Hidayatullah.com– sekelompok orang bersenjata menembak mati empat personel keamanan Suriah di Provinsi Idlib pada hari Ahad (14/12/2025), kata Kementerian Dalam Negeri dan media pemerintah.
“Empat anggota Departemen Keamanan Jalam Kementerian Dalam Negeri dibunuh, dan orang kelima terluka, saat mereka diserang ketika melakukan tugas patroli di Jalan Maaret al-Numan” di Provinsi Idlib, kata kementerian dalam sebuah pernyataan seperti dilansir AFP.
Kantor berita SANA melaporkan bahwa orang-orang bersenjata melepaskan tembakan ke arah petugas.
Sejauh ini belum diketahui siapa para pelaku serangan tersebut.Idlib merupakan salah satu daerah pertahanan kelompok-kelompok bersenjata sebelum pasukan oposisi Suriah menumbangkan kekuasaan Presiden Bashar Assad pada Desember 2024.
Serangan di Idlib tersebut terjadi sehari setelah serangan terhadap patroli petugas gabungan Amerika Serikat dan Suriah di Palmyra, Suriah bagian tengah, menewaskan dua tentara AS dan seorang penerjemah.
Pasukan koalisi pimpinan AS beberapa kali melakukan serangan di wilayah Idlib, biasanya dengan alasan bahwa mereka memburu orang-orang ISIS.
Presiden AS Donald Trump menyebut insiden di Palmyra dilakukan oleh kelompok bersenjata ISIS dan berjanji akan menuntut balas.
Menteri Luar Negeri Suriah Asaad al-Shaibani menyebut serangan hari Sabtu di Palmyra sebagai “tantangan baru dalam memerangi terorisme”.
Menyusul serangan hari Sabtu, pihak berwenang Suriah melancarkan operasi terhadap sel-sel kelompok ISIS di seluruh Provinsi Homs, di mana daerah Palmyra.*.




