Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Veteran Denmark Gelar Protes di Depan Kedutaan Amerika Serikat

Ama Farah
Terakhir diupdate: 1 Februari 2026 10:27 10:27 am
Ama Farah
Dipublikasikan 1 Februari 2026 10:27
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Ratusan veteran Denmark, banyak yang pernah berperang bersama pasukan Amerika Serikat, menggelar unjuk rasa senyap, hari Sabtu (31/1/2026), di depan Kedutaan Besar AS di Kopenhagen, sebagai protes terhadap pemrintahan Presiden Donald Trump yang mengancam akan mengambil alih Greenland dan meremehkan kontribusi mereka dalam pertempuran.

“Denmark senantiasa berdiri berdampingan dengan Amerika Serikat — dan kami juga hadir di zona-zona krisis dunia ketika AS meminta kami untuk hadir. Kami merasa kecewa dan dipermalukan oleh pemerintahan Trump, yang sengaja mengabaikan peran Denmark dalam pertempuran bersama AS,” kata Asosiasi Veteran Denmark & Dukungan Veteran dalam sebuah pernyataan seperti dilansir AFP.

“Kata-kata tidak dapat menggambarkan seberapa besar hal itu menyakiti kami, bahwa kontribusi dan kontribusi Denmark dalam pertempuran demi demokrasi dilupakan begitu saja di Gedung Putih,” kata pernyataan itu.

Para veteran awalnya berkumpul di sebuah monumen peringatan para prajurit Denmark yang gugur di medan tempur, kemudian berjalan mendekati gedung Kedutaan AS, di mana mereka mengheningkan cipta selama lima menit masing-masing untuk angkatan darat, angkatan udara, angkatan laut, basarnas, serta kepolisian Denmark.

Veteran Denmark sangat marah dengan retorika-retorika Gedung Putih berkaitan dengan Greenland, yang merupakan teritori dari Denmark yang merupakan sekutu NATO. Mereka juga sangat keberatan dengan klaim Trump bahwa Denmark tidak mampu melindungi kepentingan-kepentingan Barat di kawasan Arktik atau Kutub Utara.

Baca Juga

Pembelian Minyak Iran oleh China Sudah Berkurang, Kata Menteri Keuangan Amerika Serikat
Spanyol Lumpuhkan Argentina di Piala Dunia 2026, Warga Gaza Bergembira
ConocoPhillips Kuasai 42 Persen Saham Proyek Ladang Minyak Iraq yang Digarap BP
Akmal Sjafril: Lembaga Dakwah Perlu Banyak Diskusi
Raja Charles Kunjungi Masjid Cambridge, Erdogan: Langkah Penting Lawan Islamofobia

Sebanyak empat puluh empat prajurit Denmark tewas di Afghanistan, angka kematian perkapita tertinggi di kalangan pasukan koalisi pimpinan AS yang dikerahkan ke sana sejak 2001 menyusul peristiwa 9/11 yang meruntuhkan gedung WTC di New York City. Delapan prajurit Denmark lain tewas di Iraq.

Ketegangan meningkat pada hari Selasa (27/1/2026) ketika 44 bendera Denmark – satu untuk setiap prajurit Denmark yang tewas di Afghanistan – yang ditempatkan di depan gedung Kedutaan AS disingkirkan oleh staf kedutaan itu.

Departemen AS kemudian mengatakan bahwa, sebagaimana aturan umum, staf penjagaan membereskan apa-apa yang ditinggalkan oleh demonstran. Bendera-bendera itu kemudian diserahkan kembali kepada pihak yang meninggalkannya di tempat itu.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Turki Mengkaji Kesepakatan Integrasi Pasukan Pemerintah dan Kurdi Suriah
Tulisan selanjutnya Federasi Sepakbola Jerman Menolak Seruan Boikot Piala Dunia 2026

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura

Berita
15 Juli 2026 20:18
Spanyol Lumpuhkan Argentina di Piala Dunia 2026, Warga Gaza Bergembira
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Raja Charles Kunjungi Masjid Cambridge, Erdogan: Langkah Penting Lawan Islamofobia
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik

Terbaru

  • Pembelian Minyak Iran oleh China Sudah Berkurang, Kata Menteri Keuangan Amerika Serikat
  • Spanyol Lumpuhkan Argentina di Piala Dunia 2026, Warga Gaza Bergembira
  • ConocoPhillips Kuasai 42 Persen Saham Proyek Ladang Minyak Iraq yang Digarap BP
  • Akmal Sjafril: Lembaga Dakwah Perlu Banyak Diskusi
  • Raja Charles Kunjungi Masjid Cambridge, Erdogan: Langkah Penting Lawan Islamofobia
  • Starmer Mundur Burnham Menjadi Perdana Menteri Inggris Ke-7 Kurun Satu Dekade
  • Buya Amirsyah Ajak Seniman Muslim Bangun Peradaban Bangsa Melalui Kebudayaan Islam
  • AS Lancarkan Gelombang Serangan ke Iran, Ledakan Terdengar di Sejumlah Kota
  • Empat Negara Islam Sepakat Hidupkan Kembali Jalur Kereta Hijaz Warisan Utsmaniyyah
  • Pena Muballigh Menentukan Masa Depan Peradaban Islam

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Starmer Mundur Burnham Menjadi Perdana Menteri Inggris Ke-7 Kurun Satu Dekade

21 Juli 2026 18:02
Berita

Buya Amirsyah Ajak Seniman Muslim Bangun Peradaban Bangsa Melalui Kebudayaan Islam

21 Juli 2026 14:37
Berita

AS Lancarkan Gelombang Serangan ke Iran, Ledakan Terdengar di Sejumlah Kota

21 Juli 2026 10:00
Berita

Empat Negara Islam Sepakat Hidupkan Kembali Jalur Kereta Hijaz Warisan Utsmaniyyah

21 Juli 2026 08:51
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?