Hidayatullah.com– Menteri Luar Negeri Turki, hari Kamis (21/5/2026), mengatakan pemerintah mengirim sebuah pesawat sewaan ke Israel untuk merepatriasi para aktivis Global Sumud Flotilla, setelah tentara Zionis menahan dan memperlakukan mereka dengan cara melecehkan yang mengundang kecaman internasional.
“Kami berencana membawa warga negara kami dan para peserta dari negara-negara ketiga ke Turki via penerbangan sewa khusus yang akan kami atur hari ini,” kata Menteri Luar Negeri Hakan Fidan seperti dilansir AFP.
Sekitar 50 kapal bertolak dari Turki pada 14 Mei guna mencoba menerobos blokade Zionis Israel atas Jalur Gaza dan sejumlah kapal lainnya bergabung dengan mereka di tengah pelayaran.
Pasukan Zionis mulai mencegat mereka di lepas pantai Siprus pada hari Selasa (19/5/2026). Aparat Zionis dan panitia Global Sumud Flotilla (GSF) mengatakan sekitar 430 aktivis ditahan.
Mereka dibawa ke Pelabuhan Ashdod, di mana berdasarkan rekaman video yang diunggah oleh Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben-Gvir mereka dipaksa untuk berlutut dan bersujud (posisi kening di lantai) dengan kedua tangan ke belakang dalam keadaan terikat.
Gambar tersebut kontan mengundang kemarahan internasional. Ankara mengatakan hal tersebut menunjukkan secara terbuka kepada dunia kekejaman dan mentalitas biadab pemerintahan PM Benjamin Netanyahu.
Fidan tidak mengatakan berapa banyak aktivis yang akan diterbangkan ke Turki, tetapi media setempat melaporkan bahwa terdapat 78 warga negara Turki di antara para tahanan.
Fidan juga mengatakan Turki berusaha untuk memastikan keselamatan “warga negara kami yang ditahan menyusul intervensi tidak sah terhadap Global Sumud Fleet, dan akan memfasilitasi kepulangan mereka dengan selamat ke Turki.”
Ini merupakan kali ketiga kalinya dalam kurun satu tahun Global Sumud Flotilla berusaha menerobos blokade Zionis atas Gaza, yang sangat membutuhkan bantuan makanan, air, obat-obatan dan bahan bakar sejak pecah perang Hamas-Israel Oktober 2023.*




