Hidayatullah.com– Setelah dua hari ditunda disebabkan hujan badai, acara keagamaan umat Kristen asal Filipina Simbang Gabi kembali digelar di Gereja Santa Maria di daerah Oud Metha dan Gereja Santo Fransiskus Asisi di daerah Jebel Ali, Dubai.
Pengumuman resmi dari Gereja Santo Fransiskus Assisi mengkonfirmasi bahwa kebaktian-kebaktian Simbang Gabi, yang digelar selama 9 hari menjelang Natal, akan kembali dilaksanakan pada pukul 8 malam hari Jumat, 19 Desember, setelah acara itu dibatalkan pada hari Kamis malam.
Kedua gereja itu memperkirakan ribuan orang akan datang untuk mengikuti kebaktian pada Jumat malam. Pada hari pertama dari rangkaian 9 hari Simbang Gabi yang dimulai 15 Desember, lebih dari 20.000 orang dikabarkan menghadiri kebaktian di gereja-gereja itu.
Pada tanggal 16 Desember malam, lebih dari 30.000 orang mendatangi kebaktian di Gereja Santa Maria, Dubai, sehingga area sekitar gereja dibanjiri manusia. Misa ketika itu dipimpin oleh Kardinal Luis Antonio Tagle, Pro-Prefek Dikasteri untuk Evangelisasi, yang sedang berada di Dubai dalam rangka kunjungan dinas ke wilayah Vikariat Apostolik Arabia Selatan, lapor Gulf News Jumat (19/12/2025).
Simbang Gabi merupakan salah satu tradisi keagamaan menjelang Natal penganut Kristen asal Filipina. Simbang Gabi berasal dari akhir tahun 1600-an pada era penjajahan Spanyol di Filipina. Para biarawan Spanyol memperkenalkannya sebagai “Misa de Gallo” untuk mengakomodasi waktu peribadatan bagi para petani yang umumnya bekerja sejak sebelum matahari terbit.
Para pekerja migran asal Filipina membawa tradisi Simbang Gabi ke Dubai pada awal tahun 2000-an, menyesuaikan waktunya di malam hari (sekitar pukul 8 malam) supaya sesuai dengan jadwal kerja di negara kawasan Teluk.
Simbang Gabi dijadwalkan akan diadakan setiap hari hingga malam Natal di Gereja Santa Maria dan Gereja Santo Fransiskus Asisi.*




