Hidayatullah.com— Amerika Serikat mulai melaksanakan proyek perpanjangan landasan pacu bernilai $70 juta di sebuah pangkalan militer di Kenya yang berdekatan dengan perbatasan Somalia, guna memperkuat operasi kontra-terorisme di kawasan Tanduk Afrika.
Pangkalan Udara Manda Bay merupakan sebuah situs Angkatan Udara Kenya di wilayah Lamu County yang dipergunakan oleh pasukan Amerika Serikat dan sejak lama menjadi pusat operasi militer menarget kelompok-kelompok yang berkaitan dengan Al-Qaeda dan Al-Shabaab.
Pada 2024, presiden AS kala itu Joe Biden mengumumkan rencana untuk menjadikan Kenya sebagai sekutu besar pertama non-NATO di kawasan Sub-Sahara Afrika, meningkatkan hubungan militer dan diplomatik, meskipun tanpa ada perjanjian keamanan formal.
“Kita harus menunjukkan kepada mereka-mereka yang akan menyerang kita bahwa kita siap siaga untuk membela diri,” kata Wakil Menteri Luar Negeri AS Christopher Landau saat groundbreaking hari Kamis (29/1/2026), yang merupakan bagian dari kunjungan tiga harinya ke Kenya, seperti dilansir AFP.
Pada 2020, tiga warga AS tewas saat kelompok Al-Shabaab menerobos penjagaan ketat di Kamp Simba, bagian dari pangkalan militer Manda Bay, menghancurkan beberapa pesawat dan kendaraan militer.
Pada 1998, Kedutaan AS di Kenya dan Tanzania secara simultan ditarget oleh kelompok Al-Qaeda. Serangan tersebut menewaskan lebih dari 200 orang, termasuk di antaranya 12 warga AS, serta melukai banyak orang lainnya.
Dalam pidatonya, Landau juga memuji kontribusi Kenya dalam menjaga “stabilitas internasional” di Haiti.
Kenya memimpin misi internasional yang didukung Perserikatan Bangsa-Bangsa, yang bertujuan untuk membantu aparat kepolisian nasional Haiti menghadapi geng-geng kriminal yang merajalela dan menguasai sebagian besar wilayah negara pulau di kawasan Karibia itu.*




