Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Yahudi Ultra-Ortodoks Disuruh Wajib Militer Partai Shas Ancam Jatuhkan PM Netanyahu

Ama Farah
Terakhir diupdate: 9 Juni 2025 19:37 7:37 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 9 Juni 2025 19:37
Bagikan
Yahudi Ultra Ortodoks Wajib Militer
Bagikan

Hidayatullah.com– Partai Shas, hari Senin (9/6/2025), mengancam akan menjatuhkan pemerintahan Israel pimpinan PM Benjamin Netanyahu yang mendukung mosi pemilu dini di tengah perselisihan tentang wajib militer bagi kalangan Yahudi ultra-Ortodoks.

Pemerintahan koalisi yang dipimpin Netanyahu saat ini – salah satu yang paling sayap kanan dalam sejarah Israel – berisiko ambruk disebabkan perselisihan tentang sebuah rancangan undang-undang yang akan mencabut pengecualian wajib militer bagi Yahudi ultra-Ortodoks, kaumnya Partai Shas.

Kalangan Yahudi Israel yang lain mendesak supaya pengecualian itu dicabut, karena Israel saat ini membutuhkan tambahan tentara untuk melawan Hamas di Gaza.

Netanyahu sendiri mendapatkan tekanan dari partainya sendiri Likud untuk lebih banyak memasukkan pria Yahudi ultra-Ortodoks dan memberlakukan hukuman bagi yang mengelak dari kewajiban itu, yang merupakan garis merah bagi Shas.

Partai Shas menginginkan UU yang secara permanen mengecualikan Yahudi ultra-Ortodoks dari keharusan mengikuti kewajiban militer dan memberikan waktu dua hari untuk Netanyahu mencari solusinya.

Baca Juga

Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

“Kami tidak ingin menjatuhkan sebuah pemerintahan sayap kanan, tapi kami sudah mencapai batas (kesabaran) kami,” kata juru bicara Shas Asher Medina kepada radio publik Israel seperti dilansir AFP Senin (9/6/2025).

“Apabila tidak ada solusi di menit-menit terakhir (perihal wajib militer), kami akan memilih untuk membubarkan Knesset,” katanya, merujuk pada parlemen Israel.

Pekan lalu, sebuah sumber Shas mengatakan kepada AFP bahwa partainya mengancam akan keluar dari koalisi kecuali solusinya sudah ditemukan pada hari Senin ini.

Memanfaatkan situasi itu, kalangan oposisi berharap akan ada keputusan pembubaran parlemen pada rapat hari Rabu, sehingga memicu pemilihan umum.

Pemerintahan koalisi saat ini, dibentuk pada Desember 2022, terdiri dari partainya Netanyahu Likud, faksi-faksi kanan-jauh dan partai-partai Yahudi ultra-Ortodoks. Apabila kalangan ultra-Ortodoks mundur maka koalisi itu kehilangan mayoritasnya di parlemen.

Jajak pendapat yang dipublikasikan pada bulan Maret oleh koran sayap kanan Israel Hayom menunjukkan 85 persen Yahudi Israel mendukung penghapusan pengecualian Yahudi Ortodoks dari wajib militer.

Sebanyak 41 persen mendukung program wajib militer bagi semua warga Israel yang memenuhi syarat. Saat ini wajib militer berlaku bagi pria dan berlangsung selama 32 bulan.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Benjamin NetanyahuisraelmiliterShasYahudi ultra-Ortodoks
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Seluruh ASN Inggris di England dan Wales akan Dilatih AI
Tulisan selanjutnya Jamaah Idul Adha di Inggris Membludak, Masjid Tertua Gelar Lima Sesi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Berita
3 Juni 2026 13:30
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

4 Juni 2026 08:06
Berita

Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

3 Juni 2026 12:30
Berita

MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

3 Juni 2026 12:08
Berita

Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

3 Juni 2026 09:20
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?