Hidayatullah.com– Turki membantah terlibat upaya pembunuhan Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben Gvir, menyebut kabar yang beredar di media Israel itu sebagai kampanye penyesatan informasi yang disegaja untuk menyudutkan Turki.
Dinas intelijen dalam negeri Israel Shin Bet hari Rabu (3/9/2025) mengatakan bahwa pihaknya menggagalkan sebuah rencana serangan oleh Hamas, yang melibatkan penggunaan drone berpeledak, terhadap menteri Israel tersebut, lansir The Guardian.
Shin Bet mengatakan anggota-anggota dari sebuah sel, yang diyakininya dioperasikan oleh kantor Hamas di Turki, sudah ditangkap di wilayah Palestina yang terjajah di Tepi Barat.
“Didanai oleh Hamas di Turki, sel tersebut membatalkan rencana setelah gagal dalam uji coba,” tulis media Zionis Jerusalem Post hari Kamis di platform X.
Namun, pernyataannya pihak Turki menggarisbawahi bahwa mereka yang ditangkap dalam kaitannya dengan upaya pembunuhan itu sudah menyatakan bahwa mereka tidak ada kaitannya sama sekali dengan Turki, seraya menambahkan bahwa para pengurus Palang Merah sebelumnya juga sudah menegaskan hal itu.
“Penyebutan Turki dalam laporan media Israel tersebut tentang tuduhan rencana pembunuhan terhadap seorang menteri Israel merupakan kampanye disinformasi yang disengaja yang menarget negara kami,” kata pihak kantor kepresidenan Turki seperti dilansir Al Arabiya Sabtu (6/9/2025).
“Tujuan sesungguhnya dari laporan-laporan berita itu adalah untuk dengan sengaja menciptakan persepsi miring terhadap Turki dalam opini masyarakat internasional, dan dengan itu, untuk mencederai kebijakan Turki dalam hal Palestina,” imbuh pernyataan tersebut.
Setelah memutus hubungan langsung dengan Israel padaMei tahun lalu, guna menuntut gencatan senjata permanen dan pemasukan segera bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza, Turki pada bulan Agustus menutup wilayah udaranya untuk pesawat-pesawat Israel.
“Kami sepenuhnya memutus hubungan dagang dengan Israel. Kami tidak memperbolehkan kapal-kapal Turki berlayar ke pelabuhan-pelabuhan Israel. Kami tidak memperbolehkan pesawat-pesawat mereka memasuki wilayah udara kami,” kata Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan dalam sebuah debat khusus di parlemen perihal Gaza di Ankara.*




