Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

SPI Memberikan Tiga Rekomendasi untuk Menyikapi Iran

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 21 Mei 2026 10:39 10:39 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 21 Mei 2026 10:39
Bagikan
SPI Memberikan Tiga Rekomendasi untuk Menyikapi Iran
Bagikan

Hidayatullah.com – Umat Muslim di Tanah Air saat ini mengalami dilema karena Iran tak bisa dipisahkan dari Syi’ah. Hal itu disampaikan oleh Dr. Akmal Sjafril dalam kajian daring Tuesday’s Special yang diselenggarakan oleh Sekolah Pemikiran Islam (SPI) pada Selasa (19/05) malam lalu.

Di tengah mengalir derasnya dukungan terhadap Iran untuk mengalahkan AS dan Israel, netizen dikejutkan dengan kemunculan sebuah video. Dalam video yang viral beredar di media sosial itu, seorang pemuda dengan lantangnya melaknat Abu Bakar, sahabat terdekat Nabi Muhammad saw. Lokasi pengambilan video tersebut ditengarai di sekitar Islamic Cultural Center (ICC), Pejaten, yang dikenal sebagai pusat kegiatan kelompok Syi’ah di Jakarta.

“Video tersebut menghentak kesadaran publik. Banyak yang mengaku kaget setelah melihat kenyataan bahwa ternyata Syi’ah belum berubah. Mereka masih suka melaknat para sahabat Rasulullah SAW, bahkan yang sekelas Abu Bakar,” ujar Akmal.

Apa yang terlihat dalam video tersebut berkebalikan dengan klaim yang telah cukup lama beredar, yaitu bahwa Syi’ah tidak lagi membolehkan melaknat para sahabat Nabi. “Sudah lama dibicarakan bahwa Ali Khamenei telah berfatwa melarang laknat kepada para sahabat. Akan tetapi, larangan itu disampaikan tanpa konsekuensi pada pelanggarnya. Hari ini kita menyaksikan bahwa pada kenyataannya larangan itu tidak dipatuhi. Atau, kemungkinan lebih buruknya, fatwa itu tidak pernah ada atau tidak pernah dianggap serius oleh siapapun,” ungkap Akmal lagi.

Tindakan melaknat sahabat Nabi itu berdampak pada dukungan terhadap Iran. Pasalnya, Iran memang tidak bisa dipisahkan dari Syi’ah. “Kenyataannya ajaran Syi’ah-lah yang dominan di sana. Meski di negara mana pun pasti ada oposisi atau orang yang tak sependapat dengan pemerintahnya, namun Iran saat ini memang identik dengan Syi’ah. Karena itu, umat Muslim di Indonesia yang mayoritasnya Ahlu Sunnah wal Jama’ah tentu kini berpikir dua kali dalam memberikan dukungan kepada Iran,” ujar pendiri SPI ini.

Baca Juga

Ormas Islam Tolak Kehadiran PM India ke Indonesia, Soroti Dugaan Pelanggaran HAM terhadap Muslim
RUU LGBT Berpeluang Dibahas DPR, Marwan: Mereka Harus Disembuhkan
Bakomubin Tolak Normalisasi dan Legalisasi LGBT di Indonesia
PUI Dukung Perpres 111/2025 Soal LGBT, Ketahanan Keluarga Penting bagi Pertahanan Nasional
Ratusan Ribu Orang Padati Teheran, Hadiri Prosesi Pemakaman Ali Khamenei

Dalam menyikapi ajaran Syi’ah, Akmal merujuk pada buku Mungkinkah Sunnah-Syiah dalam Ukhuwah? yang diterbitkan oleh Pustaka Sidogiri. Menurut Akmal, buku itu adalah karya buatan penulis dalam negeri yang paling komprehensif dalam menjelaskan tentang Syi’ah.

“Dalam buku itu disimpulkan bahwa ‘aqidah Ahlu Sunnah dan Syi’ah tidak mungkin diselaraskan, dan karenanya tak perlu diselaraskan. Di sisi lain, hal itu tidak berarti kelompok Ahlu Sunnah dan Syi’ah harus selalu berseteru dan tak boleh bekerja sama dalam hal-hal keduniaan,” papar Akmal lagi.

Untuk menyikapi perkembangan terkini, Akmal menyampaikan tiga rekomendasi. “Pertama, kita harus memprioritaskan kepentingan Dunia Islam. Kalau kita mendukung Iran, itu bukan karena kita membenarkan ideologinya, melainkan karena bahaya AS dan Israel lebih besar,” ungkapnya.

“Kedua, kita boleh saja menjalin hubungan dengan Iran, namun dengan penuh kewaspadaan. Rasulullah saw pernah mengikat perjanjian dengan tiga kabilah Yahudi di Madinah, Musa bin Nushair menerima bantuan dari Kerajaan Kristen Sabtah untuk menaklukkan Andalusia, dan Shalahuddin al-Ayyubi menggunakan pendidikan untuk menghapus dominasi Syi’ah dari Mesir. Kita tidak mesti berkonflik, tidak pula mengandalkan kekerasan, namun tidak boleh naif dan bersikap seolah-olah tidak tahu akan bahaya Syi’ah,” tandas Akmal lagi.

Rekomendasi ketiga, yang menurut Akmal bisa jadi malah lebih fundamental daripada dua yang sebelumnya, adalah tidak melupakan problematika internal Ahlu Sunnah. “Dilema yang kita hadapi kini adalah buah dari kenyataan bahwa negara-negara Ahlu Sunnah tidak memiliki kekuatan militer seperti Iran, sehingga lemah dalam pembelaannya terhadap Palestina dan tidak mampu melindungi diri sendiri. Kalau saja ada negara Ahlu Sunnah yang mampu berdiri tegar di hadapan musuh-musuh Islam, maka kita bahkan tak perlu membicarakan Iran. Dan kelemahan ini adalah buah dari kesalahan-kesalahan kita sendiri, mulai dari lemahnya komitmen, rapuhnya ukhuwwah, ketinggalan dalam persaingan sains dan teknologi, dan seterusnya,” pungkas lelaki berdarah Minang itu.

Selain Tuesday’s Special, SPI juga menawarkan Kajian Online Pemikiran (KOMIK) Intensif yang digelar secara berseri sebanyak empat kali kajian dalam sebulan. Agenda KOMIK Intensif terdekat adalah di bulan Juni dengan tajuk “Sisi Lain dari Perjuangan Kemerdekaan Indonesia”. Agenda-agenda SPI dapat dipantau melalui akun Instagram-nya di @spi.indonesia.*SPI Media Center

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:AhlussunnahASWAJAiranpenistaan agamasyiah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Penjara Italia Penuh Sesak, Tingkat Bunuh Diri Napi Meningkat Tajam
Tulisan selanjutnya Global Sumud FLotilla Turki akan Kirim Pesawat ke Israel Repatriasi Aktivis Global Sumud Flotilla

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Kolom

Membangun Peradaban dari Rumah: Ketahanan Keluarga sebagai Jalan Kebangkitan Umat

Kolom
2 Juli 2026 13:30
Ngaku Bisa Terbang, Pendeta Hindu di India Tewas Usai Terjatuh dari Bukit
Pesan Khutbah Jum’at H. Agus Salim Tahun 1928: Persatuan Lahir dan Batin
UNESCO Mengakui Dondang Sayang hingga Silat sebagai Warisan Budaya Malaysia
Dihantam Rudal di Selat Hormuz Kapal Kontainer CMA CGM akan Jadi Besi Rongsokan

Terbaru

  • Ormas Islam Tolak Kehadiran PM India ke Indonesia, Soroti Dugaan Pelanggaran HAM terhadap Muslim
  • RUU LGBT Berpeluang Dibahas DPR, Marwan: Mereka Harus Disembuhkan
  • Bakomubin Tolak Normalisasi dan Legalisasi LGBT di Indonesia
  • Hubungan Agama dan Sains
  • PUI Dukung Perpres 111/2025 Soal LGBT, Ketahanan Keluarga Penting bagi Pertahanan Nasional
  • Al-Qur’an, Ulama, dan Lembaga Pendidikan Islam: Kompas Peradaban di Tengah Disrupsi Zaman
  • Ratusan Ribu Orang Padati Teheran, Hadiri Prosesi Pemakaman Ali Khamenei
  • Laporan: Israel Akan Bebastugaskan 10.000 Tentara Cadangan karena Krisis Anggaran
  • Amerika dan Perang Salib Baru?
  • Prosesi Pemakaman Dimulai Rakyat Iran Berkabung Meratapi Kematian Ayatullah Ali Khamenei

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Laporan: Israel Akan Bebastugaskan 10.000 Tentara Cadangan karena Krisis Anggaran

6 Juli 2026 10:44
Berita

Prosesi Pemakaman Dimulai Rakyat Iran Berkabung Meratapi Kematian Ayatullah Ali Khamenei

5 Juli 2026 14:58
Berita

Euthanasia Mencakup Hampir 6 Persen Kematian di Belanda

5 Juli 2026 14:14
Berita

Polemik Kajian BEM Psikologi UI Soal LGBT Berlanjut, Kampus Beri Klarifikasi

5 Juli 2026 06:08
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?