Hidayatullah.com– Tiga fasilitas bisnis cloud computing milik Amazon yang berada di Uni Emirat Arab (UEA) fan Bahrain terkena serangan drone menyusul gempuran Amerika Serikat dan Israel atas Iran akhir pekan kemarin.
Insiden terjadi pada hari Ahad pagi (1/3/2026), dengan Amazon Web Services (AWS) kala itu mengatakan bahwa “sejumlah obyek” menghantam sebuah data center di UEA, sehingga menyulut percikan api dan kebakaran. Juga pada hari Ahad, AWS mengatakan pihaknya sedang menyelidiki masalah gangguan pada suplai daya dan konektivitas sebuah fasilitas miliknya di Bahrain.
Hari Senin (2/3/2026), perusahaan asal Amerika Serikat itu mengkonfirmasi bahwa serangan drone sebagai penyebabnya putusnya layanan AWS, lansir BBC.
AWS mengatakan dua fasilitasnya di UEA terkena serangan langsung, sementara fi Bahrain serangan drone menghantam area yang berada tidak jauh dari salah satu fasilitasnya sehingga menimbulkan dampak fisik terhadap infrastrukturnya.
AWS mengatakan serangan drone mengakibatkan kerusakan struktural, menghambat pasokan energi ke fasilitas-fasilitas itu, mengharuskan dilakukannya pemadaman api sehingga menimbulkan kerusakan yang disebabkan air.
AWS mengatakan pihaknya bekerja secepat mungkin guna memulihkan layanan di daerah terdampak, tetapi mengingat sifat kerusakannya maka diperlukan waktu untuk perbaikan.AWS mengimbau para pelanggannya di kawasan tersebut untuk mencadangkan data mereka dan “kemungkinan harus memindahkan beban kerja” ke fasilitas AWS alternatif di seluruh dunia.
AWS juga memperingatkan bahwa konflik yang sedang berlangsung berarti “ruang lingkup operasional yang lebih luas di kawasan Timur Tengah masih tetap tidak dapat diprediksi.”
Presiden Donald Trump sudah mengisyaratkan bahwa serangan AS terhadap Iran dapat berlangsung selama empat hingga lima pekan, atau bisa jadi “berlangsung jauh lebih lama”.
Membalas serangan yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel, Iran melepaskan sejumlah rudal dan drone ke pangkalan-pangkalan militer AS yang berada di Timur Tengah, termasuk di UEA, Qatar, Kuwait dan Arab Saudi.*




