Hidayatullah.com – Iran tidak menginginkan saling serang lagi, tetapi akan merespons “lebih keras dari sebelumnya” jika kembali menjadi sasaran.
“Kami tidak ingin menghadapi serangan baru, tetapi jika serangan seperti itu terjadi, kami pasti akan merespons lebih keras dari sebelumnya,” kata juru bicara pemerintah Fatemeh Mohajerani dalam sebuah wawancara dengan kantor berita IRNA milik negara.
Mohajerani mengatakan Iran berupaya menerapkan strategi diplomatik dan pertahanan secara bersamaan. Ia juga menegaskan bahwa kedua pendekatan tersebut bertujuan untuk melindungi kedaulatan dan martabat nasional.
Ia menambahkan bahwa pasukan pertahanan Iran dalam keadaan siaga penuh dan menggambarkan pendekatan negara itu sebagai “bernegosiasi sambil bersiap,” menggarisbawahi kesiapan di bidang diplomatik dan militer.
Melansir TRT pada Selasa (21/04/2026).Juru bicara itu juga menyatakan kepercayaan pada tim negosiasi Iran, mengatakan bahwa tim tersebut menggabungkan pengalaman lapangan dengan keahlian diplomatik dan tidak akan berkompromi pada kepentingan nasional.
Ia mengatakan pemerintah sepenuhnya mendukung keputusan dan hasil tim negosiasi.
Permusuhan di kawasan meningkat setelah AS dan Israel melancarkan serangan gabungan terhadap Iran pada 28 Februari. Sebagai tanggapan, Teheran melakukan serangan balasan terhadap Israel dan negara-negara regional lainnya yang menampung aset AS.
Pakistan menjadi tuan rumah putaran pertama pembicaraan perdamaian pada 11 April setelah menengahi gencatan senjata selama dua minggu pada 8 April, yang akan berakhir pada hari Rabu. Putaran kedua negosiasi diperkirakan akan berlangsung minggu ini, juga di Islamabad.*




