Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Viktor Orban Kalah Pemilu Hungaria, Israel Kehilangan Sekutu di Eropa

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 14 April 2026 16:57 4:57 pm
Nashirul Haq
Dipublikasikan 14 April 2026 18:00
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com – Entitas Zionis Israel kehilangan sekutu kuatnya di Eropa usai Viktor Orban kalah dari partai oposisi Tisza pimpinan Peter Magyar dalam pemilu. Kekalahan ini mengakhiri pemerintahannya selama 16 tahun.

Tisza memenangkan 138 dari 199 kursi parlemen, memberikannya mayoritas dua pertiga dan kekuatan untuk mulai membongkar sebagian besar sistem politik mapan Orbán. Kekalahan Orbán terjadi setelah bertahun-tahun stagnasi ekonomi, skandal korupsi, dan meningkatnya kemarahan publik terhadap gaya pemerintahannya yang otoriter.

Hasil ini dipandang bukan hanya sebagai perubahan domestik di Hongaria, tetapi juga sebagai penolakan terhadap poros sayap kanan yang terkait dengan Orbán, Presiden AS Donald Trump, dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Orbán telah menjadi salah satu sekutu internasional paling tersohor dari kedua pria tersebut. Trump bahkan secara terbuka mendukungnya dan Wakil Presiden AS JD Vance rela berkampanye atas namanya di Budapest selama beberapa hari.

Pemilihan umum tersebut secara luas dipandang sebagai referendum atas politik anti-Muslim dan anti-migran yang diusung Orbán, yang berakar pada etno-nasionalisme yang berkaca pada Israel.

Baca Juga

Amerika Serikat Klaim Tembak Jatuh 300 Drone Kartel Narkoba di Perbatasan Meksiko
Seoul Pikir-pikir untuk Ikut Amerika Serikat Mengamankan Selat Hormuz
Suriah Musnahkan Senjata Kimia Era Rezim Bashar Al-Assad
Banjir Nepal: Malaysia Kirim Tim SAR Cari Warganya
Khawatir Antibiotik Uni Eropa Hentikan Impor Daging Brazil

Bagi Israel, pencopotan Orbán dipandang sangat merugikan karena ia bisa dibilang merupakan mitra Netanyahu yang paling dapat diandalkan di dalam Uni Eropa. Hongaria berulang kali berbeda pendapat dengan negara-negara anggota Uni Eropa lainnya terkait Israel, termasuk menolak untuk bergabung dengan 26 menteri luar negeri Uni Eropa lainnya dalam menyerukan gencatan senjata di Gaza.

Aliansi tersebut menjadi semakin eksplisit selama setahun terakhir. Orbán mengumumkan penarikan Hongaria dari Mahkamah Pidana Internasional setelah pengadilan tersebut mengeluarkan surat perintah penangkapan pada November 2024 untuk Netanyahu dan mantan menteri pertahanan Israel Yoav Gallant.

Netanyahu kemudian mengunjungi Hongaria dengan mengabaikan surat perintah tersebut, dan memuji keputusan Orbán untuk meninggalkan ICC sebagai “berani dan berprinsip”. Parlemen Hungaria kemudian menyetujui rancangan undang-undang penarikan pasukan, yang memperjelas bahwa Orbán siap menggunakan kebijakan negara untuk melindungi pemimpin Israel dari pertanggungjawaban internasional.

Netanyahu secara terbuka merayakan hubungannya dengan Orbán. Selama kunjungan sebelumnya, ia menggambarkan Orbán sebagai “sahabat sejati Israel,” dan bulan lalu dilaporkan memuji pemimpin Hungaria itu sebagai seseorang yang “seperti batu karang.”

Kedekatan politik itu bertahan meskipun kritik yang berkepanjangan terhadap retorika anti-migran dan anti-Muslim Orbán, yang membantunya menjadi pahlawan bagi sebagian kelompok sayap kanan internasional.

Narasi anti-Muslim Orbán juga selaras dengan pandangan dunia Netanyahu. Kedua pemimpin tersebut menampilkan diri sebagai pembela peradaban “Kristen” atau “Barat” yang terkepung melawan migrasi Muslim dan Islam politik, dan keduanya menggunakan kerangka kerja itu untuk membenarkan politik yang semakin otoriter di dalam negeri dan kebijakan eksklusif di luar negeri.

Tumpang tindih ideologis ini membantu memperkuat Budapest dan Tel Aviv sebagai mitra strategis yang erat bahkan ketika Orbán menghadapi kritik atas xenofobia dan kemunduran demokrasinya.

Hubungan ini juga memberi Orbán akses yang berguna ke jaringan sayap kanan di Washington dan memperkuat upaya Netanyahu untuk membina sekutu di Eropa yang bersedia meredam kritik terhadap Israel.*

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:hungariaisraelpemiluUni EropaViktor Orban
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Survei Temukan Anak-anak Australia Sulit Lepas dari Media Sosial
Tulisan selanjutnya Dipimpin Rabi dan Dikawal Polisi, Gerombolan Pemukim Yahudi Serbu Masjidil Aqsha

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Aktivis Pro-Demokrasi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing

Berita
2 September 2026 15:07
Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta
Sembunyikan Pisau di Kaos Kaki Pria Indonesia Terancam Hukuman Cambuk di Singapura
Amerika Serikat Klaim Tembak Jatuh 300 Drone Kartel Narkoba di Perbatasan Meksiko

Terbaru

  • Amerika Serikat Klaim Tembak Jatuh 300 Drone Kartel Narkoba di Perbatasan Meksiko
  • Seoul Pikir-pikir untuk Ikut Amerika Serikat Mengamankan Selat Hormuz
  • Suriah Musnahkan Senjata Kimia Era Rezim Bashar Al-Assad
  • Banjir Nepal: Malaysia Kirim Tim SAR Cari Warganya
  • Khawatir Antibiotik Uni Eropa Hentikan Impor Daging Brazil
  • Amerika Setujui Kemungkinan Penjualan Senjata ke Arab Saudi Bernilai $5 Miliar Lebih
  • Tak Sekedar Larang Azan, ‘Israel’ Sedang Menjalankan Proyek Yudaisasi Masjid Ibrahimi
  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Amerika Setujui Kemungkinan Penjualan Senjata ke Arab Saudi Bernilai $5 Miliar Lebih

5 September 2026 09:34
Berita

Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’

3 September 2026 19:56
Syeikh Jarrah palestina
Berita

Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza

3 September 2026 19:12
Audiensi antara Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI bersama Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI dalam membahas potensi dan tata kelola pelaksanaan dam Haji di Indonesia, termasuk peluang pemanfaatan daging dam bagi masyarakat yang membutuhkan di Jakarta, Rabu (292026). ANTARAHO-Baznas RI
Berita

Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air

3 September 2026 15:08
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?