Hidayatullah.com— Para memteri luar negeri anggota-anggota Uni Eropa, hari Kamis (29/1/2026), sepakat untuk memasukkan paramiliter Korps Garda Revolusi Iran ke dalam daftar organisasi teroris.
“Represi tidak dapat dibiarkan begitu saja,” kata Kaja Kallas, diplomat tertinggi Uni Eropa lewat media sosial. “Rezim manapun yang membunuh ribuan rakyatnya bergerak ke arah kehancurannya sendiri.”
Kallas mengatakan keputusan tersebut berarti menempatkan Garda Revolusi di posisi yang sama dengan kelompok-kelompok seperti Al-Qaeda, Hamas dan Daesh alias ISIS alias IS.
“Apabila Anda bertindak seperti teroris, maka Anda harus diperlakukan sebagai teroris,” kata Kallas seperti dilansir AFP.
Selama beberapa pekan, didorong oleh kesulitan ekonomi dalam negeri yang semakin mencekik, warga di berbagai pelosok negeri Syiah itu turun ke jalan guna mendesak pemerintah untuk bertindak memperbaiki keadaan. Gerakan yang awalnya merupakan jeritan rakyat akibat biaya hidup yang semakin tinggi, berubah menjadi sikap penolakan terhadap rezim, menyusul tindakan keras aparat terhadap para demonstran. Ribuan orang dikabarkan ditangkap, banyak orang kehilangan nyawa di lokasi unjuk rasa. Kelompok-kelompok peduli HAM internasional mengabarkan bahwa total korban jiwa akibat tindakan represif aparat selama unjuk rasa mencapai angka 6.000 atau bahkan lebih.
Uni Eropa juga menjatuhkan sanksi atas 15 pejabat tinggi Iran, termasuk para komandan senior Garda Revolusi, atas peran mereka dalam penindasan terhadap demonstran.
Organisasi yang dimasukkan ke dalam daftar teroris Uni Eropa menghadapi berbagai tindakan, termasuk larangan bepergian dan pembekuan aset, yang bertujuan untuk memutus jaringan dukungan bagi mereka.
Garda Revolusi merupakan angkatan bersenjata Iran yang paling kuat. Korps itu dibentuk setelah Revolusi 1979 dan sejak itu memainkan peran sentral dalam sistem keamanan negara.
Kallas mengatakan pihaknya berharap kanal diplomatik dengan Iran masih akan tetap terbuka meskipun Uni Eropa membuat keputusan tersebut.
Amerika Serikat, Kanada dan Australia sudah lebih dulu memasukkan Garda Revolusi Iran sebagai ke dalam daftar organisasi teroris.*




