Hidayatullah.com– Federasi Sepakbola Jerman menolak boikot Piala Dunia 2026 meskipun ada seruan dari dalam untuk mengirimkan pesan keras kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
“Kami percaya pada kekuatan menyatukan dari olahraga dan pengaruh global yang bisa dimiliki FIFA World Cup,” kata federasi dalam sebuah pernyataan yang dirilis Jumat malam (30/1/2026) seperti dilansir Associated Press. “Tujuan kami adalah memperkuat kekuatan positif ini – bukan menghalanginya.”
Federasi Sepakbola Jerman (DBF) mengatakan komite eksekutifnya sudah melakukan pertemuan dan mendiskusikan opsi boikot turnamen yang akan digelar Amerika Serikat, Kanada dan Meksiko itu.
Usulan boikot pertama kali diajukan pekan lau oleh Wakil Presiden DFB Oke Gottlich.Gottlich, yang juga presiden klub Bundesliga St. Pauli, merujuk pada berbagai tindakan, kebijakan dan pernyataan Trump belakangan ini yang meremehkan negara-negara sekutunya di Eropa. Dia mengatakan bahwa sekarang saatnya untuk mempertimbangkan boikot sebagai bentuk teguran keras terhadap Presiden AS itu.
DFB mengatakan untuk saat ini boikot tidak masuk di dalam pertimbangan mereka. DFB juga mengatakan sedang melakukan kontak dengan para perwakila dari bidang politik, keamanan, bisnis, dan olahraga dalam rangka persiapaan untuk turnamen dunia itu yang akan digelar pada 11 Juni samapai 19 Juli.
Mantan prsiden FIFA Sepp Balter pekan lalu menyarankan supaya para penggemar sepakbola menjauhi turnamen itu. Saat menjabat, Blatter pernah menyerukan boikot Piala Dunia 2018 di Rusia terkait masalah Ukraina.
“Sepakbola tidak bisa diboikot di negara manapun,” katanya kala itu.
Kesebelasan Jerman lolos ke Piala Dunia 2026, dan DFB mengatakan pihaknya ingin bertanding secara fair melawan kesebelasan-kesebelasan dari negara lain di ajang itu.
“Dan kami ingin para penggemar sepakbola di seluruh dunia merayakan sebuah festival sepakbola yang damai di stadion-stadion dan zona-zona penggemar – seperti yang pernah kita alami pada 2024 European Championship yang digelar di negara kita sendiri (Jerman),” imbuh DFB.*




