Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Jerman Catat 930 Serangan Anti-Muslim dalam 9 Bulan Pertama 2025

Ahmad
Terakhir diupdate: 24 November 2025 17:19 5:19 pm
Ahmad
Dipublikasikan 24 November 2025 17:16
Bagikan
Foto: AA
Bagikan

Hidayatullah.com— Pemerintah Jerman mengungkap bahwa sejumlah 930 kejahatan Islamofobia (“anti-Muslim”) telah dilaporkan antara Januari hingga September 2025, menurut jawaban resmi terhadap permintaan Parlemen dari partai Kiri (Die Linke), lapor  Anadolu Agency (AA).

Data dari Kantor Polisi Kriminal Persekutuan (Bundeskriminalamt, BKA) menunjukkan pola peningkatan kejadian dari bulan ke bulan: 469 insiden tercatat pada kuartal pertama, 316 insiden pada kuartal kedua, dan 145 insiden pada kuartal ketiga.

“Kami melihat tren yang mengkhawatirkan. Mayoritas serangan terkait dengan kelompok ekstrem kanan dan ini menuntut perhatian serius dari seluruh lembaga keamanan,” ujar Kepala BKA, Holger Münch kepada AA.

Dari total 930 kejadian, 31 serangan terhadap masjid juga dilaporkan. Insiden-insiden ini mengakibatkan 37 orang cedera, termasuk seorang korban dalam kondisi serius.

 “Masjid seharusnya menjadi tempat aman bagi komunitas kami. Serangan-serangan ini bukan hanya kejahatan terhadap individu, tetapi terhadap seluruh masyarakat Muslim,” kata Ketua Dewan Muslim Jerman, Aiman Mazyek, kepada Deutsche Welle (DW).

Baca Juga

Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK
PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta

Jenis kejahatan yang dicatat sangat beragam, termasuk provokasi di ruang publik, penghinaan, ancaman, penggunaan simbol organisasi terlarang, kerusakan properti, serta serangan fisik. Pemerintah menegaskan bahwa sebagian besar dari kejahatan ini dilakukan oleh ekstremis sayap kanan.

Sehubungan dengan penyelidikan, polisi berhasil mengidentifikasi sejumlah 540 tersangka sepanjang sembilan bulan tersebut — 283 pada kuartal pertama, 172 di kuartal kedua, dan 85 di kuartal ketiga.

Namun, hanya lima orang ditahan, dan tidak ada perintah penangkapan formal (warrant) yang dikeluarkan pada saat laporan dibuat.

Direktur Unit Kejahatan Kebencian BKA, Sven Richter, mengatakan kepada AA, “Proses hukum untuk kejahatan kebencian kompleks dan memerlukan bukti kuat. Namun, jumlah pelaku yang sedikit ditahan menunjukkan tantangan serius dalam penegakan hukum.”

Peningkatan serangan anti-Muslim ini muncul di tengah lonjakan insiden Islamofobia yang lebih luas di Jerman.

Laporan dari organisasi masyarakat sipil CLAIM mengungkapkan bahwa sepanjang 2024 terdapat lebih dari 3.000 insiden diskriminasi dan kekerasan anti-Muslim, termasuk penyerangan fisik, pembakaran properti, dan serangan terhadap institusi keagamaan.

“Setiap serangan meninggalkan trauma mendalam bagi korban dan komunitas. Statistik ini hanyalah puncak gunung es,” ujar Juru bicara CLAIM, Leila Agha.

Para aktivis Muslim dan kelompok antirasisme menyerukan tindakan tegas dari pemerintah, termasuk penguatan pencatatan kejahatan kebencian, perlindungan lebih baik untuk masjid, dan program pencegahan terhadap ekstremisme sayap kanan.

“Tanpa langkah konkret, komunitas Muslim akan terus menjadi target serangan yang meningkat,” ujar Aiman Mazyek kepada DW.

Di pihak legislatif, beberapa politisi dari partai Kiri dan Hijau mendesak agar pemerintah menyusun Rencana Aksi Nasional melawan rasisme anti-Muslim, dan melatih aparat kepolisian serta lembaga peradilan untuk menyikapi kejahatan ini dengan lebih serius.

Anggota Bundestag dari partai Hijau, Franziska Brantner, mengatakan kepada AA, “Kami membutuhkan strategi nasional yang jelas agar kejahatan berbasis kebencian tidak menjadi bagian normal dari kehidupan masyarakat.”

Jerman memiliki populasi Muslim yang signifikan — diperkirakan sekitar 5,5 juta orang, menjadikannya populasi Muslim terbesar kedua di Eropa Barat setelah Prancis, menurut laporan AA.

Krisis ini semakin mempertegas tantangan keberagaman di Jerman dan menyoroti kebutuhan mendesak untuk kebijakan yang efektif dalam memerangi kebencian berbasis agama.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:anti-MuslimDie LinkeHeadlineislamofobiaJermanpartai Kiri
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Hamas Tolak Resolusi Pembentukan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
Tulisan selanjutnya Abdul Mu'ti ubah PPDB menjadi SPMB Pemerintah Berencana Wajibkan Murid Baca Buku dan Menulis Resensi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global

Berita
31 Agustus 2026 20:11
STAI Al Bayan Gelar Wisuda Angkatan II, Ketum DPP Hidayatullah Pesankan Alumni Kuatkan Takwa Hadapi Tantangan Zaman
600 Aktivis Wahdah Islamiyah Ikuti Standardisasi Dai MUI
Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September
Korban Meninggal Gempa NTT Capai 103 Orang, Sebagian Besar Perempuan dan Lansia

Terbaru

  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK
  • PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta
  • Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September
  • Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global
  • DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah
  • Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika
  • UEA Bantah Laporan Serangan di Pangkalan Udara Al Minhad

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah

31 Agustus 2026 20:04
Berita

Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika

31 Agustus 2026 19:36
Berita

UEA Bantah Laporan Serangan di Pangkalan Udara Al Minhad

31 Agustus 2026 18:22
Berita

Komandan Tentara Suriah Era Assad Tewas Saat akan Ditangkap

31 Agustus 2026 17:47
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?