Hidayatullah.com – Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Universitas Indonesia (UI) resmi menjalin kerja sama dalam pengembangan Data Science dan Artificial Intelligence (AI) melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang dilaksanakan dalam rangkaian Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VIII di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Jumat (24/7/2026).
Kolaborasi tersebut menjadi langkah strategis untuk mendorong pemanfaatan teknologi yang tidak hanya berorientasi pada kemajuan ilmu pengetahuan, tetapi juga berpijak pada nilai-nilai kemaslahatan umat dan kepentingan bangsa.
Sekretaris Jenderal MUI, Buya Amirsyah Tambunan, menegaskan bahwa perkembangan Artificial Intelligence perlu disikapi secara arif dan bertanggung jawab. Menurutnya, masyarakat Indonesia, khususnya umat Islam, tidak boleh sekadar menjadi pengguna pasif di tengah pesatnya perkembangan teknologi global.
“AI jangan sampai menjadi sesuatu yang mengendalikan kita. Umat dan bangsa ini harus mampu menguasai serta mengarahkan teknologi tersebut untuk tujuan yang positif,” ujar Buya Amirsyah usai pembukaan KUII VIII.
Ia menambahkan, AI memiliki potensi besar dalam mendukung berbagai sektor kehidupan, mulai dari pendidikan, riset, hingga pelayanan publik. Namun demikian, pemanfaatannya harus dibarengi dengan upaya mitigasi terhadap berbagai dampak negatif yang mungkin timbul.
“Sebagai bagian dari perkembangan teknologi, AI memiliki banyak manfaat. Tetapi aspek-aspek negatifnya juga harus diantisipasi dan dicegah sejak dini,” katanya.
Penandatanganan MoU antara MUI dan UI menjadi salah satu agenda penting dalam pelaksanaan KUII VIII. Kerja sama ini mencakup pengembangan riset, pendidikan, dan inovasi di bidang Data Science dan Artificial Intelligence dengan tetap menjunjung tinggi etika, nilai-nilai keislaman, serta kepentingan nasional.
Melalui kolaborasi ini, MUI berharap Indonesia mampu mengambil peran lebih besar dalam pengembangan teknologi AI di tingkat global. Pengembangan kecerdasan artifisial diharapkan tidak hanya menjadi instrumen kemajuan teknologi, tetapi juga menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat serta tetap mengedepankan aspek moral, etika, dan kemanusiaan.
Kerja sama MUI dan Universitas Indonesia tersebut sekaligus menandai komitmen bersama untuk membangun ekosistem teknologi yang inklusif, berkeadaban, dan selaras dengan cita-cita Indonesia Emas 2045.*




