Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Jurnalis Voice of America Menggugat Pemerintahan Presiden Trump

Ama Farah
Terakhir diupdate: 22 Maret 2025 15:56 3:56 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 22 Maret 2025 15:56
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Para jurnalis Voice of America beserta serikat pekerja mereka, hari Jumat (21/3/2025), menggugat pemerintah Amerika Serikat pimpinan Presiden Donald Trump, mengatakan bahwa penutupan media itu melanggar hak kebebasan berbicara para pekerja yang dijamin oleh First Amendment.

Direktur sementara US Agency for Global Media Victor Morales dan Penasihat Khusus Kari Lake pada Sabtu pekan lalu menempatkan lebih dari 1.300 karyawan dalam status cuti dan memangkas pendanaan untuk media tersebut. Tindakan itu melanggar First Amendment yang menjadi dasar pemberian amanat oleh Kongres AS dan pendanaan Voice of America, menurut gugatan yang dimasukkan ke pengadilan federal di New York.

Pemberhentian karyawan dan pemangkasan dana merupakan bagian dari upaya Presiden Trump untuk mengurangi pemborosan uang negara untuk hal-hal yang dianggapnya tidak sejalan dengan kepentingan Amerika Serikat.

Gugatan itu meminta pengadilan supaya membatalkan keputusan penutupan US Agency for Global Media, yang mendanai VOA serta beberapa media lain seperti Radio Free Europe, Radio Liberty, dan Radio Free Asia.

Penutupan secara mendadak itu justru akan memperkuat rezim-rezim otoriter di seluruh dunia, menurut klaim di dalam gugatan.“Di banyak belahan dunia, sumber berita obyektif yang sangat penting sudah musnah, yang tersisa hanya media berita yang disponsori oleh negara,” klaim para penggugat.

Baca Juga

Ubah Tradisi, Rektor UNIDA Gontor Ajak Dosen Jadi Magnet Keilmuan Mahasiswa karena Kepakarannya
UNIDA Gontor Kukuhkan 4 Guru Besar Baru, Dorong Tradisi Kepakaran Keilmuan
Jadi Beban dan Masalah, Malaysia Repatriasi Ribuan Pengungsi dan Migran Myanmar
Negara Bagian California Tetapkan Idul Fitri dan Idul Adha sebagai Hari Libur Resmi
Siti Hasmah Mohamad Ali, Istri Mahathir Mohamad Wafat di Usia 100

Voice of America (VOA) didirikan pada masa Perang Dunia Kedua untuk menangkis propaganda Nazi. Media itu kemudian berkembang besar menjadi media internasional yang bersiaran dalam lebih dari 40 bahasa secara online, lewat gelombang radio dan di layar televisi, menyebarkan narasi berita dari sudut pandang Amerika Serikat di negara-negara yang dianggap kebebasan persnya minim.

Voice of America, Radio Free Europe, dan Radio Free Asia memiliki lebih dari 425 juta pendengar per pekan sebelum ditutup oleh pemerintahan Trump, menurut gugatan tersebut seperti dilansir Reuters.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Amerika SerikatDonald TrumpVoice of America
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Wanita Menteri Anak Islandia Mundur Ketahuan Punya Putra Hasil Hubungan dengan Remaja 15 Tahun
Tulisan selanjutnya pembagian makanan buka puasa atau takjil di Masjidil Haram Saudi Bagikan 200.000 Makanan Buka Puasa di Masjidil Haram Setiap Hari

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Orang Terkaya Afrika Bantu Pembangunan Jaringan Pipa BBM antara Ethiopia dan Djibouti

Berita
27 September 2026 08:42
Drone ‘Israel’ Meledak, Tewaskan Dua Tentaranya Sendiri
Buka MIHAS 2026, Wakil PM Malaysia Dorong Pembentukan ASEAN Halal Council
Uni Eropa Menghadapi Krisis Harga Energi
Siti Hasmah Mohamad Ali, Istri Mahathir Mohamad Wafat di Usia 100

Terbaru

  • Ubah Tradisi, Rektor UNIDA Gontor Ajak Dosen Jadi Magnet Keilmuan Mahasiswa karena Kepakarannya
  • UNIDA Gontor Kukuhkan 4 Guru Besar Baru, Dorong Tradisi Kepakaran Keilmuan
  • Jadi Beban dan Masalah, Malaysia Repatriasi Ribuan Pengungsi dan Migran Myanmar
  • Negara Bagian California Tetapkan Idul Fitri dan Idul Adha sebagai Hari Libur Resmi
  • Menolak Digaji Negara: Kisah Para Hakim Teladan dalam Sejarah Peradaban Islam
  • Teladan Umar bin Khattab Ra. dalam Mengatasi Problem Gratifikasi
  • Siti Hasmah Mohamad Ali, Istri Mahathir Mohamad Wafat di Usia 100
  • Timnas Irlandia Tolak Jabat Tangan dengan ‘Israel’ sebelum Libas Tiga Gol Tanpa Balas
  • Iran Klaim Tangkap Drone Bawah Laut Amerika di Selat Hormuz
  • Warga Maroko di Belasan Kota Gelar Demo Tolak Normalisasi Pemerintahnya dengan ‘Israel’

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Timnas Irlandia Tolak Jabat Tangan dengan ‘Israel’ sebelum Libas Tiga Gol Tanpa Balas

28 September 2026 15:48
Berita

Iran Klaim Tangkap Drone Bawah Laut Amerika di Selat Hormuz

28 September 2026 07:00
Berita

Warga Maroko di Belasan Kota Gelar Demo Tolak Normalisasi Pemerintahnya dengan ‘Israel’

28 September 2026 06:00
Berita

Uganda Tangguhkan Kerja Sama Militer dengan Turki Terkait Ekstradisi Pengkritik Presiden Museveni

27 September 2026 16:44
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?