangan manusia, karena mereka sebenarnya melarikan diri dari rumah tersebut dan mereka dikurung dalam keadaan telanjang. Sepertinya itu adalah modus operandi untuk membuat mereka malu dan tidak berusaha melarikan diri,” kata Philani Nkwalase, seorang juru bicara kepolisian.

Baca Juga

AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang

Seorang wanita tetangga dari rumah di mana orang-orang tersebut dikurung mengatakan kepada eNCA bahwa dirinya sangat terkejut dengan peristiwa itu. Menurutnya, dia terakhir kali melihat ada orang di properti itu beberapa pekan lalu ketika putranya berusaha mengambil bola yang melambung melewati pagar.

Sejak berakhirnya apartheid tiga dekade silam, Afrika Selatan menarik banyak kedatangan migran dari negara-negara Afrika. Namun, munculnya kekhawatiran para migran datang untuk menyelundupkan narkoba atau menambah angka pengangguran semakin parah memicu sikap xenophobia, kebencian dan tindak kekerasan terhadap orang asing.

Dari 62 juta populasi Afrika Selatan terdapat 2,4 juta orang kelahiran luar negeri, menurut sensus 2022. Sementara lebih dari tiga perempat migran merupakan pendatang dari negara-negara di belahan selatan Afrika, sekitar 58.000 migran Ethiopia mencari peruntungan hidup di negara itu.

Pada bulan Agustus 2024, sebanyak 82 warga Etiopia ditemukan berdesakan di sebuah rumah di wilayah yang sama di Johannesburg, tanpa cukup makanan atau fasilitas toilet dan kamar mandi yang layak. Tujuh dari mereka awalnya dianggap masih di bawah umur dan 19 lainnya dikatakan masih di bawah umur ketika mereka dibawa ke pengadilan atas dugaan memasuki Afrika Selatan secara ilegal.

“Mereka semua adalah migran tak berdokumen yang bukan korban perdagangan manusia tetapi diselundupkan ke negara ini,” kata Departemen Dalam Negeri dalam sebuah pernyataan akhir bulan itu.

Nkwalase mengatakan tidak jelas apakah kasus Agustus tahun lalu itu berkaitan dengan kasus terbaru ini. Aparat kepolisian masih kesulitan untuk memeriksa orang-orang Ethiopia itu karena minimnya tenaga penerjemah.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Afrika SelatanEthiopiaperdagangan manusia
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pelecehan seksual Vatikan Gereja Pria Gay Boleh Masuk Seminari Pendeta Katolik Asalkan Tetap Selibat
Tulisan selanjutnya Shalat tarawih dua shift Dunia Dikuasai Pengusaha, Jusuf Kala ajak Umat Islam Berani jadi Pengusaha Besar

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Board of Peace Sebut Hamas dan Kelompok Perlawanan Palestina Lain Setuju Serahkan Senjata

Berita
28 Agustus 2026 11:26
Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global
Ratko Mladic Si Penjagal Bosnia Meninggal di Usia 84 Tahun
Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
Presiden Iran: Jangan Biarkan Wilayah Negara Muslim Dipakai Menyerang Sesama

Terbaru

  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing

2 September 2026 15:07
Berita

Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia

1 September 2026 12:00
Berita

Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya

1 September 2026 09:01
Berita

Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya

31 Agustus 2026 22:46
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?