Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Din Syamsuddin: Kematian Ayatollah Khamenei Berpotensi Picu Eskalasi Baru di Timur Tengah

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 3 Maret 2026 13:57 1:57 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 3 Maret 2026 15:00
Bagikan
Qasem Suleimani - Ayatollah Ali Khamenei
Bagikan

Hidayatullah.com – Guru Besar Politik Islam Global FISIP UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, M. Din Syamsuddin, menilai wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, berpotensi memicu eskalasi baru konflik di kawasan Timur Tengah.

Daftar isi
  • Konsolidasi Iran dan “Amunisi Baru”
  • Israel dan AS Berpotensi Tertekan
  • Seruan Solidaritas dan Hindari Polarisasi Mazhab
          • Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Din menegaskan bahwa dari perspektif kemanusiaan, pembunuhan terhadap seorang kepala negara beserta sejumlah jenderal Iran merupakan tindakan yang layak dikecam keras.

“Manusia berhati nurani tentu mengecam pembunuhan Ayatullah Ali Khamenei dan beberapa jenderal Iran sebagai perbuatan keji dan kejam,” ujar Din Syamsudin dalam pernyataan tertulisnya kepada Tagar, sebagaimana dikutip Hidayatullah Online, Selasa (3/3/2026). Ia menilai tindakan tersebut melanggar hak asasi manusia dan hukum internasional, bahkan menyebutnya sebagai bentuk terorisme nyata.

Konsolidasi Iran dan “Amunisi Baru”

Di balik kecaman moral itu, Din melihat adanya kemungkinan dampak strategis yang justru dapat menguatkan posisi Teheran. Menurut Ketua Poros Dunia Wasatiyat Islam tersebut, wafatnya pemimpin spiritual Iran berpotensi menjadi momentum konsolidasi nasional dan “amunisi baru” bagi negara itu untuk melancarkan serangan balasan terhadap Israel maupun kepentingan Amerika Serikat di kawasan.

Ia menilai Iran bukan hanya memiliki kapasitas persenjataan yang besar, tetapi juga berpeluang memperoleh lonjakan semangat tempur. “Iran akan menemukan semangat baru untuk berperang,” tulisnya.

Baca Juga

Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

Din menggambarkan rakyat Iran sebagai bangsa dengan memori sejarah panjang dan daya juang tinggi. Dalam situasi krisis, ia memperkirakan publik Iran akan bangkit dalam solidaritas kolektif dan memberikan dukungan luas kepada Garda Revolusi. Kondisi ini, menurutnya, dapat membuat kelompok oposisi domestik yang dipersepsikan dekat dengan Amerika Serikat semakin terdesak.

Israel dan AS Berpotensi Tertekan

Lebih jauh, Din memproyeksikan Amerika Serikat dan Israel berpotensi menghadapi tekanan berat apabila eskalasi konflik terus meningkat. Ia membuka kemungkinan kedua pihak terdorong mencari jalan keluar politik.

“Boleh jadi akan mencari cara untuk menyerah atau menawarkan gencatan senjata,” tulisnya. Ia juga menyinggung potensi meningkatnya kerentanan Tel Aviv serta sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan jika konflik berkembang menjadi lebih luas.

Seruan Solidaritas dan Hindari Polarisasi Mazhab

Dalam pernyataannya, Din menyerukan negara-negara Arab dan anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) untuk menunjukkan solidaritas keislaman dan kemanusiaan. Menurutnya, momentum ini seharusnya dimanfaatkan untuk mengakhiri ketidakadilan dan kezaliman yang selama ini terjadi.

Namun, ia juga mengingatkan pentingnya menghindari politik pecah belah berbasis mazhab. Din menilai umat Islam global sudah cukup matang untuk tidak terjebak dalam skema divide et impera antara Sunni dan Syiah.

Din yang pernah menjabat sebagai Ketua Umum PP Muhammadiyah periode 2005–2010 dan 2010–2015 itu turut menyoroti posisi Indonesia. Ia menegaskan amanat konstitusi mengharuskan Indonesia bersikap tegas menentang segala bentuk penjajahan dan agresi antarnegara.

Ia mendorong Presiden Prabowo Subianto untuk mengevaluasi sejumlah kebijakan luar negeri, termasuk mempertimbangkan keluar dari forum yang ia sebut sebagai Board of Peace. Din memandang forum tersebut sebagai klaim perdamaian semu yang berpotensi menjadi “dewan peperangan dan penjajahan baru”.

Ia juga mengkritisi pernyataan Presiden Prabowo mengenai pentingnya menjamin keamanan Israel, yang menurutnya harus diimbangi komitmen kuat terhadap keadilan menyeluruh bagi semua pihak, termasuk Palestina.

Menurut Din, Indonesia perlu konsisten menjalankan politik luar negeri bebas aktif dengan mengedepankan keadilan, kemerdekaan, dan perdamaian sejati. Ia menambahkan, Presiden Prabowo dapat meneladani sikap para pendahulu seperti Sukarno dan Soeharto yang dinilainya tegas dalam menghadapi neo-kolonialisme dan imperialisme.*

Redaktur: Admin Hidcom
Wartawan: Azim Arrasyid
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Ali KhameneiAS-Israel Serang IranDin SyamsuddiniranMuhammadiyah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kemenag Gelar Sidang Isbat 1 Syawal 1447 H pada 19 Maret 2026
Tulisan selanjutnya Sepekan Ramadhan, BMH Salurkan Manfaat kepada 215 Ribu Penerima di Indonesia dan Palestina

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Bendera Palestina dan Bendera Irlandia di Balai Kota Dublin
Berita

Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli

Berita
1 Juni 2026 11:20
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Terbaru

  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

3 Juni 2026 12:30
Berita

MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

3 Juni 2026 12:08
Berita

Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

3 Juni 2026 06:00
Berita

Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

2 Juni 2026 21:41
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?