Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Jusuf Kalla: Muhammadiyah Australia Aset Strategis Indonesia di Dunia Internasional

Ahmad
Terakhir diupdate: 27 Agustus 2025 15:33 3:33 pm
Ahmad
Dipublikasikan 27 Agustus 2025 15:32
Bagikan
Kunjungan Jusuf Kalla ke Muhammadiyah Australia College (MAC) di Melbourne pada 20 Agustus 2025. Tampak tokoh nasional lainnya, Prof. Dr. Hamid Awaluddin dan Ustaz Das’ad Latif, disambut oleh Ketua Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Australia, Ustaz Hamim Jufri, serta pengelola sekolah/Foto: Dewan Masjid Indonesia
Bagikan

Hidayatullah.com— Muhammadiyah Australia College (MAC) di Melbourne kembali menegaskan posisinya sebagai aset penting bangsa Indonesia di kancah global. Sekolah kebanggaan diaspora Muslim Indonesia ini baru saja menerima kunjungan mantan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla, bersama sejumlah tokoh nasional, pada Rabu (20/8/2025).

Dalam kunjungannya, Jusuf Kalla menyampaikan apresiasi atas kiprah MAC yang dinilai mampu menjaga identitas kebangsaan dan sekaligus menjadi simbol Islam moderat di luar negeri.

“Sekolah ini bukan hanya milik Muhammadiyah, tapi juga milik bangsa Indonesia. Kehadirannya memperlihatkan wajah Islam yang damai, maju, dan mampu berkontribusi positif di tengah masyarakat multikultural Australia,” ujar Kalla sebagaimana dikutip akun Instagram Jusuf Kalla dan laman Kabarika.

Hadir mendampingi JK, Prof. Dr. Hamid Awaluddin dan Ustaz Das’ad Latif. Rombongan disambut hangat oleh Ketua PCIM Australia, Ustaz Hamim Jufri, bersama jajaran pengelola sekolah. Kehadiran mereka dinilai sebagai pengakuan atas peran Muhammadiyah dalam pendidikan internasional.

Dukungan Pemerintah Australia

Baca Juga

SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza

Sejak berdiri pada 2021 dan diresmikan oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof. Dr. Haedar Nashir, MAC telah mendapat pengakuan luas dari masyarakat setempat.

Pemerintah Negara Bagian Victoria bahkan memberikan dukungan penuh, termasuk hibah AUD 3,6 juta (sekitar Rp38 miliar) untuk pengembangan infrastruktur dan fasilitas, serta dana operasional hingga AUD 35 juta pada 2025.

“Pemerintah Victoria melihat MAC bukan hanya sebagai sekolah komunitas, melainkan juga sebagai institusi penting yang memperkuat pendidikan multikultural di Australia,” kata Kepala Sekolah MAC, Roszana Binte Ramli.

Jumlah siswa MAC terus meningkat pesat, dari kurang dari 50 siswa saat awal beroperasi, kini telah mencapai hampir 190 siswa pada pertengahan 2025.

Lonjakan ini mendorong Muhammadiyah untuk memperluas jangkauan dengan merencanakan pembangunan kampus kedua (MAC 2) di Sydney, yang ditargetkan mampu menampung hingga 300 siswa.

“Insya Allah dalam waktu dekat kita akan hadir di Sydney, sehingga semakin banyak generasi muda yang bisa merasakan pendidikan berbasis nilai Islam berkemajuan,” jelas Roszana.

Kehadiran MAC tidak hanya dimaknai sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga sebagai instrumen diplomasi budaya bangsa Indonesia. Pada Mei 2025 lalu, delegasi ‘Aisyiyah dari UMY yang dipimpin Salmah Orbayinah menegaskan pentingnya menjaga misi global Muhammadiyah melalui pendidikan yang berbasis nilai dan pengabdian masyarakat.

Bagi diaspora Indonesia di Australia, MAC menjadi penopang identitas kebangsaan dan keislaman generasi muda. Bagi pemerintah Australia, sekolah ini memperkuat wajah multikulturalisme.

Sementara bagi Muhammadiyah dan bangsa Indonesia, MAC adalah simbol internasionalisasi pendidikan sekaligus sarana dakwah Islam moderat.

Jusuf Kalla menegaskan kembali harapannya agar MAC terus menjadi kebanggaan Indonesia. “Sekolah ini adalah aset strategis bangsa. Dari Melbourne, ia mengirim pesan ke dunia bahwa Islam Indonesia adalah Islam yang moderat, inklusif, dan membawa kemajuan,” pungkasnya.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:HeadlineM Jusuf KallaMACMelbourneMuhammadiyahMuhammadiyah Australia College
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Perdana Menteri Baru Israel Mantan PM ‘Israel’: Eropa Mengalami Transformasi Demografis dan Agama Menuju Islam
Tulisan selanjutnya Dr. Ang Swee Chai, Ahli Bedah yang Dedikasikan Hidup untuk Palestina

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’

Berita
20 Juli 2026 14:30
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

Terbaru

  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang

18 Juli 2026 11:26
Berita

Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik

18 Juli 2026 10:26
Berita

China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat

18 Juli 2026 10:12
Berita

Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf

18 Juli 2026 09:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?